<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia</title><description>Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali melakukan penjajakan peluang ekspor beras ke Malaysia.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/22/1/2021647/indonesia-kembali-lakukan-penjajakan-ekspor-beras-ke-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/22/1/2021647/indonesia-kembali-lakukan-penjajakan-ekspor-beras-ke-malaysia"/><item><title>Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/22/1/2021647/indonesia-kembali-lakukan-penjajakan-ekspor-beras-ke-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/22/1/2021647/indonesia-kembali-lakukan-penjajakan-ekspor-beras-ke-malaysia</guid><pubDate>Jum'at 22 Februari 2019 19:40 WIB</pubDate><dc:creator>Abu Sahma Pane</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/22/1/2021647/indonesia-kembali-lakukan-penjajakan-ekspor-beras-ke-malaysia-tQ2uWetMeo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok.Kementan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/22/1/2021647/indonesia-kembali-lakukan-penjajakan-ekspor-beras-ke-malaysia-tQ2uWetMeo.jpg</image><title>Foto: dok.Kementan</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali melakukan penjajakan peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha, yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.

BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Malaysia untuk menangani impor beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik, dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi, dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG.

Mendengar respons dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan. &quot;Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor kedua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,&quot; ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI pada (21/1/2019), Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso menyatakan bahwa pihaknya menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan April hingga akhir Mei 2019.

&quot;Makanya kita targetkan bulan Januari sampai April itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita, hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,&quot; katanya saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunei Darussalam untuk memasok padi sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras Adan secara periodik selalu di ekspor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali melakukan penjajakan peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha, yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.

BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Malaysia untuk menangani impor beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik, dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi, dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG.

Mendengar respons dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan. &quot;Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor kedua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,&quot; ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI pada (21/1/2019), Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso menyatakan bahwa pihaknya menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan April hingga akhir Mei 2019.

&quot;Makanya kita targetkan bulan Januari sampai April itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita, hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,&quot; katanya saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunei Darussalam untuk memasok padi sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras Adan secara periodik selalu di ekspor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.</content:encoded></item></channel></rss>
