<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Venezuela: Dari Rusia sampai Turki, Mengapa Banyak Negara Mengamati Nasib Presiden Maduro?</title><description>Sejak pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyatakan sebagai presiden sementara lebih dari 50 negara mengikutinya dan mendukungnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/03/18/2025139/krisis-venezuela-dari-rusia-sampai-turki-mengapa-banyak-negara-mengamati-nasib-presiden-maduro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/03/18/2025139/krisis-venezuela-dari-rusia-sampai-turki-mengapa-banyak-negara-mengamati-nasib-presiden-maduro"/><item><title>Krisis Venezuela: Dari Rusia sampai Turki, Mengapa Banyak Negara Mengamati Nasib Presiden Maduro?</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/03/18/2025139/krisis-venezuela-dari-rusia-sampai-turki-mengapa-banyak-negara-mengamati-nasib-presiden-maduro</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/03/18/2025139/krisis-venezuela-dari-rusia-sampai-turki-mengapa-banyak-negara-mengamati-nasib-presiden-maduro</guid><pubDate>Minggu 03 Maret 2019 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/03/18/2025139/krisis-venezuela-dari-rusia-sampai-turki-mengapa-banyak-negara-mengamati-nasib-presiden-maduro-Mfj7zVSGFF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Venezuela mendapatkan banyak perhatian dunia. (Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/03/18/2025139/krisis-venezuela-dari-rusia-sampai-turki-mengapa-banyak-negara-mengamati-nasib-presiden-maduro-Mfj7zVSGFF.jpg</image><title>Krisis Venezuela mendapatkan banyak perhatian dunia. (Getty Images)</title></images><description>SEJAK pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara - langkah yang mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Amerika Serikat - lebih dari 50 negara mengikutinya dan berjanji mendukungnya.
Tetapi presiden sosialis Venezuela, Nicolas Maduro, masih memiliki sejumlah teman di dunia, termasuk negara yang jauh tanpa hubungan sejarah atau perdagangan dengan negara Amerika Latin ini.
Dalam beberapa kasus, perdebatan Maduro-Guaido mengungkapkan perpecahan di dalam pemerintah, seperti yang kita saksikan di Italia, di mana anggota koalisi konflik karena pemimpin Venezuela yang mereka dukung.
Tetapi lebih dari itu, adalah negara-negara yang hubungannya tidak baik dengan AS yang mengikuti perkembangan dengan seksama.
Kelompok inilah yang berkembang pesat dalam puluhan terakhir.
Apa yang membuat Venezuela menarik perhatian begitu besar?

Investasi Cina
&amp;nbsp;Kekhawatiran utama Cina terkait dengan Venezuela sepertinya diwakili 11 angka dalam dolar Amerika.
Cina diyakini meminjamkan lebih dari US$50 miliar atau Rp704 triliun kepada pemerintah Venezuela.
Pada kenyataaannya, sejumlah pengamat memperkirakan investasi Beijing di negara Amerika Selatan tersebut melebihi US$67 miliar atau Rp943 triliun.
Di saat di mana banyak pihak meragukan kemampuan Venezuela membayar utang, Cina menjadi kreditor terbesar pemerintah Maduro.
Tetapi hal ini membuat pejabat Cina menjadi bagian dari kelompok yang paling dirugikan jika Venezuela gagal membayar.



Meskipun demikian, Venezuela diperkirakan telah membayar sebagian besar utang ke Cina.
Carlos de Sousa, ahli Amerika Latin di Oxford Economics, mengatakan kepada BBC, Venezuela masih berutang paling tidak US$16 miliar atau Rp225 triliun kepada investor Cina.
Keputusan Cina untuk berinvestasi bersifat strategis, menurut Carlos de Sousa. &quot;Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar yang telah terbukti di dunia,&quot; katanya. &quot;Masuk akal bagi Cina untuk berinvestasi di Venezuela guna mengamankan sumber minyak, yang diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Cina.
Tetapi sepertinya terdapat ketidaknyamanan terkait berbagai pinjaman.
Ragu dan tidak mengambil keputusan
 
