<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Tak Diuntungkan di Pilpres, AHY Minta Kadernya Kerja Keras di Lapangan </title><description>Kendati AHY memahami betul hal yang harus dikerjakan Demokrat tidaklah mudah. Sebab, euforia masyarakat sedang tertuju kepada Pilpres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/02/605/2025037/demokrat-tak-diuntungkan-di-pilpres-ahy-minta-kadernya-kerja-keras-di-lapangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/02/605/2025037/demokrat-tak-diuntungkan-di-pilpres-ahy-minta-kadernya-kerja-keras-di-lapangan"/><item><title>Demokrat Tak Diuntungkan di Pilpres, AHY Minta Kadernya Kerja Keras di Lapangan </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/02/605/2025037/demokrat-tak-diuntungkan-di-pilpres-ahy-minta-kadernya-kerja-keras-di-lapangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/02/605/2025037/demokrat-tak-diuntungkan-di-pilpres-ahy-minta-kadernya-kerja-keras-di-lapangan</guid><pubDate>Sabtu 02 Maret 2019 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/02/605/2025037/demokrat-tak-diuntungkan-di-pilpres-ahy-minta-kadernya-kerja-keras-di-lapangan-6REC6W3ZCk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/02/605/2025037/demokrat-tak-diuntungkan-di-pilpres-ahy-minta-kadernya-kerja-keras-di-lapangan-6REC6W3ZCk.jpg</image><title>Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa partainya tak diuntungkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, hanya partai yang kadernya diusung sebagai capres-cawapres yang diuntungkan, dan ini menjadi tantangan bagi Demokrat.
&quot;Ini memang menjadi tantangan yang luar biasa bagi seluruh parpol kecuali parpol yang memang punya kader utama sebagai kandidat capres dan cawapres, dalam hal ini hanya ada dua partai yang sangat diuntungkan, tentu ini adalah konsekuensi logis dari sistem seperti ini,&quot; ujar AHY di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (2/3/2019).
Kendati AHY memahami betul hal yang harus dikerjakan Demokrat tidaklah mudah. Sebab, euforia masyarakat sedang tertuju kepada Pilpres.
Untuk memastikan kemenangan Demokrat, AHY menunjuk dua orang sebagai Panglima Koordinator Pemenangan Partai. Nama mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli pun terpilih.
(Baca Juga:&amp;nbsp;AHY Tunjuk Soekarwo dan Nachrowi Ramli Jadi Panglima Pemenang Demokrat)
Pakde Karwo menjadi panglima untuk koordinator wilayah timur, yang mencakup Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Provinsi Maluku, Maluku Utara, seluruh wilayah Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara Nachrowi menjadi panglima koordinator wilayah barat mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Pulau Sumatera. Beliau berdua tentunya akan secara intensif berkoordinasi dengan saya untuk melakukan konsolidasi di berbagai daerah,&quot; ujarnya.

AHY menunjuk keduanya menjadi panglima koordinator timur dan barat sudah atas persetujuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). &quot;Saya diinstruksikan untuk bisa memiliki segala bentuk strategi dalam pelaksanaan pemenangan pemilu bagi Partai Demokrat,&quot; katanya.
Semua caleg juga diinstruksikan turun ke lapangan, karena tak memperoleh efek ekor jas atau coattail effect dari Pilpres 2019. Di Pilpres 2019, Demokrat diketahui telah mendeklarasikan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Sekjen PDIP: Jokowi Tak Sekadar Beretorika 'Setop Impor' seperti Prabowo)
Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sementara Sandiaga Uno sebelumnya Wakil Ketua Umum Gerindra. Namun, Sandiaga memutuskan keluar dari Gerindra dan maju sebagai Cawapres dari independen untuk menghindari gesekan di koalisi.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa partainya tak diuntungkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, hanya partai yang kadernya diusung sebagai capres-cawapres yang diuntungkan, dan ini menjadi tantangan bagi Demokrat.
&quot;Ini memang menjadi tantangan yang luar biasa bagi seluruh parpol kecuali parpol yang memang punya kader utama sebagai kandidat capres dan cawapres, dalam hal ini hanya ada dua partai yang sangat diuntungkan, tentu ini adalah konsekuensi logis dari sistem seperti ini,&quot; ujar AHY di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (2/3/2019).
Kendati AHY memahami betul hal yang harus dikerjakan Demokrat tidaklah mudah. Sebab, euforia masyarakat sedang tertuju kepada Pilpres.
Untuk memastikan kemenangan Demokrat, AHY menunjuk dua orang sebagai Panglima Koordinator Pemenangan Partai. Nama mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli pun terpilih.
(Baca Juga:&amp;nbsp;AHY Tunjuk Soekarwo dan Nachrowi Ramli Jadi Panglima Pemenang Demokrat)
Pakde Karwo menjadi panglima untuk koordinator wilayah timur, yang mencakup Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Provinsi Maluku, Maluku Utara, seluruh wilayah Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara Nachrowi menjadi panglima koordinator wilayah barat mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Pulau Sumatera. Beliau berdua tentunya akan secara intensif berkoordinasi dengan saya untuk melakukan konsolidasi di berbagai daerah,&quot; ujarnya.

AHY menunjuk keduanya menjadi panglima koordinator timur dan barat sudah atas persetujuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). &quot;Saya diinstruksikan untuk bisa memiliki segala bentuk strategi dalam pelaksanaan pemenangan pemilu bagi Partai Demokrat,&quot; katanya.
Semua caleg juga diinstruksikan turun ke lapangan, karena tak memperoleh efek ekor jas atau coattail effect dari Pilpres 2019. Di Pilpres 2019, Demokrat diketahui telah mendeklarasikan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Sekjen PDIP: Jokowi Tak Sekadar Beretorika 'Setop Impor' seperti Prabowo)
Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sementara Sandiaga Uno sebelumnya Wakil Ketua Umum Gerindra. Namun, Sandiaga memutuskan keluar dari Gerindra dan maju sebagai Cawapres dari independen untuk menghindari gesekan di koalisi.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
