<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polisi Tebalkan Pasukan di Berbagai Wilayah Antisipasi Ancaman Kelompok Radikal   </title><description>Polri telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi kelompok radikal dan eks teroris membuat kekacauan di Pemilu 2019.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/09/605/2027683/polisi-tebalkan-pasukan-di-berbagai-wilayah-antisipasi-ancaman-kelompok-radikal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/09/605/2027683/polisi-tebalkan-pasukan-di-berbagai-wilayah-antisipasi-ancaman-kelompok-radikal"/><item><title> Polisi Tebalkan Pasukan di Berbagai Wilayah Antisipasi Ancaman Kelompok Radikal   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/09/605/2027683/polisi-tebalkan-pasukan-di-berbagai-wilayah-antisipasi-ancaman-kelompok-radikal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/09/605/2027683/polisi-tebalkan-pasukan-di-berbagai-wilayah-antisipasi-ancaman-kelompok-radikal</guid><pubDate>Sabtu 09 Maret 2019 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/09/605/2027683/polisi-tebalkan-pasukan-di-berbagai-wilayah-antisipasi-ancaman-kelompok-radikal-Qe0bPAEMgD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/09/605/2027683/polisi-tebalkan-pasukan-di-berbagai-wilayah-antisipasi-ancaman-kelompok-radikal-Qe0bPAEMgD.jpg</image><title>Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Polri telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi kelompok radikal dan eks teroris membuat kekacauan di Pemilu 2019. Sejurus dengan itu, Korps Bhayangkara juga terus meningkatkan jumlah personel atau melakukan penebalan pasukan di berbagai wilayah.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan profiling potensi kerawanan dan gangguan yang akan terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.

&quot;Serta telah dipersiapkan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi untuk menghadapi hal-hal tersebut,&quot; ujar Dedi kepada Okezone, Sabtu (9/3/2019).

Selain itu, sambung Dedi, Polri juga memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi. Begitu juga dengan jumlah personel yang terus ditingkatkan di berbagai wilayah.

&quot;Sarana dan prasarana serta kuat personil terus ditingkatkan,&quot; imbuh dia.
&amp;nbsp;
Diwartakan sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, kelompok radikal dan eks teroris kerap berkamuflase di balik euforia partai politik di Pemilu 2019.

Bahkan IPW mendata ada sejumlah daerah yang kelompok radikal dan eks terorisnya tumbuh subur serta bangkit. Yakni Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Papua.

Neta menuturkan, konsentrasi jajaran kepolisian untuk mengamankan proses pileg dan pilpres membuat kelompok radikal dan eks teroris mendapat celah untuk tumbuh. Apalagi, lanjut dia, kelompok ini bermain di antara euforia dan dinamika politik yang kian panas.

Selain itu, sambung dia, ada pula partai politik yang mengakomodasi kelompok tersebut demi mengamankan elektabilitasnya di Pemilu 2019. Walhasil mereka semakin mendapat panggung untuk tetap eksis.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Polri telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi kelompok radikal dan eks teroris membuat kekacauan di Pemilu 2019. Sejurus dengan itu, Korps Bhayangkara juga terus meningkatkan jumlah personel atau melakukan penebalan pasukan di berbagai wilayah.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan profiling potensi kerawanan dan gangguan yang akan terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.

&quot;Serta telah dipersiapkan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi untuk menghadapi hal-hal tersebut,&quot; ujar Dedi kepada Okezone, Sabtu (9/3/2019).

Selain itu, sambung Dedi, Polri juga memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi. Begitu juga dengan jumlah personel yang terus ditingkatkan di berbagai wilayah.

&quot;Sarana dan prasarana serta kuat personil terus ditingkatkan,&quot; imbuh dia.
&amp;nbsp;
Diwartakan sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, kelompok radikal dan eks teroris kerap berkamuflase di balik euforia partai politik di Pemilu 2019.

Bahkan IPW mendata ada sejumlah daerah yang kelompok radikal dan eks terorisnya tumbuh subur serta bangkit. Yakni Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Papua.

Neta menuturkan, konsentrasi jajaran kepolisian untuk mengamankan proses pileg dan pilpres membuat kelompok radikal dan eks teroris mendapat celah untuk tumbuh. Apalagi, lanjut dia, kelompok ini bermain di antara euforia dan dinamika politik yang kian panas.

Selain itu, sambung dia, ada pula partai politik yang mengakomodasi kelompok tersebut demi mengamankan elektabilitasnya di Pemilu 2019. Walhasil mereka semakin mendapat panggung untuk tetap eksis.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
