<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Irwandi Yusuf: Lahan dan Perusahaan Prabowo di Aceh Bermasalah</title><description>Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf mengamini adanya ribuan hektar lahan dan perusahaan milik calon presiden (Capres) 02.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/605/2019924/irwandi-yusuf-lahan-dan-perusahaan-prabowo-di-aceh-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/19/605/2019924/irwandi-yusuf-lahan-dan-perusahaan-prabowo-di-aceh-bermasalah"/><item><title>Irwandi Yusuf: Lahan dan Perusahaan Prabowo di Aceh Bermasalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/605/2019924/irwandi-yusuf-lahan-dan-perusahaan-prabowo-di-aceh-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/19/605/2019924/irwandi-yusuf-lahan-dan-perusahaan-prabowo-di-aceh-bermasalah</guid><pubDate>Selasa 19 Februari 2019 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/19/605/2019924/irwandi-yusuf-lahan-dan-perusahaan-prabowo-di-aceh-bermasalah-dsY23dL8fn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hutan Pinus (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/19/605/2019924/irwandi-yusuf-lahan-dan-perusahaan-prabowo-di-aceh-bermasalah-dsY23dL8fn.jpg</image><title>Hutan Pinus (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf mengamini adanya ribuan hektar lahan dan perusahaan milik calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto di Aceh. Menurut Irwandi, lahan dan perusahaan Prabowo di Aceh bermasalah.

Hal tersebut diungkapkan Irwandi Yusuf sejalan dengan pernyataan Capres nomor urut 01, Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019, yang menyebut bahwa Prabowo memiliki 120 hektar lahan di Aceh Tengah dan 220 ribu hektar lahan di Kalimantan Timur.
&amp;nbsp;Baca juga: Usai Sidang, Irwandi Yusuf Ungkap Perusahaan Prabowo di Aceh
&quot;Udah bermasalah, Pabrik KKA bermasalah, hutannya bermasalah, tahun pertama dan kedua, masih ada hutan Pinus ditebang, tapi kuperhatikan banyak ditebang tapi yang lama-lama ditebang, artinya tidak ditanam (lagi), terkait mau diperpanjang izin HGU enggak teken (tandatangani)&amp;lrm;,&quot; ungkap Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019) malam.
&amp;nbsp;
Irwandi menjelaskan, &amp;lrm;Jokowi banyak tahu terkait perusahaan Prabowo di Aceh. Oleh karenanya, mantan Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut tidak heran jika Jokowi mengangkat isu permasalahan lahan Prabowo di Aceh.

Sebab, kata Irwandi, Jokowi pernah bekerja di PT Alas Helau bersama dengan Prabowo. PT Alas Helau sendiri merupakan perusahaan pengolah bahan pembuat kertas yang kemudian berubah nama menjadi PT Tusam Hutani Lestari.
&amp;nbsp;Baca juga: Prabowo Diminta Serahkan Ratusan Ribu Hektare Lahannya untuk Petani Kecil
PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo dijadikan pemasok kayu pinus untuk dijadikan kertas yang digarap oleh PT Kertas Kraft Aceh. Menurut Irwandi, perusahaan milik Prabowo kerap menebang pinus tanpa melakukan penanaman kembali (reboisasi).

&quot;Pinus hutan industri, pinusnya dipakai untuk bahan paper, di Aceh ada pabrik kertas disana. Bahwa terjadi penebangan minim penanaman atau reboisasi,&quot; terangnya.
&amp;lrm;
Dalam perkaranya, Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh&amp;lrm;, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Disebut Serang Pribadi Soal Lahan Prabowo, TKN: Itu Terkait Reformasi Agraria
Irwandi juga didakwa&amp;lrm; menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai &amp;lrm;Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4.4 miliar.

Kemudian, Irwandi juga menerima uang melalui Fenny Steffy &amp;lrm;Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf mengamini adanya ribuan hektar lahan dan perusahaan milik calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto di Aceh. Menurut Irwandi, lahan dan perusahaan Prabowo di Aceh bermasalah.

Hal tersebut diungkapkan Irwandi Yusuf sejalan dengan pernyataan Capres nomor urut 01, Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019, yang menyebut bahwa Prabowo memiliki 120 hektar lahan di Aceh Tengah dan 220 ribu hektar lahan di Kalimantan Timur.
&amp;nbsp;Baca juga: Usai Sidang, Irwandi Yusuf Ungkap Perusahaan Prabowo di Aceh
&quot;Udah bermasalah, Pabrik KKA bermasalah, hutannya bermasalah, tahun pertama dan kedua, masih ada hutan Pinus ditebang, tapi kuperhatikan banyak ditebang tapi yang lama-lama ditebang, artinya tidak ditanam (lagi), terkait mau diperpanjang izin HGU enggak teken (tandatangani)&amp;lrm;,&quot; ungkap Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019) malam.
&amp;nbsp;
Irwandi menjelaskan, &amp;lrm;Jokowi banyak tahu terkait perusahaan Prabowo di Aceh. Oleh karenanya, mantan Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut tidak heran jika Jokowi mengangkat isu permasalahan lahan Prabowo di Aceh.

Sebab, kata Irwandi, Jokowi pernah bekerja di PT Alas Helau bersama dengan Prabowo. PT Alas Helau sendiri merupakan perusahaan pengolah bahan pembuat kertas yang kemudian berubah nama menjadi PT Tusam Hutani Lestari.
&amp;nbsp;Baca juga: Prabowo Diminta Serahkan Ratusan Ribu Hektare Lahannya untuk Petani Kecil
PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo dijadikan pemasok kayu pinus untuk dijadikan kertas yang digarap oleh PT Kertas Kraft Aceh. Menurut Irwandi, perusahaan milik Prabowo kerap menebang pinus tanpa melakukan penanaman kembali (reboisasi).

&quot;Pinus hutan industri, pinusnya dipakai untuk bahan paper, di Aceh ada pabrik kertas disana. Bahwa terjadi penebangan minim penanaman atau reboisasi,&quot; terangnya.
&amp;lrm;
Dalam perkaranya, Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh&amp;lrm;, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Disebut Serang Pribadi Soal Lahan Prabowo, TKN: Itu Terkait Reformasi Agraria
Irwandi juga didakwa&amp;lrm; menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai &amp;lrm;Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4.4 miliar.

Kemudian, Irwandi juga menerima uang melalui Fenny Steffy &amp;lrm;Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.</content:encoded></item></channel></rss>
