<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> ABG yang Jual Sepupunya di Medsos Berstatus Mahasiswi   </title><description>Jajaran Kepolisian berhasil meringkus seorang perempuan berinisial EGR (18), lantaran terbukti melakukan prostitusi online.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/11/338/2028421/abg-yang-jual-sepupunya-di-medsos-berstatus-mahasiswi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/11/338/2028421/abg-yang-jual-sepupunya-di-medsos-berstatus-mahasiswi"/><item><title> ABG yang Jual Sepupunya di Medsos Berstatus Mahasiswi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/11/338/2028421/abg-yang-jual-sepupunya-di-medsos-berstatus-mahasiswi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/11/338/2028421/abg-yang-jual-sepupunya-di-medsos-berstatus-mahasiswi</guid><pubDate>Senin 11 Maret 2019 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/11/338/2028421/abg-yang-jual-sepupunya-di-medsos-berstatus-mahasiswi-cumeU4vIOb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/11/338/2028421/abg-yang-jual-sepupunya-di-medsos-berstatus-mahasiswi-cumeU4vIOb.jpg</image><title>Foto Ilustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Jajaran Kepolisian berhasil meringkus seorang perempuan berinisial EGR (18), lantaran terbukti melakukan prostitusi online. EGR diciduk lantaran nekat menjual perempuan lain yang lebih muda darinya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Elisa Hutagalung mengatakan, EGR diciduk di Hotel D'arcici, Jalan Sunter Permai, Jakarta Utara. Dia diamankan pada Kamis 7 Maret 2019 lalu. Dimana korbannya berinisial TW (17).

&quot;Pelaku (EGR) statusnya mahasiswi,&quot; ujar Reynold saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (11/3/2019).

(Baca juga: ABG di Jakut Jual Sepupunya via Facebook, Tarif Kencan Rp4 Juta)
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Moh Faruk Rozi menambahkan, pelaku beraksi melalui akun jejaring media sosial Facebook dimana berdasarkan hasil dari adanya informasi bisnis haram tersebut.

&quot;Tim cyber patrol mendapat informasi bahwa ada pelaku diduga menawarkan prostitusi secara online melalui Facebook dengan akun atas nama 'Tasya Ayusari',&amp;rdquo; terang  Rozi.

Rozi menjelaskan, pelaku menawarkan tarif untuk menjual korban sebesar Rp 4 juta. Dimana EGR meminta jatah komisi sebesar Rp 500 ribu dari para korban usai melayani lelaki hidung belang.

&quot;Dari hasil penjualan, pelaku mendapat keuntungan Rp500 ribu,&quot; beber Rozi.

Atas perbuatannya EGR kita  harus mendekam dibalik jeruji besi lantaran melakukan bisnis prostitusi online. Dikenakan Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO subsidair  Pasal 45 jo pasal 27 ayat 1 UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Jajaran Kepolisian berhasil meringkus seorang perempuan berinisial EGR (18), lantaran terbukti melakukan prostitusi online. EGR diciduk lantaran nekat menjual perempuan lain yang lebih muda darinya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Elisa Hutagalung mengatakan, EGR diciduk di Hotel D'arcici, Jalan Sunter Permai, Jakarta Utara. Dia diamankan pada Kamis 7 Maret 2019 lalu. Dimana korbannya berinisial TW (17).

&quot;Pelaku (EGR) statusnya mahasiswi,&quot; ujar Reynold saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (11/3/2019).

(Baca juga: ABG di Jakut Jual Sepupunya via Facebook, Tarif Kencan Rp4 Juta)
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Moh Faruk Rozi menambahkan, pelaku beraksi melalui akun jejaring media sosial Facebook dimana berdasarkan hasil dari adanya informasi bisnis haram tersebut.

&quot;Tim cyber patrol mendapat informasi bahwa ada pelaku diduga menawarkan prostitusi secara online melalui Facebook dengan akun atas nama 'Tasya Ayusari',&amp;rdquo; terang  Rozi.

Rozi menjelaskan, pelaku menawarkan tarif untuk menjual korban sebesar Rp 4 juta. Dimana EGR meminta jatah komisi sebesar Rp 500 ribu dari para korban usai melayani lelaki hidung belang.

&quot;Dari hasil penjualan, pelaku mendapat keuntungan Rp500 ribu,&quot; beber Rozi.

Atas perbuatannya EGR kita  harus mendekam dibalik jeruji besi lantaran melakukan bisnis prostitusi online. Dikenakan Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO subsidair  Pasal 45 jo pasal 27 ayat 1 UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