Russ Dallen, dari bank investasi Caracas Capital Markets,  mengatakan kepada televisi CNBC minggu lalu bahwa Cina khawatir pihak  oposisi Venezuela tidak mengakui utang selama masa mantan Presiden Hugo  Chavez atau menemukan 'cacat hukum' sehingga tidak akan membayar  kembali.
Juan Guaido berusaha menepis keraguan tersebut.
&quot;Pemerintah kami akan berusaha keras untuk menghormati kewajiban  internasional kami,&quot; katanya dalam wawancara dengan koran Cina, South  China Morning Post pada permulaan bulan Februari. &quot;Semua kesepakatan  yang ditandatangani dengan Cina akan dihormati.&quot;



Pemerintah Cina telah menunjukkan dukungan kepada Nicolas Maduro,  tetapi para pejabat di Beijing juga mengatakan mereka berbicara dengan  &quot;semua pihak&quot; yang terlibat dalam konflik, sebuah isyarat yang menurut  sejumlah pengamat menunjukkan perhatian utama Cina adalah masalah  ekonomi, bukannya politik.
Wartawan BBC Cina, Vincent Ni percaya &quot;Cina masih belum memutuskan pihak yang akan didukung di Venezuela.&quot;
&quot;Tidak akan mengejutkan jika mereka ternyata mendukung Guiado,&quot;  katanya. &quot;Saat Arab Spring, Cina mendukung pemimpin Libia Gaddafi sampai  kejatuhannya. Setelah dia digulingkan, mereka mengubah posisi dan tidak  seorang pun merasa terganggu.&quot;
Rusia dan dua medan perang
 
Venezuela terus muncul di media Rusia. Negara itu mengamati dengan seksama kejadian di Amerika Selatan.
Presiden Vladimir Putin dengan tegas mendukung Nicolas Maduro di Venezuela.
&quot;Venezuela secara geopolitik sangat penting bagi Rusia,&quot; kata Carlos  de Sousa, &quot;untuk menghadapi kepentingan AS di kawasan di mana Rusia  merasa pengaruh tradisionalnya terancam.&quot;
&quot;Konflik dengan AS di Ukraina adalah keadaan yang mengganggu Rusia.  Jadi sebaliknya pemerintah Putin akan melakukan hal yang sama di  Venezuela,&quot; kata pengamat Oxford Economics itu.
&quot;Rusia mengatakan kepada AS: Sekarang giliran saya untuk mengusik Anda dan kepentingan Anda di halaman 'belakang' Anda.&quot;
Tetapi di Rusia, Venezuela membuka perdebatan di dalam negeri, di samping juga yang terkait dengan masalah luar negeri.
Redaktur BBC Rusia, Famil Ismailov, mengatakan, &quot;Pada umumnya orang  Rusia lelah membantu pemerintahan asing - seperti di Suriah atau  Venezuela - dibandingkan menanam modal tersebut di dalam negeri. Tetapi  pemerintah Rusia memiliki mesin propaganda internal yang sangat kuat.&quot;
Menurut unit BBC yang memonitor media internasional, media pemerintah  Rusia menggarisbawahi unjuk rasa pro-Maduro di Venezuela sementara  mempertanyakan dukungan terhadap oposisi Venezuela di negaranya.


Carlos de Sousa mengatakan kepentingan ekonomi Rusia sangat jelas:   &quot;Moskow menginvestasikan - dalam bentuk pinjaman atau secara langsung -   sekitar US$10 miliar atau Rp140 triliun,&quot; katanya.
Beberapa pengamat memperkirakan angka ini dapat mencapai US$17 miliar atau Rp239 triliun.
Carlos de Sousa mengatakan Rusia memandang turunnya produksi minyak   dan resesi ekonomi di Venezuela sebagai kesempatan untuk membeli aset   pada industri minyak negara itu dengan harga yang murah.
Tetapi beberapa anggota parlemen Rusia menjadi khawatir. Sejumlah   pertanyaan dilontarkan terkait nasib uang yang dipinjamkan ke Venezuela   karena khawatir investasi Rusia tidak akan kembali.



