<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mendagri Berharap Tingkat Partisipasi Pemilih pada Pemilu Serentak Tinggi   </title><description>Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak Tahun 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/28/605/2024043/mendagri-berharap-tingkat-partisipasi-pemilih-pada-pemilu-serentak-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/28/605/2024043/mendagri-berharap-tingkat-partisipasi-pemilih-pada-pemilu-serentak-tinggi"/><item><title> Mendagri Berharap Tingkat Partisipasi Pemilih pada Pemilu Serentak Tinggi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/28/605/2024043/mendagri-berharap-tingkat-partisipasi-pemilih-pada-pemilu-serentak-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/28/605/2024043/mendagri-berharap-tingkat-partisipasi-pemilih-pada-pemilu-serentak-tinggi</guid><pubDate>Kamis 28 Februari 2019 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/28/605/2024043/mendagri-berharap-tingkat-partisipasi-pemilih-pada-pemilu-serentak-tinggi-0Pnf3liogn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/28/605/2024043/mendagri-berharap-tingkat-partisipasi-pemilih-pada-pemilu-serentak-tinggi-0Pnf3liogn.jpg</image><title>Foto Istimewa</title></images><description>

BATAM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak Tahun 2019 sebagaimana yang ditargetkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat tercapai.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan target KPU yang kita dukung bersama minimal 78 % untuk Pileg dan Pilpres Serentak akan bisa terwujud dengan baik,&amp;rdquo; ujar Tjahjo Kumolo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional Dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, Kamis (28/2/2019).

Berkaca pada Pemilu sebelum-sebelumnya, Mendagri mengatakan, tingkat partisipasi Pemilih pada Pemilu 1955 dapat dibilang tergolong paling tinggi. Selanjutnya, setelah reformasi, hingga pelaksanaan Pemilu 2014 dan Pilkada Serentak rata-rata partisipasi masyarakat mencapai 74.

&amp;ldquo;Karena kunci suksesnya sebuah proses konsolidasi demokrasi yang namanya Pemilu itu tingkat partisipasi politik masyarakat itu harus secara maksimal,&amp;rdquo; ujar Tjahjo.
&amp;nbsp;
Tugas utama Pemerintah setiap 5 (lima) tahun, sambung Tjahjo,  adalah bagaimana secara bersama-sama membantu suksesnya peran penyelenggara, di antaranya KPU dan Bawaslu, dalam penyelenggaraan Pemilu. Tugas pemerintah pusat dan tugas pemerintah daerah, termasuk TNI-Polri membantu apa-apa yang dibutuhkan dalam tugas melancarkan KPU dalam pelaksanaan Pemilu.

&amp;ldquo;Kami mengapresiasi kepada KPU dan Bawaslu yang telah sukses mengadakan Pilkada Serentak di 514 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi dengan segala dinamikanya. Semua Pilkada ini telah berjalan dengan lancar dan aman,&amp;rdquo; ujar Tjahjo.

Untuk itu, dalam meningkatkan tingkat partisipasi pemilih, Tjahjo juga meminta kepada, seluruh pihak untuk menggerakkan dan mengorganisir masyarakat untuk hadir di TPS menggunakan hak pilihnya secara demokratis.

&amp;ldquo;Mari kita bersama-sama supaya target KPU yang minimal 78% ini akan bisa terwujud dg baik,&amp;rdquo; tandas Mendagri.
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo juga menyampaikan seputar tingkat perekaman KTP-el yang hingga saat ini berada di angka 97,7 persen. Tjahjo menargetkan bisa mencapai angka 98 persen.

&amp;ldquo;Ternyata kondisi geografis kita kondisi masyarakat kita yang bekerja, yang bolak balik di luar negeri itu belum secara maksimal terakomodasi dengan baik. Tapi minimal target kami sampai 98 % mudah-mudahan ini bisa ikut mendukung tingkat prtisipasi politik masyasrakat di dalam Pemilu,&amp;rdquo; papar Tjahjo.

