<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: Banjir Bandang Sentani Akibat Gunung Cycloop Gundul</title><description>Banjir bandang di Sentani disebut akibat Gunung Cycloop yang berada di sana sudah gundul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/18/340/2031356/bnpb-banjir-bandang-sentani-akibat-gunung-cycloop-gundul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/18/340/2031356/bnpb-banjir-bandang-sentani-akibat-gunung-cycloop-gundul"/><item><title>BNPB: Banjir Bandang Sentani Akibat Gunung Cycloop Gundul</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/18/340/2031356/bnpb-banjir-bandang-sentani-akibat-gunung-cycloop-gundul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/18/340/2031356/bnpb-banjir-bandang-sentani-akibat-gunung-cycloop-gundul</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2019 02:31 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/18/340/2031356/bnpb-banjir-bandang-sentani-akibat-gunung-cycloop-gundul-QLFWjvKE9C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/18/340/2031356/bnpb-banjir-bandang-sentani-akibat-gunung-cycloop-gundul-QLFWjvKE9C.jpg</image><title>Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memaparkan penyebab banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Ia mengatakan banjir bandang tersebut akibat Gunung Cycloop gundul lantaran banyak penebangan pohon secara ilegal.
&quot;Jadi para warga ini menebang pohon untuk kayu bakar dan pembukaan perkebunan liar, pembuatan perumahan,&quot; kata Sutopo kepada wartawan, Minggu 17 Maret 2019.
(Baca juga:   Aksi Heroik Anggota TNI Selamatkan Bayi Terjepit Kayu Akibat Banjir Bandang Sentani)
 
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xNy8xLzExODkzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia mengatakan, sebelum banjir bandang terjadi, sejak 2018 BNPB telah mengirim sebanyak 2.000 bibit pohon untuk ditanam di Gunung Cycloop. Bahkan pada saat itu pihaknya juga mewanti-wanti adanya ancaman banjir bandang.
&quot;Hujan sangat ekstrem, kecepatannya mencapai 235,1 milimeter per jam,&quot; tutur Sutopo.
(Baca juga:   BNPB: Laporan Sementara 300 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Sentani)
 
Kondisi gunung gundul pun diperparah dengan curah hujan yang berlangsung selama delapan jam. Akibatnya, banjir menghadang di Sentani.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memaparkan penyebab banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Ia mengatakan banjir bandang tersebut akibat Gunung Cycloop gundul lantaran banyak penebangan pohon secara ilegal.
&quot;Jadi para warga ini menebang pohon untuk kayu bakar dan pembukaan perkebunan liar, pembuatan perumahan,&quot; kata Sutopo kepada wartawan, Minggu 17 Maret 2019.
(Baca juga:   Aksi Heroik Anggota TNI Selamatkan Bayi Terjepit Kayu Akibat Banjir Bandang Sentani)
 
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xNy8xLzExODkzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia mengatakan, sebelum banjir bandang terjadi, sejak 2018 BNPB telah mengirim sebanyak 2.000 bibit pohon untuk ditanam di Gunung Cycloop. Bahkan pada saat itu pihaknya juga mewanti-wanti adanya ancaman banjir bandang.
&quot;Hujan sangat ekstrem, kecepatannya mencapai 235,1 milimeter per jam,&quot; tutur Sutopo.
(Baca juga:   BNPB: Laporan Sementara 300 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Sentani)
 
Kondisi gunung gundul pun diperparah dengan curah hujan yang berlangsung selama delapan jam. Akibatnya, banjir menghadang di Sentani.</content:encoded></item></channel></rss>