Famil Ismailov percaya tidak terlalu banyak harapan Venezuela akan membayar pinjaman.
&quot;Ketika Rusia investasi di sebuah negara, mereka melakukannya karena   alasan politik bukan karena ekonomi, &quot;katanya. &quot;Dana (yang diberikan ke   Venezuela) tidak akan kembali. Ini adalah pembayaran kepada Venezuela   karena mendukung kepentingan Rusia.&quot;
&quot;Sangatlah penting bagi pemerintah Rusia untuk menunjukkan bahwa,   meskipun sanksi diterapkan, mereka memainkan peran adidaya, lewat ikatan   dengan negara sahabat. Adalah berguna membayar untuk itu.&quot;
Meskipun demikian, Carlos de Sousa memandang Rusia kemungkinan akan mendapatkan kembali 50% dari yang telah diberikan ke Maduro.
Menurut de Sousa, perusahaan minyak pemerintah Venezuela PDVSA telah   membayar kembali sekitar setengah dari pinjaman US$6 miliar atau Rp84   triliun yang diterima dari Rosneft perusahaan minyak pemerintah Rusia.   &quot;Sisa pinjaman kemungkinan akan hilang sama sekali,&quot; kata de Sousa.
&quot;Tetapi saya pikir investasi langsung Rosneft di sumur minyak di   Venezuela bagian selatan tidak akan lenyap karena oposisi Venezeula   telah mengisyaratkan kepada Cina dan Rusia bahwa mereka ingin   melanjutkan perdagangan dengan mereka lewat pemerintah yang akan mereka   pimpin, karena mereka tertarik pada investasi asing dari manapun.&quot;



Pada kenyataannya negara Amerika Selatan   menjadi topik pembicaraan di Iran pasca pemilihan presiden tahun 2017.
Karena itulah kata baru muncul dalam bahasa Persia, 'Venezuleoi',   atau 'Venezuelaisation'. Ebrahim Khalili menjelaskan artinya sebagai   &quot;tiba pada keruntuhan ekonomi yang sama seperti yang dialami Venezuela.&quot;
Emas Turki dan Venezuela
Nicolas Maduro juga adalah nama yang dikenal di Turki. September    lalu, video pemimpin Venezuela makan di salah satu rumah makan paling    mewah di Istanbul menjadi viral, memicu kontroversi tentang kelaparan di    Venezuela dan pilihan tempat makan malam pemimpin sosialis tersebut.
Pada kunjungan keempat presiden Venezuela ke Turki, yang telah dimulai sejak tahun 2016, hubungan kedua negara mulai berkembang.
Ini adalah tahun yang sama ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan    selamat dari usaha kudeta, di mana Nicolas Maduro adalah salah satu    pemimpin dunia yang mendukung Erdogan.
Meskipun anggota NATO yang artinya sekutu AS, hubungan Turki dengan    pemerintah Trump menghadapi guncangan, bukan hanya karena perbedaan    terkait Suriah.
Parlemen Turki memiliki kelompok &quot;persahabatan&quot; Turki-Venezuela.    Pemimpinnya Kerem Ali Surekli, dari partai yang berkuasa AKP mengatakan    &quot;Baik Turki maupun Venezuela mengalami campur tangan luar yang mereka    tolak.&quot;
Persekutuan politik Turki dengan Venezuela juga mengaitkan aspek ekonomi.
Carlos de Sousa dari Oxford Economics mengatakan, &quot;Turki adalah    penghasil perhiasaan yang sangat penting dan salah satu pengimpor emas    terbesar dunia. Sejak tahun lalu, Turki menjadi salah satu rekan bisnis    penting Venezuela lewat pembelian emas.&quot;



&quot;Produksi minyak anjlok, sehingga rezim Venezuela melihat tambang emas sebagai penggantinya,&quot; kata Carlos de Sousa.
&quot;Mereka melegalkan pertambangan di Negara Bagian Bolivar dengan    proyek Arco Minero, daerah yang sebelumnya adalah taman nasional yang    dilindungi.&quot;
Tahun lalu, nilai ekspor emas dari Caracas ke Ankara mencapai hampir    US$900 juta atau Rp12,7 miliar, angka yang melampaui volume  keseluruhan   perdagangan kedua negara periode antara 2013 dan 2017.
AS menyatakan sebagian emas Venezuela muncul di Iran, sehingga    melanggar sanksi terhadap Teheran. Turki menyangkal terlibat perdagangan    tersebut.
India dan minyak mentah
Keadaan di Venezuela tidak menjadi utama di media India, tetapi sektor bisnis sebenarnya sangat tertarik.
India diperkirakan pembeli kedua atau ketiga terbesar minyak Venezuela dalam 10 tahun terakhir.



