<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.300 KK di Jayapura Terdampak Banjir dan Longsor</title><description>Banjir dan longsor melanda 3 distrik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/340/2021942/1-300-kk-di-jayapura-terdampak-banjir-dan-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/23/340/2021942/1-300-kk-di-jayapura-terdampak-banjir-dan-longsor"/><item><title>1.300 KK di Jayapura Terdampak Banjir dan Longsor</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/340/2021942/1-300-kk-di-jayapura-terdampak-banjir-dan-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/23/340/2021942/1-300-kk-di-jayapura-terdampak-banjir-dan-longsor</guid><pubDate>Sabtu 23 Februari 2019 18:47 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/23/340/2021942/1-300-kk-warga-kota-jayapura-terdampak-banjir-dan-longsor-AareecDEqo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir terjang Jayapura (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/23/340/2021942/1-300-kk-warga-kota-jayapura-terdampak-banjir-dan-longsor-AareecDEqo.jpg</image><title>Banjir terjang Jayapura (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Hujan deras sejak Jumat 22 Februari 2019 malam hingga pagi tadi&amp;nbsp;menyebabkan banjir dan longsor melanda Kota Jayapura. Setidaknya, ada tiga distrik yang terkena terjangan banjir dan longsor.&amp;nbsp;
Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ketiga distrik meliputi Distrik Abepura yang terdiri dari Pasar Yatefa, Komplek Organda, Komplek Puskopad Furia, Kotaraja Dalam, Komplek Otonom Kotaraja.
Kemudian, Distrik Heram meliputi Perumnas IV, Komplek Organdam; dan Distrik Jayapura Selatan meliputi Komplek SMU 4, Komplek Thomas, Komplek PTC Entrop, Komplek Hamadi. &quot;Ketinggian banjir bervariasi antara 0.5 - 1,5 meter,&quot; ujar Sutopo dalam keterangan resminya, Sabtu (23/2/2019).

Adapun warga yang terdampak ada 1.300 kepala keluarga (KK), sementara untuk korban jiwa nihil dan kerusakan yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Jayapura Diguyur Hujan Lebat, Air Setinggi Dada Orang Dewasa Genangi Perumahan)
Sutopo mengatakan, untuk upaya yang dilakukan Pemda beserta TNI/Polri melakukan evakuasi kepada warga terdampak dengan menyiagakan 5 perahu karet, memberikan pelayanan kebutuhan permakanan dan kesehatan di 4 titik pos lapangan dan pengungsian, yaitu Poskopad Furia, Komplek Pasar Yatefa, Komplek Organda, SMU 4.
&quot;Sebagian besar banjir telah surut, tinggal 2 lokasi di Pasar Yatefa dan Komplek Organda,&quot; katanya.
Pemkot Jayapura tidak menetapkan status Tanggap Darurat karena saat ini status daruratnya masih Transisi Darurat ke Pemulihan sejak 8 Januari 2019 sampai dengan 8 April 2019. Sementara Pemerintah Provinsi Papua melalui BPBD Provinsi Papua memberikan dukungan personel  dan logistik berupa 20 paket kesehatan keluarga, 50 paket family kit, 18 paket tambahan gizi, 5 karton sarden besar, 3 karton teh cap bendera, 2 karton sarden kecil, 2 karton garam, 50 paket perlengkapan makan, BPBD Kota Jayapura juga telah memberikan dukungan air bersih.

(Baca Juga:&amp;nbsp;Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sarolangun Jambi)
Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah berada di Jayapura untuk melakukan pendampingan penanganan darurat. Selain itu, BNPB memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta kepada wali kota Jayapura.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan deras sejak Jumat 22 Februari 2019 malam hingga pagi tadi&amp;nbsp;menyebabkan banjir dan longsor melanda Kota Jayapura. Setidaknya, ada tiga distrik yang terkena terjangan banjir dan longsor.&amp;nbsp;
Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ketiga distrik meliputi Distrik Abepura yang terdiri dari Pasar Yatefa, Komplek Organda, Komplek Puskopad Furia, Kotaraja Dalam, Komplek Otonom Kotaraja.
Kemudian, Distrik Heram meliputi Perumnas IV, Komplek Organdam; dan Distrik Jayapura Selatan meliputi Komplek SMU 4, Komplek Thomas, Komplek PTC Entrop, Komplek Hamadi. &quot;Ketinggian banjir bervariasi antara 0.5 - 1,5 meter,&quot; ujar Sutopo dalam keterangan resminya, Sabtu (23/2/2019).

Adapun warga yang terdampak ada 1.300 kepala keluarga (KK), sementara untuk korban jiwa nihil dan kerusakan yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Jayapura Diguyur Hujan Lebat, Air Setinggi Dada Orang Dewasa Genangi Perumahan)
Sutopo mengatakan, untuk upaya yang dilakukan Pemda beserta TNI/Polri melakukan evakuasi kepada warga terdampak dengan menyiagakan 5 perahu karet, memberikan pelayanan kebutuhan permakanan dan kesehatan di 4 titik pos lapangan dan pengungsian, yaitu Poskopad Furia, Komplek Pasar Yatefa, Komplek Organda, SMU 4.
&quot;Sebagian besar banjir telah surut, tinggal 2 lokasi di Pasar Yatefa dan Komplek Organda,&quot; katanya.
Pemkot Jayapura tidak menetapkan status Tanggap Darurat karena saat ini status daruratnya masih Transisi Darurat ke Pemulihan sejak 8 Januari 2019 sampai dengan 8 April 2019. Sementara Pemerintah Provinsi Papua melalui BPBD Provinsi Papua memberikan dukungan personel  dan logistik berupa 20 paket kesehatan keluarga, 50 paket family kit, 18 paket tambahan gizi, 5 karton sarden besar, 3 karton teh cap bendera, 2 karton sarden kecil, 2 karton garam, 50 paket perlengkapan makan, BPBD Kota Jayapura juga telah memberikan dukungan air bersih.

(Baca Juga:&amp;nbsp;Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sarolangun Jambi)
Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah berada di Jayapura untuk melakukan pendampingan penanganan darurat. Selain itu, BNPB memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta kepada wali kota Jayapura.</content:encoded></item></channel></rss>
