<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Dilanda 46 Kali Gempa hingga Siang Ini, Radius 3 Km Harus Dikosongkan</title><description>Gunung Merapi tercatat sudah mengalami 46 kali gempa sejak Jumat 22 Februari kemarin hingga Sabtu siang ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/337/2021853/gunung-merapi-dilanda-46-kali-gempa-hingga-siang-ini-radius-3-km-harus-dikosongkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/23/337/2021853/gunung-merapi-dilanda-46-kali-gempa-hingga-siang-ini-radius-3-km-harus-dikosongkan"/><item><title>Gunung Merapi Dilanda 46 Kali Gempa hingga Siang Ini, Radius 3 Km Harus Dikosongkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/337/2021853/gunung-merapi-dilanda-46-kali-gempa-hingga-siang-ini-radius-3-km-harus-dikosongkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/23/337/2021853/gunung-merapi-dilanda-46-kali-gempa-hingga-siang-ini-radius-3-km-harus-dikosongkan</guid><pubDate>Sabtu 23 Februari 2019 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/23/337/2021853/gunung-merapi-dilanda-46-kali-gempa-hingga-siang-ini-radius-3-km-harus-dikosongkan-YH5xrVzwCO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi dipotret dari Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Salman Mardira/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/23/337/2021853/gunung-merapi-dilanda-46-kali-gempa-hingga-siang-ini-radius-3-km-harus-dikosongkan-YH5xrVzwCO.jpg</image><title>Gunung Merapi dipotret dari Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Salman Mardira/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gunung Merapi tercatat sudah mengalami 46 kali gempa sejak Jumat 22 Februari kemarin hingga Sabtu (23/2/2019) pukul 12.00 WIB. Sejak dini hari hingga siang ini saja terekam 19 kali gempa melanda Merapi.
Namun, status gunung api yang berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta itu masih level II atau Waspada, belum naik ke Siaga. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pagi tadi, berdasarkan data seimik, Gunung Merapi terekam enam kali dilanda gempa guguran dengan durasi 19,7-62,7 detik.
Sedangkan dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB siang ini, tercatat sudah 13 kali gempa guguran melanda Merapi dengan durasi 17 sampai 80 detik.
&amp;ldquo;Laporan pengamatan guguran Gunung #Merapi tanggal 23 Februari 2019 periode 06.00 - 12.00 WIB. Berdasarkan data seismik, terekam 13 kali gempa guguran dengan durasi 17-80 detik. #StatusWaspada,&amp;rdquo; lapor akun Twitter @BPPTKG.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;en&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Laporan pengamatan guguran Gunung &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Merapi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Merapi&amp;lt;/a&amp;gt; tanggal 23 Februari 2019 periode 06.00 - 12.00 WIB.&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Berdasarkan data seismik, terekam 13 kali gempa guguran dengan durasi 17-80 detik.&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/StatusWaspada?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#StatusWaspada&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; BPPTKG (@BPPTKG) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/BPPTKG/status/1099178402592874498?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;February 23, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, dalam website resminya hari ini melaporkan, Gunung Merapi mengalami 27 kali gempa pada Jumat kemarin.
Rinciannya berdasarkan rekamanan seismograf PVMBG adalah 20 kali gempa guguran, satu kali gempa low frequnecy, tiga kali gempa fase banyak, dua kali gempa tektonik jauh dan satu gempa tektonik lokal.
PVMBG merekomendasikan agar kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak dilakukan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
&amp;ldquo;Radius 3 kilometer dari puncak (Merapi) agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gunung Merapi tercatat sudah mengalami 46 kali gempa sejak Jumat 22 Februari kemarin hingga Sabtu (23/2/2019) pukul 12.00 WIB. Sejak dini hari hingga siang ini saja terekam 19 kali gempa melanda Merapi.
Namun, status gunung api yang berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta itu masih level II atau Waspada, belum naik ke Siaga. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pagi tadi, berdasarkan data seimik, Gunung Merapi terekam enam kali dilanda gempa guguran dengan durasi 19,7-62,7 detik.
Sedangkan dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB siang ini, tercatat sudah 13 kali gempa guguran melanda Merapi dengan durasi 17 sampai 80 detik.
&amp;ldquo;Laporan pengamatan guguran Gunung #Merapi tanggal 23 Februari 2019 periode 06.00 - 12.00 WIB. Berdasarkan data seismik, terekam 13 kali gempa guguran dengan durasi 17-80 detik. #StatusWaspada,&amp;rdquo; lapor akun Twitter @BPPTKG.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;en&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Laporan pengamatan guguran Gunung &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Merapi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Merapi&amp;lt;/a&amp;gt; tanggal 23 Februari 2019 periode 06.00 - 12.00 WIB.&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Berdasarkan data seismik, terekam 13 kali gempa guguran dengan durasi 17-80 detik.&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/StatusWaspada?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#StatusWaspada&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; BPPTKG (@BPPTKG) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/BPPTKG/status/1099178402592874498?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;February 23, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, dalam website resminya hari ini melaporkan, Gunung Merapi mengalami 27 kali gempa pada Jumat kemarin.
Rinciannya berdasarkan rekamanan seismograf PVMBG adalah 20 kali gempa guguran, satu kali gempa low frequnecy, tiga kali gempa fase banyak, dua kali gempa tektonik jauh dan satu gempa tektonik lokal.
PVMBG merekomendasikan agar kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak dilakukan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
&amp;ldquo;Radius 3 kilometer dari puncak (Merapi) agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
