<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Perkirakan 1,5 Juta Muslim Uighur Ditahan di Kamp-Kamp Detensi di Xinjiang</title><description>Perkiraan itu meningkat dari jumlah 1 juta orang yang diestimasi tahun lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/14/18/2029899/peneliti-perkirakan-1-5-juta-muslim-uighur-ditahan-di-kamp-kamp-detensi-di-xinjiang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/14/18/2029899/peneliti-perkirakan-1-5-juta-muslim-uighur-ditahan-di-kamp-kamp-detensi-di-xinjiang"/><item><title>Peneliti Perkirakan 1,5 Juta Muslim Uighur Ditahan di Kamp-Kamp Detensi di Xinjiang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/14/18/2029899/peneliti-perkirakan-1-5-juta-muslim-uighur-ditahan-di-kamp-kamp-detensi-di-xinjiang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/14/18/2029899/peneliti-perkirakan-1-5-juta-muslim-uighur-ditahan-di-kamp-kamp-detensi-di-xinjiang</guid><pubDate>Kamis 14 Maret 2019 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/14/18/2029899/peneliti-perkirakan-1-5-juta-muslim-uighur-ditahan-di-kamp-kamp-detensi-di-xinjiang-bCWFGii1UH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/14/18/2029899/peneliti-perkirakan-1-5-juta-muslim-uighur-ditahan-di-kamp-kamp-detensi-di-xinjiang-bCWFGii1UH.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEIJING - Seorang peneliti terkemuka dalam bidang kebijakan etnis China pada Rabu mengatakan bahwa diperkirakan 1,5 juta etnis Muslim Uighur dan Muslim lainnya saat ini ditahan di kamp penahanan yang disebut sebagai &amp;ldquo;pusat reedukasi&amp;rdquo; di Provinis Xinjiang. Perkiraaan itu meningkat dari estimasi sebelumnya sebanyak 1 juta orang.
Cina menghadapi sorotan dunia internasional terkait penahanan etnis Muslim Uighur dan kamp-kamp reedukasinya di Xinjiang, sebuah wilayah mayoritas Muslim yang berbatasan dengan Asia Tengah. Beijing mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk membendung ancaman ekstremisme Islam.
&amp;ldquo;Meskipun spekulatif, tampaknya tepat untuk memperkirakan bahwa sampai 1,5 juta etnis minoritas &amp;ndash; atau setara dengan hanya di bawah 1 dari 6 anggota dewasa dari kelompok minoritas Muslim di Xinjiang - telah atau telah diinternir dalam didetensi, diinternir dan ditahan di salah satu fasilitas penahanan, reedukasi, tidak termasuk penjara formal, &amp;rdquo; kata peneliti independen Jerman, Adrian Zenz sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (14/3/2019).
Perkiraan Zenz itu didasarkan pada pantauan foto-foto satelit, belanja publik untuk fasilitas-fasilitas penahanan tersebut dan keterangan saksi mata mengenai fasilitas yang kelebihan daya tampung serta laporan anggota keluarga yang hilang.
&quot;Upaya China untuk memberantas ekspresi independen dan kebebasan berekspresi dari identitas etnis dan agama yang berbeda di Xinjiang tidak lain adalah kampanye sistematis genosida budaya dan harus diperlakukan seperti itu,&quot; tambahnya.
Pada Rabu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melayangkan kritik tajam terhadap pelanggaran hak asasi manusia di China. Washington mengatakan jenis pelanggaran yang dilakukan China terhadap minoritas Muslimnya belum pernah terlihat &quot;sejak tahun 1930-an&quot;.
Parlemen AS bahkan menuntut Washington untuk merespons apa yang mereka nilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia oleh China itu dengan menjatuhkan sanksi terhadap Beijing.
</description><content:encoded>BEIJING - Seorang peneliti terkemuka dalam bidang kebijakan etnis China pada Rabu mengatakan bahwa diperkirakan 1,5 juta etnis Muslim Uighur dan Muslim lainnya saat ini ditahan di kamp penahanan yang disebut sebagai &amp;ldquo;pusat reedukasi&amp;rdquo; di Provinis Xinjiang. Perkiraaan itu meningkat dari estimasi sebelumnya sebanyak 1 juta orang.
Cina menghadapi sorotan dunia internasional terkait penahanan etnis Muslim Uighur dan kamp-kamp reedukasinya di Xinjiang, sebuah wilayah mayoritas Muslim yang berbatasan dengan Asia Tengah. Beijing mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk membendung ancaman ekstremisme Islam.
&amp;ldquo;Meskipun spekulatif, tampaknya tepat untuk memperkirakan bahwa sampai 1,5 juta etnis minoritas &amp;ndash; atau setara dengan hanya di bawah 1 dari 6 anggota dewasa dari kelompok minoritas Muslim di Xinjiang - telah atau telah diinternir dalam didetensi, diinternir dan ditahan di salah satu fasilitas penahanan, reedukasi, tidak termasuk penjara formal, &amp;rdquo; kata peneliti independen Jerman, Adrian Zenz sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (14/3/2019).
Perkiraan Zenz itu didasarkan pada pantauan foto-foto satelit, belanja publik untuk fasilitas-fasilitas penahanan tersebut dan keterangan saksi mata mengenai fasilitas yang kelebihan daya tampung serta laporan anggota keluarga yang hilang.
&quot;Upaya China untuk memberantas ekspresi independen dan kebebasan berekspresi dari identitas etnis dan agama yang berbeda di Xinjiang tidak lain adalah kampanye sistematis genosida budaya dan harus diperlakukan seperti itu,&quot; tambahnya.
Pada Rabu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melayangkan kritik tajam terhadap pelanggaran hak asasi manusia di China. Washington mengatakan jenis pelanggaran yang dilakukan China terhadap minoritas Muslimnya belum pernah terlihat &quot;sejak tahun 1930-an&quot;.
Parlemen AS bahkan menuntut Washington untuk merespons apa yang mereka nilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia oleh China itu dengan menjatuhkan sanksi terhadap Beijing.
</content:encoded></item></channel></rss>
