<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Kesulitan Analisa Rekaman CCTV Ledakan di Parkir Timur Senayan   </title><description>Polri mengaku kesulitan menganalisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait peristiwa ledakan petasan di Parkir Timur Senayan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/22/337/2021446/polri-kesulitan-analisa-rekaman-cctv-ledakan-di-parkir-timur-senayan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/22/337/2021446/polri-kesulitan-analisa-rekaman-cctv-ledakan-di-parkir-timur-senayan"/><item><title>Polri Kesulitan Analisa Rekaman CCTV Ledakan di Parkir Timur Senayan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/22/337/2021446/polri-kesulitan-analisa-rekaman-cctv-ledakan-di-parkir-timur-senayan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/22/337/2021446/polri-kesulitan-analisa-rekaman-cctv-ledakan-di-parkir-timur-senayan</guid><pubDate>Jum'at 22 Februari 2019 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/22/337/2021446/polri-kesulitan-analisa-rekaman-cctv-ledakan-di-parkir-timur-senayan-ubjDjrhhvp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/22/337/2021446/polri-kesulitan-analisa-rekaman-cctv-ledakan-di-parkir-timur-senayan-ubjDjrhhvp.jpg</image><title>Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Polri mengaku kesulitan menganalisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait peristiwa ledakan petasan di Parkir Timur Senayan, saat debat capres putaran dua berlangsung.

&quot;Salah satu faktor yang saat ini kita analisa dari CCTV. Karena CCTV di Indonesia kameranya menggunakan low digital level tiga,&quot; kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Redaksi Okezone, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).
&amp;nbsp;
Jenderal bintang satu ini menuturkan, saat penyidik mencoba memperbesar gambar dari rekaman CCTV tersebut, hasilnya tidak jelas. Itu disebabkan karena kualitas rekaman CCTV yang kurang bagus.

&quot;Ketika kita memperjelas gambar dan mencoba dari berbagai sisi itu agak kesulitan,&quot; jelas Dedi.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, ledakan tersebut bersumber dari petasan.

&quot;Hasil sementara yang kita temui ini berupa ledakan petasan. Jadi, mungkin siapa pelakunya kita masih melakukan lidik sementara,&quot; ujar Gatot di kawasan Stadion GBK, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam.
</description><content:encoded>


JAKARTA - Polri mengaku kesulitan menganalisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait peristiwa ledakan petasan di Parkir Timur Senayan, saat debat capres putaran dua berlangsung.

&quot;Salah satu faktor yang saat ini kita analisa dari CCTV. Karena CCTV di Indonesia kameranya menggunakan low digital level tiga,&quot; kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Redaksi Okezone, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).
&amp;nbsp;
Jenderal bintang satu ini menuturkan, saat penyidik mencoba memperbesar gambar dari rekaman CCTV tersebut, hasilnya tidak jelas. Itu disebabkan karena kualitas rekaman CCTV yang kurang bagus.

&quot;Ketika kita memperjelas gambar dan mencoba dari berbagai sisi itu agak kesulitan,&quot; jelas Dedi.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, ledakan tersebut bersumber dari petasan.

&quot;Hasil sementara yang kita temui ini berupa ledakan petasan. Jadi, mungkin siapa pelakunya kita masih melakukan lidik sementara,&quot; ujar Gatot di kawasan Stadion GBK, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam.
</content:encoded></item></channel></rss>
