<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan Ini Dilarang Masuk Australia untuk mengunjungi Ayahnya karena Down Syndrome</title><description>Ashleigh tinggal di Sittingbourne, Inggris. Ia tidak mendapat perawatan medis apa pun di tempat tinggalnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/09/18/2027861/perempuan-ini-dilarang-masuk-australia-untuk-mengunjungi-ayahnya-karena-down-syndrome</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/09/18/2027861/perempuan-ini-dilarang-masuk-australia-untuk-mengunjungi-ayahnya-karena-down-syndrome"/><item><title>Perempuan Ini Dilarang Masuk Australia untuk mengunjungi Ayahnya karena Down Syndrome</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/09/18/2027861/perempuan-ini-dilarang-masuk-australia-untuk-mengunjungi-ayahnya-karena-down-syndrome</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/09/18/2027861/perempuan-ini-dilarang-masuk-australia-untuk-mengunjungi-ayahnya-karena-down-syndrome</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2019 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/09/18/2027861/perempuan-ini-dilarang-masuk-australia-untuk-mengunjungi-ayahnya-karena-down-syndrome-zZuA61Nc3r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ashleigh Callaway dialrang masuk Australia karena penyandang Down Syndrome. Foto/Mirror</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/09/18/2027861/perempuan-ini-dilarang-masuk-australia-untuk-mengunjungi-ayahnya-karena-down-syndrome-zZuA61Nc3r.jpg</image><title>Ashleigh Callaway dialrang masuk Australia karena penyandang Down Syndrome. Foto/Mirror</title></images><description>
Seorang perempuan Inggris penyandang down syndrome tidak diizinkan masuk ke Australia untuk mengunjungi ayaynya, kecuali dia lulus ujian medis yang ketat.
Ashleigh Callaway (24) mengajukan visa liburan empat minggu untuk mengunjungi ayahnya dan kerabat lainnya di Perth, Australia Barat.
Namun, Komisi Tinggi Australia menolak permohonannya dan mengatakan dia akan memerlukan sertifikat medis spesialis untuk masuk ke negara itu, mengutip Mirror, Sabtu (9/3/2019).
Ibu Ashleigh, Karen Tweedie mengatakan, &quot;Ini menjijikkan. Ini masih terjadi pada abad ke-21.
&quot;Mereka tidak memperlakukannya sebagai manusia yang memiki hak asasi manusia, sama seperti orang lain,&quot; ujar Karen.
Ashleigh tinggal di Sittingbourne, Inggris. Ia tidak mendapat perawatan medis apa pun di tempat tinggalnya.

Keluarga Ashleigh telah berulang kali mendapat kesulitan saat bersinggungan dengan pihak berwenang Australia.
&quot;Aku jijik, malu, dan kesal. Dia adalah darah dan dagingku,&quot; kata Karen.
Baca:&amp;nbsp;Di Usia 92 Tahun, Ratu Elizabeth II Unggah Posting Instagram Pertamanya
Baca:&amp;nbsp;Lindungi Hak Tahanan, Inggris Akan Punya Penjara Transgender Pertama
Keluarga Ashleigh berencana pindah ke Australia secara permanen pada tahun 2003. Namun Pemerintah Australia menolak untuk memperbarui visa Ashleigh, padahal Karen dan suaminya dan anak mereka yang lain diberikan izin untuk tinggal.
Mereka diberi tahu bahwa Ashleigh akan menjadi beban negara.
Karen berujar, &quot;Saya tahu mereka ketat dengan peraturan, tetapi ini hanya diskriminasi karena dia mengidap down syndrome.&amp;rdquo;
keluhan Karen menjadi viral, dan mendapat respon pihak Australia dengan memberikan visa kepada Ashleigh tanpa penjelasan atau permintaan maaf.
&amp;ldquo;Saya lega tetapi kedutaan tidak memberi kami penjelasan atau permintaan maaf,&quot; kata Karen.</description><content:encoded>
Seorang perempuan Inggris penyandang down syndrome tidak diizinkan masuk ke Australia untuk mengunjungi ayaynya, kecuali dia lulus ujian medis yang ketat.
Ashleigh Callaway (24) mengajukan visa liburan empat minggu untuk mengunjungi ayahnya dan kerabat lainnya di Perth, Australia Barat.
Namun, Komisi Tinggi Australia menolak permohonannya dan mengatakan dia akan memerlukan sertifikat medis spesialis untuk masuk ke negara itu, mengutip Mirror, Sabtu (9/3/2019).
Ibu Ashleigh, Karen Tweedie mengatakan, &quot;Ini menjijikkan. Ini masih terjadi pada abad ke-21.
&quot;Mereka tidak memperlakukannya sebagai manusia yang memiki hak asasi manusia, sama seperti orang lain,&quot; ujar Karen.
Ashleigh tinggal di Sittingbourne, Inggris. Ia tidak mendapat perawatan medis apa pun di tempat tinggalnya.

Keluarga Ashleigh telah berulang kali mendapat kesulitan saat bersinggungan dengan pihak berwenang Australia.
&quot;Aku jijik, malu, dan kesal. Dia adalah darah dan dagingku,&quot; kata Karen.
Baca:&amp;nbsp;Di Usia 92 Tahun, Ratu Elizabeth II Unggah Posting Instagram Pertamanya
Baca:&amp;nbsp;Lindungi Hak Tahanan, Inggris Akan Punya Penjara Transgender Pertama
Keluarga Ashleigh berencana pindah ke Australia secara permanen pada tahun 2003. Namun Pemerintah Australia menolak untuk memperbarui visa Ashleigh, padahal Karen dan suaminya dan anak mereka yang lain diberikan izin untuk tinggal.
Mereka diberi tahu bahwa Ashleigh akan menjadi beban negara.
Karen berujar, &quot;Saya tahu mereka ketat dengan peraturan, tetapi ini hanya diskriminasi karena dia mengidap down syndrome.&amp;rdquo;
keluhan Karen menjadi viral, dan mendapat respon pihak Australia dengan memberikan visa kepada Ashleigh tanpa penjelasan atau permintaan maaf.
&amp;ldquo;Saya lega tetapi kedutaan tidak memberi kami penjelasan atau permintaan maaf,&quot; kata Karen.</content:encoded></item></channel></rss>
