<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>13% Pemilih Tak Percaya Netralitas KPU, TKN Jokowi Sebut Kampanye Kubu Prabowo Berhasil</title><description>TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menilai kampanye kubu Prabowo-Sandi untuk mendelegitimasi pemilu telah membuahkan hasil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028513/13-pemilih-tak-percaya-netralitas-kpu-tkn-jokowi-sebut-kampanye-kubu-prabowo-berhasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028513/13-pemilih-tak-percaya-netralitas-kpu-tkn-jokowi-sebut-kampanye-kubu-prabowo-berhasil"/><item><title>13% Pemilih Tak Percaya Netralitas KPU, TKN Jokowi Sebut Kampanye Kubu Prabowo Berhasil</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028513/13-pemilih-tak-percaya-netralitas-kpu-tkn-jokowi-sebut-kampanye-kubu-prabowo-berhasil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028513/13-pemilih-tak-percaya-netralitas-kpu-tkn-jokowi-sebut-kampanye-kubu-prabowo-berhasil</guid><pubDate>Senin 11 Maret 2019 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/11/605/2028513/13-pemilih-tak-percaya-netralitas-kpu-tkn-jokowi-sebut-kampanye-kubu-prabowo-berhasil-xMgmsbH7Tq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gedung KPU (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/11/605/2028513/13-pemilih-tak-percaya-netralitas-kpu-tkn-jokowi-sebut-kampanye-kubu-prabowo-berhasil-xMgmsbH7Tq.jpg</image><title>Ilustrasi Gedung KPU (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai kampanye kubu Prabowo-Sandi untuk mendelegitimasi pemilu telah membuahkan hasil. Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 13 persen responden percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak netral dalam Pemilu 2019.

&quot;Itu artinya kampanye kubu sebelah yang melakukan upaya delegitimasi pemilu telah menampakan hasilnya,&quot; kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (11/3/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/16/55380/280418_medium.jpg&quot; alt=&quot;KPU Siap Gelar Debat Pertama Capres-cawapres&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Baca Juga: Survei SMRC Sebut 13% Pemilih Tak Percaya KPU dan Bawaslu, Ini Kata Ketua DPR)&amp;nbsp;
Ace mengatakan, berdasarkan hasil survei SMRC, sebagian besar dari pihak yang tidak percaya terhadap netralitas penyelenggara pemilu itu adalah pendukung Prabowo-Sandi.

&quot;Isu 7 kontainer kertas suara sudah tercoblos, kotak suara berbahan kardus dan terakhir demonstrasi yang dipimpin Amien Rais soal IT KPU membuat persepsi itu sudah mulai dipercayai masyarakat,&quot; jelas politikus Golkar ini.

Ace menjelaskan, fenomena seperti ini mengingatkan dirinya atas model propaganda kampanye Donald Trump di Amerika Serikat yang juga melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu.

&quot;Mereka membentuk opini bahwa terjadi berbagai kecurangan dalam persiapan hingga pencoblosan pemilu untuk mendelegitimasi Hillary dan Partai Demokrat sebagai partai petahana,&quot; ujarnya.

Mendelegitimasi pemilu dan penyelenggara pemilu, kata Ace, tidak boleh terjadi. Penyelenggara Pemilu juga dipilih melalui mekanisme politik di DPR di mana semua parpol juga terlibat memilih, termasuk parpol pendukung 02.

&quot;Ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu sama saja dengan tidak mempercayai mekanisme demokrasi. Apapun nanti hasilnya harus kita hormati dan dijunjung tinggi,&quot; urainya.
(Baca Juga: Dicurigai Tak Netral, KPU Akan Perketat Keamanan Pemilu)&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8wMy8xLzExODA1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ace menambahkan, tahapan Pemilu masih terus berjalan. Semua mata mengawasi kinerja penyelenggara pemilu. Semua pihak kata dia harus menjaga kualitas demokrasi dengan bersama-sama mempercayakan penyelenggaraan pemilu kepada KPU dan Bawaslu.

&quot;Jangan dulu melemparkan tudingan ketidaknetralan penyelengara pemilu padahal perlombaan intinya belum dilaksanakan. Ini artinya sama saja dengan mencari alibi jikalau nanti kalah. Kita sama-sama memiliki kesempatan untuk menjaga demokrasi kita dengan menjaga pemilu lebih fair, jujur dan adil,&quot; tutur Ace.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai kampanye kubu Prabowo-Sandi untuk mendelegitimasi pemilu telah membuahkan hasil. Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 13 persen responden percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak netral dalam Pemilu 2019.

&quot;Itu artinya kampanye kubu sebelah yang melakukan upaya delegitimasi pemilu telah menampakan hasilnya,&quot; kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (11/3/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/16/55380/280418_medium.jpg&quot; alt=&quot;KPU Siap Gelar Debat Pertama Capres-cawapres&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Baca Juga: Survei SMRC Sebut 13% Pemilih Tak Percaya KPU dan Bawaslu, Ini Kata Ketua DPR)&amp;nbsp;
Ace mengatakan, berdasarkan hasil survei SMRC, sebagian besar dari pihak yang tidak percaya terhadap netralitas penyelenggara pemilu itu adalah pendukung Prabowo-Sandi.

&quot;Isu 7 kontainer kertas suara sudah tercoblos, kotak suara berbahan kardus dan terakhir demonstrasi yang dipimpin Amien Rais soal IT KPU membuat persepsi itu sudah mulai dipercayai masyarakat,&quot; jelas politikus Golkar ini.

Ace menjelaskan, fenomena seperti ini mengingatkan dirinya atas model propaganda kampanye Donald Trump di Amerika Serikat yang juga melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu.

&quot;Mereka membentuk opini bahwa terjadi berbagai kecurangan dalam persiapan hingga pencoblosan pemilu untuk mendelegitimasi Hillary dan Partai Demokrat sebagai partai petahana,&quot; ujarnya.

Mendelegitimasi pemilu dan penyelenggara pemilu, kata Ace, tidak boleh terjadi. Penyelenggara Pemilu juga dipilih melalui mekanisme politik di DPR di mana semua parpol juga terlibat memilih, termasuk parpol pendukung 02.

&quot;Ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu sama saja dengan tidak mempercayai mekanisme demokrasi. Apapun nanti hasilnya harus kita hormati dan dijunjung tinggi,&quot; urainya.
(Baca Juga: Dicurigai Tak Netral, KPU Akan Perketat Keamanan Pemilu)&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8wMy8xLzExODA1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ace menambahkan, tahapan Pemilu masih terus berjalan. Semua mata mengawasi kinerja penyelenggara pemilu. Semua pihak kata dia harus menjaga kualitas demokrasi dengan bersama-sama mempercayakan penyelenggaraan pemilu kepada KPU dan Bawaslu.

&quot;Jangan dulu melemparkan tudingan ketidaknetralan penyelengara pemilu padahal perlombaan intinya belum dilaksanakan. Ini artinya sama saja dengan mencari alibi jikalau nanti kalah. Kita sama-sama memiliki kesempatan untuk menjaga demokrasi kita dengan menjaga pemilu lebih fair, jujur dan adil,&quot; tutur Ace.</content:encoded></item></channel></rss>
