<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Serangan KKB, Pangdam Cenderawasih Imbau Prajuritnya Tingkatkan Kewaspadaan</title><description>Selain aksi kriminal, kelompok kriminal bersenjata juga aktif mengganggu program strategis nasional, seperti pengerjaan proyek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/08/340/2027179/marak-serangan-kkb-pangdam-cenderawasih-imbau-prajuritnya-tingkatkan-kewaspadaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/08/340/2027179/marak-serangan-kkb-pangdam-cenderawasih-imbau-prajuritnya-tingkatkan-kewaspadaan"/><item><title>Marak Serangan KKB, Pangdam Cenderawasih Imbau Prajuritnya Tingkatkan Kewaspadaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/08/340/2027179/marak-serangan-kkb-pangdam-cenderawasih-imbau-prajuritnya-tingkatkan-kewaspadaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/08/340/2027179/marak-serangan-kkb-pangdam-cenderawasih-imbau-prajuritnya-tingkatkan-kewaspadaan</guid><pubDate>Jum'at 08 Maret 2019 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/07/340/2027179/marak-serangan-kkb-pangdam-cenderawasih-imbau-prajuritnya-tingkatkan-kewaspadaan-xHa8VCsaiE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/07/340/2027179/marak-serangan-kkb-pangdam-cenderawasih-imbau-prajuritnya-tingkatkan-kewaspadaan-xHa8VCsaiE.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAYAPURA - Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen Yosua Pandit Sembiring menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI untuk melindungi rakyat, bukan menakuti-nakuti rakyat.
&quot;TNI adalah pelindung rakyat,&quot; kata Mayjen Yosua Pandit Sembiring dalam upacara penerimaan Satgas TNI di Markas Yonif RK 751/VJS, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, seperti dilansir dari laman Antaranews, Kamis (7/3/2019).
Pernyataan itu disampaikan di hadapan para tamu undangan dan terutama kepada prajurit TNI dari Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha yang akan bertugas di Bumi Cenderawasih.
&quot;Kalian adalah prajurit-prajurit pilihan yang bertugas melindungi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia, karena itu jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat di mana pun akan ditugaskan,&quot; ujarnya.
Papua kata dia, merupakan wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan mempengaruhi langsung terhadap kedaulatan bangsa. &quot;Sektor penugasan kalian adalah daerah yang masih dalam kategori rawan,&quot; kata dia.
&quot;Masih terdapat kelompok kriminal bersenjata yang aktif melakukan teror, pembunuhan dan tindak kriminal lainnya baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat,&quot; tuturnya.
Selain aksi kriminal, kelompok kriminal bersenjata juga aktif mengganggu program strategis nasional, seperti pengerjaan proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga. &quot;Karena itu, saya perintahkan kepada kalian semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan,&quot; kata Pangdam.

Dalam amanatnya, Pangdam juga mengingatkan dan meminta kepada para perwira dan unsur komandan bawahan agar menjunjung kepemimpinan lapangan yang tegas dan terarah selama memimpin anggota.
&quot;Jangan malas karena malas bisa membuat kita tidak tahu, jangan malas karena bisa membuat bodoh, selanjutnya kebodohan itu yang menyebabkan kehancuran,&quot; ujar dia.
Ia kembali menegaskan bahwa kehadiran TNI harus mampu memberikan perlindungan dan rasa aman kepada rakyat. &quot;Dalam hal ini juga kalian harus mampu memenangkan hati dan pikiran masyarakat di sektor wilayah penugasan,&quot; tuturnya.
Dalam upacara penerimaan Satgas ini, hadir Kasdam XVII/Cenderawasih, Wakapolda Papua, Danlanud Jayapura, Irdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/PWY, Danrem 173/PVB, para Asisten Kasdam XVII/Cenderawasih, para Kabalakdam XVII/Cenderawasih, Dansat Brimob, dan Kapolres Jayapura serta para dandim.</description><content:encoded>JAYAPURA - Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen Yosua Pandit Sembiring menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI untuk melindungi rakyat, bukan menakuti-nakuti rakyat.
&quot;TNI adalah pelindung rakyat,&quot; kata Mayjen Yosua Pandit Sembiring dalam upacara penerimaan Satgas TNI di Markas Yonif RK 751/VJS, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, seperti dilansir dari laman Antaranews, Kamis (7/3/2019).
Pernyataan itu disampaikan di hadapan para tamu undangan dan terutama kepada prajurit TNI dari Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha yang akan bertugas di Bumi Cenderawasih.
&quot;Kalian adalah prajurit-prajurit pilihan yang bertugas melindungi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia, karena itu jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat di mana pun akan ditugaskan,&quot; ujarnya.
Papua kata dia, merupakan wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan mempengaruhi langsung terhadap kedaulatan bangsa. &quot;Sektor penugasan kalian adalah daerah yang masih dalam kategori rawan,&quot; kata dia.
&quot;Masih terdapat kelompok kriminal bersenjata yang aktif melakukan teror, pembunuhan dan tindak kriminal lainnya baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat,&quot; tuturnya.
Selain aksi kriminal, kelompok kriminal bersenjata juga aktif mengganggu program strategis nasional, seperti pengerjaan proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga. &quot;Karena itu, saya perintahkan kepada kalian semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan,&quot; kata Pangdam.

Dalam amanatnya, Pangdam juga mengingatkan dan meminta kepada para perwira dan unsur komandan bawahan agar menjunjung kepemimpinan lapangan yang tegas dan terarah selama memimpin anggota.
&quot;Jangan malas karena malas bisa membuat kita tidak tahu, jangan malas karena bisa membuat bodoh, selanjutnya kebodohan itu yang menyebabkan kehancuran,&quot; ujar dia.
Ia kembali menegaskan bahwa kehadiran TNI harus mampu memberikan perlindungan dan rasa aman kepada rakyat. &quot;Dalam hal ini juga kalian harus mampu memenangkan hati dan pikiran masyarakat di sektor wilayah penugasan,&quot; tuturnya.
Dalam upacara penerimaan Satgas ini, hadir Kasdam XVII/Cenderawasih, Wakapolda Papua, Danlanud Jayapura, Irdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/PWY, Danrem 173/PVB, para Asisten Kasdam XVII/Cenderawasih, para Kabalakdam XVII/Cenderawasih, Dansat Brimob, dan Kapolres Jayapura serta para dandim.</content:encoded></item></channel></rss>