Dalam beberapa minggu terakhir, nama India beredar karena kemungkinan dapat membantu pemerintah Maduro.
Ini terjadi setelah AS, yang biasanya tujuan utama minyak mentah     Venezuela, menerapkan sanksi pada PDVSA, perusahaan minyak pemerintah     Venezuela, di akhir bulan Januari.
Tetapi terdapat sejumlah masalah keuangan yang membuat India sulit menggantikan AS.
Minyak mentah Venezuela cukup berat dan memerlukan pemrosesan bahan     pengencer untuk menjadikannya larutan yang lebih ringan yang pada     akhirnya dapat diekspor. Meskipun demikian sanksi AS juga diterapkan     pada bahan pengencer.
Ahli kajian energi dan lingkungan Gateway House Global Indian     Council, Amit Bhandari, mengatakan terdapat dua tempat penyulingan India     yang dapat memproses minyak sangat berat, tetapi keduanya milik    swasta,  sehingga membuatnya lebih diberatkan sanksi AS dibandingkan    perusahaan  pemerintah.
&quot;AS adalah rekan dagang terbesar kami, bukan dalam bentuk barang,     tetapi dalam bidang jasa. Banyak perusahaan yang berinvestasi di India     adalah milik Amerika. Dan kami berbagi nilai, sebagai sesama negara     demokrasi,&quot; kata Amit Bhandari.
Menteri perminyakan Venezuela dan pimpinan PDVSA, Manuel Quevedo,     pada kunjungannya baru-baru ini ke India mengatakan dirinya &quot;telah     melakukan pertemuan produktif dan Venezuela akan tetap melanjutkan     perdagangan minyak.&quot;



Tetapi Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton lewat Twitter     memperingatkan: &quot;Negara dan perusahaan pendukung pencurian Maduro atas     sumber daya Venezuela tidak akan dilupakan.&quot;
Menurut Bhandari, yang dikhawatirkan pejabat India terutama adalah     peningkatan harga minyak di pasar dunia, karena dipicu krisis  Venezuela.

(Baca Juga : Diiming-Imingi Rp280 Juta, Ratusan Tentara Venezuela Membelot ke Kolombia)

Setelah Cina dan AS, India adalah importir terbesar minyak mentah dunia.
&quot;Kekhawatiran terbesar India adalah karena kami mengimpor sebesar 85%     dari konsumsi minyak. Jika minyak Venezuela - pasokan minyak mentah     besar - tidak ada di pasar, harga akan naik bagi semuanya, apakah   mereka   konsumen Venezuela atau tidak,&quot; kata ahli India. &quot;Itu akan   menyakitkan   kami.&quot;

(Baca Juga : AS Perkeras Usaha untuk Singkirkan Presiden Venezuela Maduro)</description><content:encoded>SEJAK pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara - langkah yang mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Amerika Serikat - lebih dari 50 negara mengikutinya dan berjanji mendukungnya.
Tetapi presiden sosialis Venezuela, Nicolas Maduro, masih memiliki sejumlah teman di dunia, termasuk negara yang jauh tanpa hubungan sejarah atau perdagangan dengan negara Amerika Latin ini.
Dalam beberapa kasus, perdebatan Maduro-Guaido mengungkapkan perpecahan di dalam pemerintah, seperti yang kita saksikan di Italia, di mana anggota koalisi konflik karena pemimpin Venezuela yang mereka dukung.
Tetapi lebih dari itu, adalah negara-negara yang hubungannya tidak baik dengan AS yang mengikuti perkembangan dengan seksama.
Kelompok inilah yang berkembang pesat dalam puluhan terakhir.
Apa yang membuat Venezuela menarik perhatian begitu besar?

Investasi Cina
&amp;nbsp;Kekhawatiran utama Cina terkait dengan Venezuela sepertinya diwakili 11 angka dalam dolar Amerika.
Cina diyakini meminjamkan lebih dari US$50 miliar atau Rp704 triliun kepada pemerintah Venezuela.
Pada kenyataaannya, sejumlah pengamat memperkirakan investasi Beijing di negara Amerika Selatan tersebut melebihi US$67 miliar atau Rp943 triliun.
Di saat di mana banyak pihak meragukan kemampuan Venezuela membayar utang, Cina menjadi kreditor terbesar pemerintah Maduro.
Tetapi hal ini membuat pejabat Cina menjadi bagian dari kelompok yang paling dirugikan jika Venezuela gagal membayar.



