<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Caleg Perindo Beri Pelatihan Cooking Class di Bekasi pada Malam Hari   </title><description>Calon legislatif (caleg) Partai Perindo menggelar pelatihan wirausaha rumahan dan cooking class di Kampung Kelapa Dua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/606/2019843/caleg-perindo-beri-pelatihan-cooking-class-di-bekasi-pada-malam-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/19/606/2019843/caleg-perindo-beri-pelatihan-cooking-class-di-bekasi-pada-malam-hari"/><item><title> Caleg Perindo Beri Pelatihan Cooking Class di Bekasi pada Malam Hari   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/606/2019843/caleg-perindo-beri-pelatihan-cooking-class-di-bekasi-pada-malam-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/19/606/2019843/caleg-perindo-beri-pelatihan-cooking-class-di-bekasi-pada-malam-hari</guid><pubDate>Selasa 19 Februari 2019 00:28 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/19/606/2019843/caleg-perindo-beri-pelatihan-cooking-class-di-bekasi-pada-malam-hari-rb6z0Y8OZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Wijayakusuma/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/19/606/2019843/caleg-perindo-beri-pelatihan-cooking-class-di-bekasi-pada-malam-hari-rb6z0Y8OZO.jpg</image><title>Foto: Wijayakusuma/Okezone</title></images><description>
BEKASI - Calon legislatif (caleg) Partai Perindo menggelar pelatihan wirausaha rumahan dan cooking class di Kampung Kelapa Dua, Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada malam hari. Acara ini mendapat antusias warga yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung pembuatan menu-menu favorit yang diajarkan di pelatihan.

&quot;Jadi ini suatu hal yang surprise bagi kami, melakukan cooking class di malam hari. Namun masyarakatnya sangat antusias, ikut praktek dan membaur bersama. Ini membuat kami cukup senang,&quot; kata caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Bekasi-Depok), Henky Eko Sriyantono di lokasi, Senin 18 Febuari 2019 malam.

Dua menu yang diajarkan, yakni fried chicken dan martabak manis, menjadi yang paling banyak diminta oleh masyarakat yang ingin belajar cara membuatnya di pelatihan cooking class.

'Jadi permintaan yang memang dominan selama ini adalah fried chicken dan martabak manis. Memang sangat mudah untuk membuatnya dan tidak membutuhkan modal yang besar apabila mereka berwirausaha,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Wasekjen UMKM Partai Perindo itu menegaskan, kedua menu yang diajarkan juga memiliki segmen pasar yang luas bila ingin dijadikan sebagai usaha oleh peserta. Selain karena disukai semua kalangan, modalnya pun terbilang tidak terlalu besar.

&quot;Dan menu ini juga bisa dijalankan dengan modal kecil, baik skala rumahan ataupun di sekolahan. Karena memang segmentasinya dari anak-anak kecil, remaja sampai dewasa,&quot; ujarnya.

Pria yang biasa disapa Cak Eko itu menyebutkan, pelatihan ini juga merupakan permintaan langsung dari warga setempat yang ingin diajarkan ilmu berwirausaha, seperti yang sering mereka lihat di televisi.

&quot;Karena melihat tayangan-tayangan aksi nyata Perindo, sehingga mereka menginginkan mendapat pelatihan yang sama,&quot; ungkapnya.

Selain mendapat ilmu memasak, peserta juga diajarkan strategi dalam mengelola usaha, mulai dari strategi marketing, membuat produk yang higienis, sampai mengajarkan cara menghitung modal.

&quot;Sehingga pada saat menentukan harga jual, itu tepat. Akhirnya bisa bersaing dengan pelaku-pelaku usaha yang sudah lebih dulu eksis di usaha yang sama ini,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;
Caleg DPRD provinsi Jawa Barat Dapil VIII (Kota Bekasi-Depok), Dudung Prilaksono turut menyampaikan, bahwa program pemberdayaan masyarakat ini sengaja diperuntukkan bagi kaum ibu-ibu, agar menjadi produktif dan bisa melakoni sebuah usaha.