Selanjutnya, menyoal kewaspadaan, Tjahjo meyakini bahwa seluruh pihak siap dalam upaya mendukung kesuksesan Pemilu, dengan melakukan deteksi dini dalam konteks kewaspadaan.


&amp;ldquo;Para Gubernur, Bupati/Walikota percayakan itu kepada TNI/Polri. Netralitas TNI yang sudah ada SOP-nya dalam tugas-tugas keamanan, juga kepada Kepolisian dalam rangka tugas-tugas pengamanan Pemilu, termasuk Kejaksaan dan koordinasi penuh dengan Panwas yang ada di daerah,&amp;rdquo; pungkas Tjahjo.

</description><content:encoded>

BATAM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak Tahun 2019 sebagaimana yang ditargetkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat tercapai.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan target KPU yang kita dukung bersama minimal 78 % untuk Pileg dan Pilpres Serentak akan bisa terwujud dengan baik,&amp;rdquo; ujar Tjahjo Kumolo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional Dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, Kamis (28/2/2019).

Berkaca pada Pemilu sebelum-sebelumnya, Mendagri mengatakan, tingkat partisipasi Pemilih pada Pemilu 1955 dapat dibilang tergolong paling tinggi. Selanjutnya, setelah reformasi, hingga pelaksanaan Pemilu 2014 dan Pilkada Serentak rata-rata partisipasi masyarakat mencapai 74.

&amp;ldquo;Karena kunci suksesnya sebuah proses konsolidasi demokrasi yang namanya Pemilu itu tingkat partisipasi politik masyarakat itu harus secara maksimal,&amp;rdquo; ujar Tjahjo.
&amp;nbsp;
Tugas utama Pemerintah setiap 5 (lima) tahun, sambung Tjahjo,  adalah bagaimana secara bersama-sama membantu suksesnya peran penyelenggara, di antaranya KPU dan Bawaslu, dalam penyelenggaraan Pemilu. Tugas pemerintah pusat dan tugas pemerintah daerah, termasuk TNI-Polri membantu apa-apa yang dibutuhkan dalam tugas melancarkan KPU dalam pelaksanaan Pemilu.

&amp;ldquo;Kami mengapresiasi kepada KPU dan Bawaslu yang telah sukses mengadakan Pilkada Serentak di 514 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi dengan segala dinamikanya. Semua Pilkada ini telah berjalan dengan lancar dan aman,&amp;rdquo; ujar Tjahjo.

Untuk itu, dalam meningkatkan tingkat partisipasi pemilih, Tjahjo juga meminta kepada, seluruh pihak untuk menggerakkan dan mengorganisir masyarakat untuk hadir di TPS menggunakan hak pilihnya secara demokratis.

&amp;ldquo;Mari kita bersama-sama supaya target KPU yang minimal 78% ini akan bisa terwujud dg baik,&amp;rdquo; tandas Mendagri.
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo juga menyampaikan seputar tingkat perekaman KTP-el yang hingga saat ini berada di angka 97,7 persen. Tjahjo menargetkan bisa mencapai angka 98 persen.

&amp;ldquo;Ternyata kondisi geografis kita kondisi masyarakat kita yang bekerja, yang bolak balik di luar negeri itu belum secara maksimal terakomodasi dengan baik. Tapi minimal target kami sampai 98 % mudah-mudahan ini bisa ikut mendukung tingkat prtisipasi politik masyasrakat di dalam Pemilu,&amp;rdquo; papar Tjahjo.

Selanjutnya, menyoal kewaspadaan, Tjahjo meyakini bahwa seluruh pihak siap dalam upaya mendukung kesuksesan Pemilu, dengan melakukan deteksi dini dalam konteks kewaspadaan.


&amp;ldquo;Para Gubernur, Bupati/Walikota percayakan itu kepada TNI/Polri. Netralitas TNI yang sudah ada SOP-nya dalam tugas-tugas keamanan, juga kepada Kepolisian dalam rangka tugas-tugas pengamanan Pemilu, termasuk Kejaksaan dan koordinasi penuh dengan Panwas yang ada di daerah,&amp;rdquo; pungkas Tjahjo.

</content:encoded></item></channel></rss>