Meskipun demikian, Venezuela diperkirakan telah membayar sebagian besar utang ke Cina.
Carlos de Sousa, ahli Amerika Latin di Oxford Economics, mengatakan kepada BBC, Venezuela masih berutang paling tidak US$16 miliar atau Rp225 triliun kepada investor Cina.
Keputusan Cina untuk berinvestasi bersifat strategis, menurut Carlos de Sousa. &quot;Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar yang telah terbukti di dunia,&quot; katanya. &quot;Masuk akal bagi Cina untuk berinvestasi di Venezuela guna mengamankan sumber minyak, yang diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Cina.
Tetapi sepertinya terdapat ketidaknyamanan terkait berbagai pinjaman.
Ragu dan tidak mengambil keputusan
 
Russ Dallen, dari bank investasi Caracas Capital Markets,  mengatakan kepada televisi CNBC minggu lalu bahwa Cina khawatir pihak  oposisi Venezuela tidak mengakui utang selama masa mantan Presiden Hugo  Chavez atau menemukan 'cacat hukum' sehingga tidak akan membayar  kembali.
Juan Guaido berusaha menepis keraguan tersebut.
&quot;Pemerintah kami akan berusaha keras untuk menghormati kewajiban  internasional kami,&quot; katanya dalam wawancara dengan koran Cina, South  China Morning Post pada permulaan bulan Februari. &quot;Semua kesepakatan  yang ditandatangani dengan Cina akan dihormati.&quot;



Pemerintah Cina telah menunjukkan dukungan kepada Nicolas Maduro,  tetapi para pejabat di Beijing juga mengatakan mereka berbicara dengan  &quot;semua pihak&quot; yang terlibat dalam konflik, sebuah isyarat yang menurut  sejumlah pengamat menunjukkan perhatian utama Cina adalah masalah  ekonomi, bukannya politik.
Wartawan BBC Cina, Vincent Ni percaya &quot;Cina masih belum memutuskan pihak yang akan didukung di Venezuela.&quot;
&quot;Tidak akan mengejutkan jika mereka ternyata mendukung Guiado,&quot;  katanya. &quot;Saat Arab Spring, Cina mendukung pemimpin Libia Gaddafi sampai  kejatuhannya. Setelah dia digulingkan, mereka mengubah posisi dan tidak  seorang pun merasa terganggu.&quot;
Rusia dan dua medan perang
 
Venezuela terus muncul di media Rusia. Negara itu mengamati dengan seksama kejadian di Amerika Selatan.
Presiden Vladimir Putin dengan tegas mendukung Nicolas Maduro di Venezuela.
&quot;Venezuela secara geopolitik sangat penting bagi Rusia,&quot; kata Carlos  de Sousa, &quot;untuk menghadapi kepentingan AS di kawasan di mana Rusia  merasa pengaruh tradisionalnya terancam.&quot;
&quot;Konflik dengan AS di Ukraina adalah keadaan yang mengganggu Rusia.  Jadi sebaliknya pemerintah Putin akan melakukan hal yang sama di  Venezuela,&quot; kata pengamat Oxford Economics itu.
&quot;Rusia mengatakan kepada AS: Sekarang giliran saya untuk mengusik Anda dan kepentingan Anda di halaman 'belakang' Anda.&quot;
Tetapi di Rusia, Venezuela membuka perdebatan di dalam negeri, di samping juga yang terkait dengan masalah luar negeri.
Redaktur BBC Rusia, Famil Ismailov, mengatakan, &quot;Pada umumnya orang  Rusia lelah membantu pemerintahan asing - seperti di Suriah atau  Venezuela - dibandingkan menanam modal tersebut di dalam negeri. Tetapi  pemerintah Rusia memiliki mesin propaganda internal yang sangat kuat.&quot;
Menurut unit BBC yang memonitor media internasional, media pemerintah  Rusia menggarisbawahi unjuk rasa pro-Maduro di Venezuela sementara  mempertanyakan dukungan terhadap oposisi Venezuela di negaranya.