&quot;Nah ini kita gerakkan, kita jalankan, ditengah kondisi daya beli masyarakat menurun. Ini perlu kita beri edukasi atau pelatihan-pelatihan yang bermanfaat, yang bisa digunakan untuk berwirausaha, supaya bisa menambah penghasilan keluarga,&quot; katanya.

Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, kata Dudung, perlu memperhatikan beberapa hal penting. Diantaranya lingkungan pasar, kreativitas dalam membuat produk agar berbeda dari yang lain, menjaga produk agar selalu higienis, serta pemberian nama usaha yang unik untuk membuat masyarakat penasaran dan tertarik untuk membeli.

&quot;Tentunya kita perlu melihat lingkungan pasarnya seperti apa, kiri kanan apakah sudah ada yang memasarkan. Jika sudah, maka perlu membuat produk-produk unik ada toping-toping khusus terhadap produknya, sehingga memiliki daya jual yang tinggi,&quot; imbuhnya.

Terkait regulasi yang selama ini dinilai sebagai salah satu faktor penghambat laju UMKM, Dudung menegaskan akan menelaah lebih lanjut. Ia sendiri berpatokan, bahwa membuat sebuah regulasi tentunya harus berpihak kepada rakyat.

&quot;Apa yang bisa kita buat agar Indonesia ini sejahtera, itu yang nantinya akan kita bangun. Misal katakanlah UMKM, itu bagaimana meningkatkan UMKM ini menjadi lebih bagus dan membudaya di Jawa Barat. Sehingga diharapkan Jawa Barat ini menjadi barometer perekonomian di Indonesia,&quot; jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Eka Wijayanti sangat senang dengan kehadiran program Perindo di wilayahnya. Ia mengaku dapat banyak manfaat yang bisa digunakan untuk menambah penghasilan rumah tangganya.

&quot;Banyak manfaatnya. Yang tadinya saya belum tahu cara membuat fried chicken, sekarang jadi tahu. Ternyata mudah, sama martabak juga begitu,&quot; ujarnya.

Ia pun berencana mencoba membuat kedua menu yang diajarkan di rumahnya. Jika hasilnya memuaskan, Eka akan coba menjualnya ke para tetangga dan kerabat.

&quot;Saya pernah coba buat fried chicken, tapi gagal, nggak sebagus ini. Rencana mau nyoba dulu di rumah. Kalau memang bisa, ya mau usaha,&quot; ungkapnya.


</description><content:encoded>
BEKASI - Calon legislatif (caleg) Partai Perindo menggelar pelatihan wirausaha rumahan dan cooking class di Kampung Kelapa Dua, Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada malam hari. Acara ini mendapat antusias warga yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung pembuatan menu-menu favorit yang diajarkan di pelatihan.

&quot;Jadi ini suatu hal yang surprise bagi kami, melakukan cooking class di malam hari. Namun masyarakatnya sangat antusias, ikut praktek dan membaur bersama. Ini membuat kami cukup senang,&quot; kata caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Bekasi-Depok), Henky Eko Sriyantono di lokasi, Senin 18 Febuari 2019 malam.

Dua menu yang diajarkan, yakni fried chicken dan martabak manis, menjadi yang paling banyak diminta oleh masyarakat yang ingin belajar cara membuatnya di pelatihan cooking class.

'Jadi permintaan yang memang dominan selama ini adalah fried chicken dan martabak manis. Memang sangat mudah untuk membuatnya dan tidak membutuhkan modal yang besar apabila mereka berwirausaha,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Wasekjen UMKM Partai Perindo itu menegaskan, kedua menu yang diajarkan juga memiliki segmen pasar yang luas bila ingin dijadikan sebagai usaha oleh peserta. Selain karena disukai semua kalangan, modalnya pun terbilang tidak terlalu besar.

