<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imam Besar Al Azhar: Poligami Bisa Jadi &quot;Ketidakadilan Bagi Perempuan dan Anak-Anak&quot;</title><description>Syekh Ahmed juga menyerukan perbaikan dalam cara dan langkah-langkah penanganan isu perempuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/04/18/2025430/imam-besar-al-azhar-poligami-bisa-jadi-ketidakadilan-bagi-perempuan-dan-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/04/18/2025430/imam-besar-al-azhar-poligami-bisa-jadi-ketidakadilan-bagi-perempuan-dan-anak-anak"/><item><title>Imam Besar Al Azhar: Poligami Bisa Jadi &quot;Ketidakadilan Bagi Perempuan dan Anak-Anak&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/04/18/2025430/imam-besar-al-azhar-poligami-bisa-jadi-ketidakadilan-bagi-perempuan-dan-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/04/18/2025430/imam-besar-al-azhar-poligami-bisa-jadi-ketidakadilan-bagi-perempuan-dan-anak-anak</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2019 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/04/18/2025430/imam-besar-al-azhar-poligami-bisa-jadi-ketidakadilan-bagi-perempuan-dan-anak-anak-JLHK4CoOYq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syekh Ahmed al-Tayeb telah menjadi Imam Besar Al Azhar sejak 2010. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/04/18/2025430/imam-besar-al-azhar-poligami-bisa-jadi-ketidakadilan-bagi-perempuan-dan-anak-anak-JLHK4CoOYq.jpg</image><title>Syekh Ahmed al-Tayeb telah menjadi Imam Besar Al Azhar sejak 2010. (Foto: Getty Images)</title></images><description>KAIRO - Imam Besar Al Azhar Mesir memicu perdebatan setelah mengatakan bahwa praktik poligami dapat menjadi sebuah &amp;ldquo;ketidakadilan bagi perempuan dan anak-anak&amp;rdquo;. Komentar itu disampaikan Syekh Ahmed al-Tayeb dalam program televisi mingguannya dan melalui Twitter.
Syekh Ahmed mengatakan, poligami seringkali dipraktekkan dengan cara salah karena &quot;kurangnya pemahaman tentang Alquran&quot;. Meski begitu, dia mengklarifikasi bahwa dia mau pun Al-Azhar sama sekali tidak menyerukan pelarangan terhadap poligami.
Dia kembali menjelaskan bahwa monogami adalah aturan yang benar dan poligami merupakan sebuah pengecualian.
&quot;Mereka yang mengatakan bahwa pernikahan harus poligami benar-benar salah,&quot; katanya sebagaimana dilansir BBC, Senin (4/3/2019). Dia menambahkan bahwa menurut Al-Quran, bagi seorang pria Muslim untuk memiliki banyak istri, dia &quot;harus mematuhi ketentuan keadilan - dan jika tidak ada keadilan maka dilarang memiliki banyak istri&quot;.
Sheikh al-Tayeb juga menganjurkan perbaikan yang lebih luas dari cara menangani permasalahan terkait perempuan.
&quot;Perempuan mewakili setengah dari masyarakat. Jika kita tidak peduli pada mereka itu seperti berjalan dengan satu kaki saja,&quot; katanya di Twitter.
Dewan Nasional Perempuan Mesir merespons positif komentarnya.
&quot;Agama umat Muslim menghormati perempuan &amp;ndash; (agama Islam) membawa keadilan dan banyak hak yang tidak ada sebelumnya,&quot; kata Presiden Dewan Nasional Perempuan Mesir, Maya Morsi.
</description><content:encoded>KAIRO - Imam Besar Al Azhar Mesir memicu perdebatan setelah mengatakan bahwa praktik poligami dapat menjadi sebuah &amp;ldquo;ketidakadilan bagi perempuan dan anak-anak&amp;rdquo;. Komentar itu disampaikan Syekh Ahmed al-Tayeb dalam program televisi mingguannya dan melalui Twitter.
Syekh Ahmed mengatakan, poligami seringkali dipraktekkan dengan cara salah karena &quot;kurangnya pemahaman tentang Alquran&quot;. Meski begitu, dia mengklarifikasi bahwa dia mau pun Al-Azhar sama sekali tidak menyerukan pelarangan terhadap poligami.
Dia kembali menjelaskan bahwa monogami adalah aturan yang benar dan poligami merupakan sebuah pengecualian.
&quot;Mereka yang mengatakan bahwa pernikahan harus poligami benar-benar salah,&quot; katanya sebagaimana dilansir BBC, Senin (4/3/2019). Dia menambahkan bahwa menurut Al-Quran, bagi seorang pria Muslim untuk memiliki banyak istri, dia &quot;harus mematuhi ketentuan keadilan - dan jika tidak ada keadilan maka dilarang memiliki banyak istri&quot;.
Sheikh al-Tayeb juga menganjurkan perbaikan yang lebih luas dari cara menangani permasalahan terkait perempuan.
&quot;Perempuan mewakili setengah dari masyarakat. Jika kita tidak peduli pada mereka itu seperti berjalan dengan satu kaki saja,&quot; katanya di Twitter.
Dewan Nasional Perempuan Mesir merespons positif komentarnya.
&quot;Agama umat Muslim menghormati perempuan &amp;ndash; (agama Islam) membawa keadilan dan banyak hak yang tidak ada sebelumnya,&quot; kata Presiden Dewan Nasional Perempuan Mesir, Maya Morsi.
</content:encoded></item></channel></rss>
