<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Joko Driyono, Kasatgas Antimafia Bola: Laporannya Telah Terjadi Pengaturan Skor</title><description>Kasatgas Antimafia Bola mengatakan bahwa ada laporan bahwa telah terjadi pengaturan skor terkait Joko Driyono.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/21/337/2020838/soal-joko-driyono-kasatgas-antimafia-bola-laporannya-telah-terjadi-pengaturan-skor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/21/337/2020838/soal-joko-driyono-kasatgas-antimafia-bola-laporannya-telah-terjadi-pengaturan-skor"/><item><title>Soal Joko Driyono, Kasatgas Antimafia Bola: Laporannya Telah Terjadi Pengaturan Skor</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/21/337/2020838/soal-joko-driyono-kasatgas-antimafia-bola-laporannya-telah-terjadi-pengaturan-skor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/21/337/2020838/soal-joko-driyono-kasatgas-antimafia-bola-laporannya-telah-terjadi-pengaturan-skor</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2019 07:21 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/21/337/2020838/soal-joko-driyono-kasatgas-antimafia-bola-laporannya-telah-terjadi-pengaturan-skor-1PvnsKMslT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Driyono. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/21/337/2020838/soal-joko-driyono-kasatgas-antimafia-bola-laporannya-telah-terjadi-pengaturan-skor-1PvnsKMslT.jpg</image><title>Joko Driyono. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik Satgas Antimafia Bola masih terus mendalami peran Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) dalam perkara skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Saat ini, pria yang akrab disapa Jokdri itu telah ditetapkan sebagai tersangka penghilangan barang bukti terkait kasus ini.
Ketua Satgas Antimafia Bola Polri, Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, Jokdri berpotensi menjadi tersangka pengaturan skor. Mengingat, hal itu tertuang dalam laporan dari pelapor Lasmi.
&quot;Di LP Ibu Lasmi telah terjadi pengaturan skor dan terlihat ada mafia,&quot; ucap Hendro kepada Okezone, Jakarta, Rabu (20/2/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/02/18/55932/283715_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemeriksaan Joko Driyono di Polda&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kendati begitu, Hendro menekankan, saat ini pihaknya masih akan fokus menyelesaikan penyidikan penghilangan barang bukti yang menyeret Jokdri. Terlebih dia disebut sebagai aktor intelektual.
&quot;Saat ini tersangka pengrusakan BB, namun terkait dengan LP sebelumnya Banjarnegara Ibu Lasmi,&quot; kata Hendro.
(Baca juga: Pengacara: Pemeriksaan Jokdri Terkait Penghancuran Dokumen, Bukan Pengaturan Skor)
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga kuat sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti skandal pengaturan skor. Saat ini, Jokdri sudah dicegah bepergian ke luar negeri.
Polisi mendapatkan nama Jokdri berdasarkan tiga orang tersangka yang sudah ditangkap terkait dengan kasus perusakan barang bukti. Ketiga orang yang terlebih dahulu ditangkap adalah, M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/02/18/55932/283714_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemeriksaan Joko Driyono di Polda&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Mereka masuk ke Kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen.
Padahal area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, sopir dan staf Jokdri.
</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik Satgas Antimafia Bola masih terus mendalami peran Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) dalam perkara skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Saat ini, pria yang akrab disapa Jokdri itu telah ditetapkan sebagai tersangka penghilangan barang bukti terkait kasus ini.
Ketua Satgas Antimafia Bola Polri, Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, Jokdri berpotensi menjadi tersangka pengaturan skor. Mengingat, hal itu tertuang dalam laporan dari pelapor Lasmi.
&quot;Di LP Ibu Lasmi telah terjadi pengaturan skor dan terlihat ada mafia,&quot; ucap Hendro kepada Okezone, Jakarta, Rabu (20/2/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/02/18/55932/283715_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemeriksaan Joko Driyono di Polda&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kendati begitu, Hendro menekankan, saat ini pihaknya masih akan fokus menyelesaikan penyidikan penghilangan barang bukti yang menyeret Jokdri. Terlebih dia disebut sebagai aktor intelektual.
&quot;Saat ini tersangka pengrusakan BB, namun terkait dengan LP sebelumnya Banjarnegara Ibu Lasmi,&quot; kata Hendro.
(Baca juga: Pengacara: Pemeriksaan Jokdri Terkait Penghancuran Dokumen, Bukan Pengaturan Skor)
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga kuat sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti skandal pengaturan skor. Saat ini, Jokdri sudah dicegah bepergian ke luar negeri.
Polisi mendapatkan nama Jokdri berdasarkan tiga orang tersangka yang sudah ditangkap terkait dengan kasus perusakan barang bukti. Ketiga orang yang terlebih dahulu ditangkap adalah, M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/02/18/55932/283714_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemeriksaan Joko Driyono di Polda&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Mereka masuk ke Kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen.
Padahal area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, sopir dan staf Jokdri.
</content:encoded></item></channel></rss>
