<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Antisipasi Keributan Pendukung dalam Debat, KPU Bentuk Tim Komite Damai   </title><description>Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan membentuk tim komite damai untuk antisipasi keributan antar pendukung Paslon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028526/antisipasi-keributan-pendukung-dalam-debat-kpu-bentuk-tim-komite-damai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028526/antisipasi-keributan-pendukung-dalam-debat-kpu-bentuk-tim-komite-damai"/><item><title> Antisipasi Keributan Pendukung dalam Debat, KPU Bentuk Tim Komite Damai   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028526/antisipasi-keributan-pendukung-dalam-debat-kpu-bentuk-tim-komite-damai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/11/605/2028526/antisipasi-keributan-pendukung-dalam-debat-kpu-bentuk-tim-komite-damai</guid><pubDate>Senin 11 Maret 2019 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/11/605/2028526/antisipasi-keributan-pendukung-dalam-debat-kpu-bentuk-tim-komite-damai-tZOdwbxjE7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/11/605/2028526/antisipasi-keributan-pendukung-dalam-debat-kpu-bentuk-tim-komite-damai-tZOdwbxjE7.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan membentuk tim komite damai untuk antisipasi keributan antar pendukung Paslon di debat Pilpres 2019 mendatang. Tim itu terdiri dari KPU, Bawaslu dan masing-masing tim sukses.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan mengatakan, tujuan pihaknya membuat tim itu agar tak lagi terjadi keributan dalam keberlangsungan debat. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi pada debat kedua lalu, akhirnya diputuskan membentuk tim itu.

&quot;Jika ada masalah pada debat bisa segera diselesaikan tanpa mengganggu pelaksanaan debat,&quot; kata Wahyu saat ditemui di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).
&amp;nbsp;
Terkait teknis apa saja yang boleh dilakukan oleh para pendukung di dalam ruangan debat, mereka hanya diizinkan untuk menyanyikan yel-yel untuk menyemangati jagoannya yang ada di atas panggung. Namun, ia mengingatkan agar nyanyian itu tak berbau provokatif.

&quot;Jadi silakan untuk membangun semangat ada yel-yel tapi untuk semangati paslon sendiri,&quot; ujarnya.

Apabila dalam debat nanti ada salah satu oknum dari pendukung paslon yang meniupi pluit atau terompet, bahkan meneriaki yel-yel bernada provokatif, maka tim itu berhak mengeluarkan yang bersangkutan dari arena debat.

&quot;Dikeluarkan (dari arena debat). Itu gunanya kita membuat komite damai. Saya mengulangi bahwa debat itu tidak hanya melayani yang hadir, debat itu kita melayani seluruh rakyat Indonesia maka yang di ruangan harus menghormati rakyat kalau mereka tidak tertib dan mengganggu artinya mereka juga mengganggu masyarakat yang melihat debat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan membentuk tim komite damai untuk antisipasi keributan antar pendukung Paslon di debat Pilpres 2019 mendatang. Tim itu terdiri dari KPU, Bawaslu dan masing-masing tim sukses.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan mengatakan, tujuan pihaknya membuat tim itu agar tak lagi terjadi keributan dalam keberlangsungan debat. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi pada debat kedua lalu, akhirnya diputuskan membentuk tim itu.

&quot;Jika ada masalah pada debat bisa segera diselesaikan tanpa mengganggu pelaksanaan debat,&quot; kata Wahyu saat ditemui di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).
&amp;nbsp;
Terkait teknis apa saja yang boleh dilakukan oleh para pendukung di dalam ruangan debat, mereka hanya diizinkan untuk menyanyikan yel-yel untuk menyemangati jagoannya yang ada di atas panggung. Namun, ia mengingatkan agar nyanyian itu tak berbau provokatif.

&quot;Jadi silakan untuk membangun semangat ada yel-yel tapi untuk semangati paslon sendiri,&quot; ujarnya.

Apabila dalam debat nanti ada salah satu oknum dari pendukung paslon yang meniupi pluit atau terompet, bahkan meneriaki yel-yel bernada provokatif, maka tim itu berhak mengeluarkan yang bersangkutan dari arena debat.

&quot;Dikeluarkan (dari arena debat). Itu gunanya kita membuat komite damai. Saya mengulangi bahwa debat itu tidak hanya melayani yang hadir, debat itu kita melayani seluruh rakyat Indonesia maka yang di ruangan harus menghormati rakyat kalau mereka tidak tertib dan mengganggu artinya mereka juga mengganggu masyarakat yang melihat debat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
