<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>30% Masyarakat Diprediksi Golput di Pemilu 2019, Ini Alasannya</title><description>LSI memperkirakan ada 30 persen masyarakat golongan putih atau golput alias tidak memberikan hak suaranya di Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/606/2021835/30-masyarakat-diprediksi-golput-di-pemilu-2019-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/23/606/2021835/30-masyarakat-diprediksi-golput-di-pemilu-2019-ini-alasannya"/><item><title>30% Masyarakat Diprediksi Golput di Pemilu 2019, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/23/606/2021835/30-masyarakat-diprediksi-golput-di-pemilu-2019-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/23/606/2021835/30-masyarakat-diprediksi-golput-di-pemilu-2019-ini-alasannya</guid><pubDate>Sabtu 23 Februari 2019 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/23/606/2021835/30-masyarakat-diprediksi-golput-di-pemilu-2019-ini-alasannya-biU3CCX01m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Polemik MNC Trijaya &quot;Menjaga Suara Rakyat&quot; (Arie/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/23/606/2021835/30-masyarakat-diprediksi-golput-di-pemilu-2019-ini-alasannya-biU3CCX01m.jpg</image><title>Diskusi Polemik MNC Trijaya &quot;Menjaga Suara Rakyat&quot; (Arie/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memperkirakan ada 30 persen masyarakat golongan putih atau golput alias tidak memberikan hak suaranya di Pemilu 2019. Alasannya berbeda-beda.
Peneliti LSI, Adjie Al Farabi mengatakan, mayoritas masyarakat memilih golput karena alasan teknis atau administratif, di samping pertimbangan ideologis.
&quot;Golput itu banyak alasan, ada yang karena alasan politis atau alasan yang ideologis, tapi itu mungkin hanya di bawah 10 persen. Tapi majority mereka yang golput itu sebetulnya karena alasan yang sifatnya teknis dan administratif,&quot; kata Adjie Al Farabi dalam diskusi Polemik MNCTrijaya bertajuk &amp;lsquo;Menjaga Suara Rakyat&amp;rsquo; di D'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).
Berdasarkan hasil penelitian LSI, sebut Adji, mayoritas masyarakat yang memilih golput karena alasan pindah KTP atau pindah daerah pemilihan (Dapil).
Hal itu membuat mereka enggan mengurus administratif persyaratan mencoblos di tempat baru.
&quot;Kurang lebih dari 30 persen yang golput, 10 persen kan alasannya sifatnya apa namanya, karena ideologi, tapi sisanya sebetulnya karena aasan tekhnis dan administratif,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memperkirakan ada 30 persen masyarakat golongan putih atau golput alias tidak memberikan hak suaranya di Pemilu 2019. Alasannya berbeda-beda.
Peneliti LSI, Adjie Al Farabi mengatakan, mayoritas masyarakat memilih golput karena alasan teknis atau administratif, di samping pertimbangan ideologis.
&quot;Golput itu banyak alasan, ada yang karena alasan politis atau alasan yang ideologis, tapi itu mungkin hanya di bawah 10 persen. Tapi majority mereka yang golput itu sebetulnya karena alasan yang sifatnya teknis dan administratif,&quot; kata Adjie Al Farabi dalam diskusi Polemik MNCTrijaya bertajuk &amp;lsquo;Menjaga Suara Rakyat&amp;rsquo; di D'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).
Berdasarkan hasil penelitian LSI, sebut Adji, mayoritas masyarakat yang memilih golput karena alasan pindah KTP atau pindah daerah pemilihan (Dapil).
Hal itu membuat mereka enggan mengurus administratif persyaratan mencoblos di tempat baru.
&quot;Kurang lebih dari 30 persen yang golput, 10 persen kan alasannya sifatnya apa namanya, karena ideologi, tapi sisanya sebetulnya karena aasan tekhnis dan administratif,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
