<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Politikus PAN Khawatir Masyarakat Hanya Coblos Presiden</title><description>Eko melihat, saat ini euforia masih tertuju pada Pilpres sehingga dikhawatirkan masyarakat hanya mencoblos capres-cawapres pada Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/605/2021850/politikus-pan-khawatir-masyarakat-hanya-coblos-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/23/605/2021850/politikus-pan-khawatir-masyarakat-hanya-coblos-presiden"/><item><title>Politikus PAN Khawatir Masyarakat Hanya Coblos Presiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/605/2021850/politikus-pan-khawatir-masyarakat-hanya-coblos-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/23/605/2021850/politikus-pan-khawatir-masyarakat-hanya-coblos-presiden</guid><pubDate>Sabtu 23 Februari 2019 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/23/605/2021850/politikus-pan-khawatir-masyarakat-hanya-coblos-presiden-PWjg4QAsCl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk &quot;Menjaga Suara Rakyat:. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/23/605/2021850/politikus-pan-khawatir-masyarakat-hanya-coblos-presiden-PWjg4QAsCl.jpg</image><title>Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk &quot;Menjaga Suara Rakyat:. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo, menghawatirkan euforia atau kemeriahan Pemilu 2019 hanya terkonsentrasi di Pilpres. Sementara Pileg, sambung Eko, tidak diminati masyarakat pada Pemilu 2019.
&quot;Euforianya masih terfokus pada Pilpres. Masyarakat lebih konsen ke pilpres. Saya takut orang akan pilih presiden saja,&quot; kata Eko saat menghadiri diskusi MNCTrijaya Network bertajuk &quot;Menjaga Suara Rakyat&quot;&amp;nbsp; di D'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).&amp;lrm;
Eko melihat saat ini, antusiasme masyarakat hanya terfokus di Capres-Cawapres 2019. &amp;lrm;Namun, kata Eko, hal tersebut tidak terjadi untuk caleg-caleg di Pemilu 2019.



&quot;Nah ini sebenarnya PR buat kita juga ini. Artinya, Bawaslu, KPU dan sebagainya termasuk juga media, karena yang saya takutkan akan terjadi, orang akan memilih presiden saja, lalu nanti DPR RI, DPRD tingkat 2 tingkat 1 jadi tidak maksimal hasilnya,&quot; ucapnya.

(Baca Juga : 30% Masyarakat Diprediksi Golput di Pemilu 2019, Ini Alasannya)

Pemilu 2019 akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Pemilu tahun ini akan dilakukan serentak antara Pilpres dan Pileg. Nantinya, masyarakat memilih Presiden dan Wakilnya sekaligus memilih calon legislatif, baik di tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi, ataupun DPR RI.

(Baca Juga : Menangkan Jokowi di Sumsel, TKN-TKD Tetap Kencangkan Mesin Politik)

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo, menghawatirkan euforia atau kemeriahan Pemilu 2019 hanya terkonsentrasi di Pilpres. Sementara Pileg, sambung Eko, tidak diminati masyarakat pada Pemilu 2019.
&quot;Euforianya masih terfokus pada Pilpres. Masyarakat lebih konsen ke pilpres. Saya takut orang akan pilih presiden saja,&quot; kata Eko saat menghadiri diskusi MNCTrijaya Network bertajuk &quot;Menjaga Suara Rakyat&quot;&amp;nbsp; di D'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).&amp;lrm;
Eko melihat saat ini, antusiasme masyarakat hanya terfokus di Capres-Cawapres 2019. &amp;lrm;Namun, kata Eko, hal tersebut tidak terjadi untuk caleg-caleg di Pemilu 2019.



&quot;Nah ini sebenarnya PR buat kita juga ini. Artinya, Bawaslu, KPU dan sebagainya termasuk juga media, karena yang saya takutkan akan terjadi, orang akan memilih presiden saja, lalu nanti DPR RI, DPRD tingkat 2 tingkat 1 jadi tidak maksimal hasilnya,&quot; ucapnya.

(Baca Juga : 30% Masyarakat Diprediksi Golput di Pemilu 2019, Ini Alasannya)

Pemilu 2019 akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Pemilu tahun ini akan dilakukan serentak antara Pilpres dan Pileg. Nantinya, masyarakat memilih Presiden dan Wakilnya sekaligus memilih calon legislatif, baik di tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi, ataupun DPR RI.

(Baca Juga : Menangkan Jokowi di Sumsel, TKN-TKD Tetap Kencangkan Mesin Politik)

</content:encoded></item></channel></rss>