&quot;Dan menu ini juga bisa dijalankan dengan modal kecil, baik skala rumahan ataupun di sekolahan. Karena memang segmentasinya dari anak-anak kecil, remaja sampai dewasa,&quot; ujarnya.

Pria yang biasa disapa Cak Eko itu menyebutkan, pelatihan ini juga merupakan permintaan langsung dari warga setempat yang ingin diajarkan ilmu berwirausaha, seperti yang sering mereka lihat di televisi.

&quot;Karena melihat tayangan-tayangan aksi nyata Perindo, sehingga mereka menginginkan mendapat pelatihan yang sama,&quot; ungkapnya.

Selain mendapat ilmu memasak, peserta juga diajarkan strategi dalam mengelola usaha, mulai dari strategi marketing, membuat produk yang higienis, sampai mengajarkan cara menghitung modal.

&quot;Sehingga pada saat menentukan harga jual, itu tepat. Akhirnya bisa bersaing dengan pelaku-pelaku usaha yang sudah lebih dulu eksis di usaha yang sama ini,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;
Caleg DPRD provinsi Jawa Barat Dapil VIII (Kota Bekasi-Depok), Dudung Prilaksono turut menyampaikan, bahwa program pemberdayaan masyarakat ini sengaja diperuntukkan bagi kaum ibu-ibu, agar menjadi produktif dan bisa melakoni sebuah usaha.

&quot;Nah ini kita gerakkan, kita jalankan, ditengah kondisi daya beli masyarakat menurun. Ini perlu kita beri edukasi atau pelatihan-pelatihan yang bermanfaat, yang bisa digunakan untuk berwirausaha, supaya bisa menambah penghasilan keluarga,&quot; katanya.

Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, kata Dudung, perlu memperhatikan beberapa hal penting. Diantaranya lingkungan pasar, kreativitas dalam membuat produk agar berbeda dari yang lain, menjaga produk agar selalu higienis, serta pemberian nama usaha yang unik untuk membuat masyarakat penasaran dan tertarik untuk membeli.

&quot;Tentunya kita perlu melihat lingkungan pasarnya seperti apa, kiri kanan apakah sudah ada yang memasarkan. Jika sudah, maka perlu membuat produk-produk unik ada toping-toping khusus terhadap produknya, sehingga memiliki daya jual yang tinggi,&quot; imbuhnya.

Terkait regulasi yang selama ini dinilai sebagai salah satu faktor penghambat laju UMKM, Dudung menegaskan akan menelaah lebih lanjut. Ia sendiri berpatokan, bahwa membuat sebuah regulasi tentunya harus berpihak kepada rakyat.

&quot;Apa yang bisa kita buat agar Indonesia ini sejahtera, itu yang nantinya akan kita bangun. Misal katakanlah UMKM, itu bagaimana meningkatkan UMKM ini menjadi lebih bagus dan membudaya di Jawa Barat. Sehingga diharapkan Jawa Barat ini menjadi barometer perekonomian di Indonesia,&quot; jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Eka Wijayanti sangat senang dengan kehadiran program Perindo di wilayahnya. Ia mengaku dapat banyak manfaat yang bisa digunakan untuk menambah penghasilan rumah tangganya.

&quot;Banyak manfaatnya. Yang tadinya saya belum tahu cara membuat fried chicken, sekarang jadi tahu. Ternyata mudah, sama martabak juga begitu,&quot; ujarnya.

Ia pun berencana mencoba membuat kedua menu yang diajarkan di rumahnya. Jika hasilnya memuaskan, Eka akan coba menjualnya ke para tetangga dan kerabat.

&quot;Saya pernah coba buat fried chicken, tapi gagal, nggak sebagus ini. Rencana mau nyoba dulu di rumah. Kalau memang bisa, ya mau usaha,&quot; ungkapnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