Carlos de Sousa mengatakan kepentingan ekonomi Rusia sangat jelas:   &quot;Moskow menginvestasikan - dalam bentuk pinjaman atau secara langsung -   sekitar US$10 miliar atau Rp140 triliun,&quot; katanya.
Beberapa pengamat memperkirakan angka ini dapat mencapai US$17 miliar atau Rp239 triliun.
Carlos de Sousa mengatakan Rusia memandang turunnya produksi minyak   dan resesi ekonomi di Venezuela sebagai kesempatan untuk membeli aset   pada industri minyak negara itu dengan harga yang murah.
Tetapi beberapa anggota parlemen Rusia menjadi khawatir. Sejumlah   pertanyaan dilontarkan terkait nasib uang yang dipinjamkan ke Venezuela   karena khawatir investasi Rusia tidak akan kembali.



Famil Ismailov percaya tidak terlalu banyak harapan Venezuela akan membayar pinjaman.
&quot;Ketika Rusia investasi di sebuah negara, mereka melakukannya karena   alasan politik bukan karena ekonomi, &quot;katanya. &quot;Dana (yang diberikan ke   Venezuela) tidak akan kembali. Ini adalah pembayaran kepada Venezuela   karena mendukung kepentingan Rusia.&quot;
&quot;Sangatlah penting bagi pemerintah Rusia untuk menunjukkan bahwa,   meskipun sanksi diterapkan, mereka memainkan peran adidaya, lewat ikatan   dengan negara sahabat. Adalah berguna membayar untuk itu.&quot;
Meskipun demikian, Carlos de Sousa memandang Rusia kemungkinan akan mendapatkan kembali 50% dari yang telah diberikan ke Maduro.
Menurut de Sousa, perusahaan minyak pemerintah Venezuela PDVSA telah   membayar kembali sekitar setengah dari pinjaman US$6 miliar atau Rp84   triliun yang diterima dari Rosneft perusahaan minyak pemerintah Rusia.   &quot;Sisa pinjaman kemungkinan akan hilang sama sekali,&quot; kata de Sousa.
&quot;Tetapi saya pikir investasi langsung Rosneft di sumur minyak di   Venezuela bagian selatan tidak akan lenyap karena oposisi Venezeula   telah mengisyaratkan kepada Cina dan Rusia bahwa mereka ingin   melanjutkan perdagangan dengan mereka lewat pemerintah yang akan mereka   pimpin, karena mereka tertarik pada investasi asing dari manapun.&quot;



Pada kenyataannya negara Amerika Selatan   menjadi topik pembicaraan di Iran pasca pemilihan presiden tahun 2017.
Karena itulah kata baru muncul dalam bahasa Persia, 'Venezuleoi',   atau 'Venezuelaisation'. Ebrahim Khalili menjelaskan artinya sebagai   &quot;tiba pada keruntuhan ekonomi yang sama seperti yang dialami Venezuela.&quot;
Emas Turki dan Venezuela
Nicolas Maduro juga adalah nama yang dikenal di Turki. September    lalu, video pemimpin Venezuela makan di salah satu rumah makan paling    mewah di Istanbul menjadi viral, memicu kontroversi tentang kelaparan di    Venezuela dan pilihan tempat makan malam pemimpin sosialis tersebut.
Pada kunjungan keempat presiden Venezuela ke Turki, yang telah dimulai sejak tahun 2016, hubungan kedua negara mulai berkembang.
Ini adalah tahun yang sama ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan    selamat dari usaha kudeta, di mana Nicolas Maduro adalah salah satu    pemimpin dunia yang mendukung Erdogan.
Meskipun anggota NATO yang artinya sekutu AS, hubungan Turki dengan    pemerintah Trump menghadapi guncangan, bukan hanya karena perbedaan    terkait Suriah.
Parlemen Turki memiliki kelompok &quot;persahabatan&quot; Turki-Venezuela.    Pemimpinnya Kerem Ali Surekli, dari partai yang berkuasa AKP mengatakan    &quot;Baik Turki maupun Venezuela mengalami campur tangan luar yang mereka    tolak.&quot;
Persekutuan politik Turki dengan Venezuela juga mengaitkan aspek ekonomi.
Carlos de Sousa dari Oxford Economics mengatakan, &quot;Turki adalah    penghasil perhiasaan yang sangat penting dan salah satu pengimpor emas    terbesar dunia. Sejak tahun lalu, Turki menjadi salah satu rekan bisnis    penting Venezuela lewat pembelian emas.&quot;



