<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merapi Luncurkan Awan Panas, Waspadai Potensi Hujan Abu</title><description>Gunung Merapi pada siang ini diketahui menyemburkan awan panas mencapai 1.100 meter ke arah Kali Gendol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/25/512/2022474/merapi-luncurkan-awan-panas-waspadai-potensi-hujan-abu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/25/512/2022474/merapi-luncurkan-awan-panas-waspadai-potensi-hujan-abu"/><item><title>Merapi Luncurkan Awan Panas, Waspadai Potensi Hujan Abu</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/25/512/2022474/merapi-luncurkan-awan-panas-waspadai-potensi-hujan-abu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/25/512/2022474/merapi-luncurkan-awan-panas-waspadai-potensi-hujan-abu</guid><pubDate>Senin 25 Februari 2019 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/25/512/2022474/merapi-luncurkan-awan-panas-waspadai-potensi-hujan-abu-uZAfHx9R9c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/25/512/2022474/merapi-luncurkan-awan-panas-waspadai-potensi-hujan-abu-uZAfHx9R9c.jpg</image><title>Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Gunung Merapi terpantau menyemburkan awan panas dengan jarak luncur mencapai 1.100 meter ke arah Kali Gendol. Warga pun diminta mewaspadai potensi terjadinya hujan abu sebagai akibat luncuran awan panas dan lava tersebut.
(Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1.100 Meter)
 
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis guguran awan panas terjadi pukul 11.24 WIB. Kondisi puncak Merapi diselimuti kabut sehingga tidak terpantau kamera CCTV.
&quot;Telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 11.24 WIB dengan durasi 110 detik, jarak luncur 1.100 meter, dan arah ke Kali Gendol. Awan panas tidak teramati dari CCTV karena cuaca berkabut,&quot; tulis petugas BPPTKG, sebagaimana dilansir akun Twitter @BPPTKG, Senin (25/2/2019).
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;id&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Telah terjadi awanpanas guguran di G. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Merapi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Merapi&amp;lt;/a&amp;gt; pada pukul 11.24 WIB dengan durasi 110 detik, jarak luncur 1100 m, dan arah ke K. Gendol. Awanpanas tidak teramati dari CCTV karena cuaca berkabut. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/StatusWaspada?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#StatusWaspada&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/R5VGf3TPsB&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/R5VGf3TPsB&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; BPPTKG (@BPPTKG) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/BPPTKG/status/1099891459887587331?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;25 Februari 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
(Baca juga: Gunung Merapi Dilanda 46 Kali Gempa hingga Siang Ini, Radius 3 Km Harus Dikosongkan)
 
Meski aktivitas vulkanik Gunung Merapi cukup tinggi, statusnya masih Waspada atau Level II. Rekomendasinya adalah radius 3 kilometer dari puncak harus steril dari aktivitas warga. Selain itu, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III diimbau selalu waspada.
&quot;Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga warga Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,&quot; tulisnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Gunung Merapi terpantau menyemburkan awan panas dengan jarak luncur mencapai 1.100 meter ke arah Kali Gendol. Warga pun diminta mewaspadai potensi terjadinya hujan abu sebagai akibat luncuran awan panas dan lava tersebut.
(Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1.100 Meter)
 
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis guguran awan panas terjadi pukul 11.24 WIB. Kondisi puncak Merapi diselimuti kabut sehingga tidak terpantau kamera CCTV.
&quot;Telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 11.24 WIB dengan durasi 110 detik, jarak luncur 1.100 meter, dan arah ke Kali Gendol. Awan panas tidak teramati dari CCTV karena cuaca berkabut,&quot; tulis petugas BPPTKG, sebagaimana dilansir akun Twitter @BPPTKG, Senin (25/2/2019).
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;id&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Telah terjadi awanpanas guguran di G. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Merapi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Merapi&amp;lt;/a&amp;gt; pada pukul 11.24 WIB dengan durasi 110 detik, jarak luncur 1100 m, dan arah ke K. Gendol. Awanpanas tidak teramati dari CCTV karena cuaca berkabut. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/StatusWaspada?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#StatusWaspada&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/R5VGf3TPsB&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/R5VGf3TPsB&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; BPPTKG (@BPPTKG) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/BPPTKG/status/1099891459887587331?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;25 Februari 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
(Baca juga: Gunung Merapi Dilanda 46 Kali Gempa hingga Siang Ini, Radius 3 Km Harus Dikosongkan)
 
Meski aktivitas vulkanik Gunung Merapi cukup tinggi, statusnya masih Waspada atau Level II. Rekomendasinya adalah radius 3 kilometer dari puncak harus steril dari aktivitas warga. Selain itu, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III diimbau selalu waspada.
&quot;Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga warga Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,&quot; tulisnya.</content:encoded></item></channel></rss>
