<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu Komunikasi dengan Keluarga WNI yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf</title><description>Video semacam itu selalu disebarkan penyandera untuk menekan keluarga korban agar membayar tebusan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/21/18/2021168/kemlu-komunikasi-dengan-keluarga-wni-yang-disandera-kelompok-abu-sayyaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/21/18/2021168/kemlu-komunikasi-dengan-keluarga-wni-yang-disandera-kelompok-abu-sayyaf"/><item><title>Kemlu Komunikasi dengan Keluarga WNI yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/21/18/2021168/kemlu-komunikasi-dengan-keluarga-wni-yang-disandera-kelompok-abu-sayyaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/21/18/2021168/kemlu-komunikasi-dengan-keluarga-wni-yang-disandera-kelompok-abu-sayyaf</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2019 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/21/18/2021168/kemlu-komuniskasi-dengan-keluarga-wni-yang-disandera-kelompok-abu-sayyaf-K4C5qXwaGx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir. Foto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/21/18/2021168/kemlu-komuniskasi-dengan-keluarga-wni-yang-disandera-kelompok-abu-sayyaf-K4C5qXwaGx.jpg</image><title>Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir. Foto/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi kabar terkait video viral yang memperlihatkan dua pria, diduga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir membenarkan bahwa dua pria yang terlihat dalam video tersebut memang WNI yang berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Kedua WNI dan seorang warga negara Malaysia diculik oleh kelompok Abu Sayyaf saat sedang menangkap ikan di Perairan Sabah pada 5 Desember 2018.
&amp;ldquo;Ketika kami tahu, kami langsung sampaikan kepada pihak keluarga. Komunikasi terus berlangsung dan berbagai perkembangan dikomunikasikan,&amp;rdquo; jelasnya dalam keterangan kepada media, Kamis (21/2/2019).
Baca:&amp;nbsp;Militan Abu Sayyaf Penggal Kepala Sepasang Suami-Istri
Baca:&amp;nbsp;TNI Cium Pergerakan Kelompok Abu Sayyaf di Perbatasan RI-Malaysia

Dalam keterangan terpisah, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia ( PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, penculikan kedua WNI yang diidentifikasi sebagai Hariadin dan Heri Ardiasyah itu merupakan kasus penculikan WNI ke-11 yang terjadi di Perairan Sabah oleh kelompok bersenjata Filipina.
Dia menambahkan bahwa video semacam itu selalu disebarkan penyandera untuk menekan keluarga korban agar membayar tebusan.
&amp;ldquo;Pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pembebasan kedua WNI dari penyanderaan,&amp;rdquo; ujarnya. (fzy)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi kabar terkait video viral yang memperlihatkan dua pria, diduga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir membenarkan bahwa dua pria yang terlihat dalam video tersebut memang WNI yang berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Kedua WNI dan seorang warga negara Malaysia diculik oleh kelompok Abu Sayyaf saat sedang menangkap ikan di Perairan Sabah pada 5 Desember 2018.
&amp;ldquo;Ketika kami tahu, kami langsung sampaikan kepada pihak keluarga. Komunikasi terus berlangsung dan berbagai perkembangan dikomunikasikan,&amp;rdquo; jelasnya dalam keterangan kepada media, Kamis (21/2/2019).
Baca:&amp;nbsp;Militan Abu Sayyaf Penggal Kepala Sepasang Suami-Istri
Baca:&amp;nbsp;TNI Cium Pergerakan Kelompok Abu Sayyaf di Perbatasan RI-Malaysia

Dalam keterangan terpisah, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia ( PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, penculikan kedua WNI yang diidentifikasi sebagai Hariadin dan Heri Ardiasyah itu merupakan kasus penculikan WNI ke-11 yang terjadi di Perairan Sabah oleh kelompok bersenjata Filipina.
Dia menambahkan bahwa video semacam itu selalu disebarkan penyandera untuk menekan keluarga korban agar membayar tebusan.
&amp;ldquo;Pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pembebasan kedua WNI dari penyanderaan,&amp;rdquo; ujarnya. (fzy)</content:encoded></item></channel></rss>