&quot;Produksi minyak anjlok, sehingga rezim Venezuela melihat tambang emas sebagai penggantinya,&quot; kata Carlos de Sousa.
&quot;Mereka melegalkan pertambangan di Negara Bagian Bolivar dengan    proyek Arco Minero, daerah yang sebelumnya adalah taman nasional yang    dilindungi.&quot;
Tahun lalu, nilai ekspor emas dari Caracas ke Ankara mencapai hampir    US$900 juta atau Rp12,7 miliar, angka yang melampaui volume  keseluruhan   perdagangan kedua negara periode antara 2013 dan 2017.
AS menyatakan sebagian emas Venezuela muncul di Iran, sehingga    melanggar sanksi terhadap Teheran. Turki menyangkal terlibat perdagangan    tersebut.
India dan minyak mentah
Keadaan di Venezuela tidak menjadi utama di media India, tetapi sektor bisnis sebenarnya sangat tertarik.
India diperkirakan pembeli kedua atau ketiga terbesar minyak Venezuela dalam 10 tahun terakhir.



Dalam beberapa minggu terakhir, nama India beredar karena kemungkinan dapat membantu pemerintah Maduro.
Ini terjadi setelah AS, yang biasanya tujuan utama minyak mentah     Venezuela, menerapkan sanksi pada PDVSA, perusahaan minyak pemerintah     Venezuela, di akhir bulan Januari.
Tetapi terdapat sejumlah masalah keuangan yang membuat India sulit menggantikan AS.
Minyak mentah Venezuela cukup berat dan memerlukan pemrosesan bahan     pengencer untuk menjadikannya larutan yang lebih ringan yang pada     akhirnya dapat diekspor. Meskipun demikian sanksi AS juga diterapkan     pada bahan pengencer.
Ahli kajian energi dan lingkungan Gateway House Global Indian     Council, Amit Bhandari, mengatakan terdapat dua tempat penyulingan India     yang dapat memproses minyak sangat berat, tetapi keduanya milik    swasta,  sehingga membuatnya lebih diberatkan sanksi AS dibandingkan    perusahaan  pemerintah.
&quot;AS adalah rekan dagang terbesar kami, bukan dalam bentuk barang,     tetapi dalam bidang jasa. Banyak perusahaan yang berinvestasi di India     adalah milik Amerika. Dan kami berbagi nilai, sebagai sesama negara     demokrasi,&quot; kata Amit Bhandari.
Menteri perminyakan Venezuela dan pimpinan PDVSA, Manuel Quevedo,     pada kunjungannya baru-baru ini ke India mengatakan dirinya &quot;telah     melakukan pertemuan produktif dan Venezuela akan tetap melanjutkan     perdagangan minyak.&quot;



Tetapi Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton lewat Twitter     memperingatkan: &quot;Negara dan perusahaan pendukung pencurian Maduro atas     sumber daya Venezuela tidak akan dilupakan.&quot;
Menurut Bhandari, yang dikhawatirkan pejabat India terutama adalah     peningkatan harga minyak di pasar dunia, karena dipicu krisis  Venezuela.

(Baca Juga : Diiming-Imingi Rp280 Juta, Ratusan Tentara Venezuela Membelot ke Kolombia)

Setelah Cina dan AS, India adalah importir terbesar minyak mentah dunia.
&quot;Kekhawatiran terbesar India adalah karena kami mengimpor sebesar 85%     dari konsumsi minyak. Jika minyak Venezuela - pasokan minyak mentah     besar - tidak ada di pasar, harga akan naik bagi semuanya, apakah   mereka   konsumen Venezuela atau tidak,&quot; kata ahli India. &quot;Itu akan   menyakitkan   kami.&quot;

(Baca Juga : AS Perkeras Usaha untuk Singkirkan Presiden Venezuela Maduro)</content:encoded></item></channel></rss>
