<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>89 Orang Tewas, 1.613 Personel Gabungan Lakukan Penanganan Darurat Banjir Bandang Sentani</title><description>Sedikitnya 6.831 orang terpaksa mengungsi akibat banjir bandang Sentani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/19/340/2032049/89-orang-tewas-1-613-personel-gabungan-lakukan-penanganan-darurat-banjir-bandang-sentani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/19/340/2032049/89-orang-tewas-1-613-personel-gabungan-lakukan-penanganan-darurat-banjir-bandang-sentani"/><item><title>89 Orang Tewas, 1.613 Personel Gabungan Lakukan Penanganan Darurat Banjir Bandang Sentani</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/19/340/2032049/89-orang-tewas-1-613-personel-gabungan-lakukan-penanganan-darurat-banjir-bandang-sentani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/19/340/2032049/89-orang-tewas-1-613-personel-gabungan-lakukan-penanganan-darurat-banjir-bandang-sentani</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2019 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/19/340/2032049/89-orang-tewas-1-613-personel-gabungan-lakukan-penanganan-darurat-banjir-bandang-sentani-BWdiHLYype.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Doni Monardo tinjau penanganan bencana banjir bandang di Sentani. (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/19/340/2032049/89-orang-tewas-1-613-personel-gabungan-lakukan-penanganan-darurat-banjir-bandang-sentani-BWdiHLYype.jpg</image><title>Kepala BNPB Doni Monardo tinjau penanganan bencana banjir bandang di Sentani. (BNPB)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 1.613 personel tim gabungan dari 23 instansi dan lembaga melakukan penanganan darurat bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan hingga Selasa (19/3/2019) pagi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang. Rinciannya, 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.


&amp;ldquo;Tim SAR gabungan pada Senin (18/3/2019) berhasil menemukan 13 jenazah yaitu 4 jenasah di Kampung Sereh Tua, 2 jenasah di Danau Sentani, 3 jenasah di BTN, 2 jenasah di BTN Nauli 2, 1 jenasah di BTN Citra Buana, dan 1 jenasah di Kampung Hobong. Tim SAR gabungan akan terus mencari korban karena diperkirakan masih ada korban yang belum ditemukan,&amp;rdquo; kata Sutopo dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat 74 orang. Rinciannya, 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba, dan 3 orang dari Taruna Sosial.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xNy8xLzExODkzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sutopo mengatakan, sebanyak 159 orang luka-luka dengan 84 luka berat dan 75 lainnya luka ringan. Ia menambahkan, jumlah pengungsi terus bertambah.

&amp;ldquo;Banyak masyarakat yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan. Akibatnya di beberapa titik pengungsian berjubel pengungsi,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia mengatakan, tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian. Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar. Sebaran dari 6.831 pengungsi adalah:

1. BTN Bintang Timur 600 orang;
2. BTN Gajah Mada: 1.450 orang;
3. Doyo Baru: 203 orang;
4. Panti jompo: 23 orang;
5. HIS Agus Karitji) : 600 orang;
6. Siil: 1.000 orang;
7. Gunung Merah (Posko Induk) : 1.391 orang;
8. Asrama himles : 50 orang;
9. Kompi D: 108 orang;
10. Puspenka Hawai : 123 orang;
11. Yayasan Abdi Nusantara : 900 orang;
12. Kampung Netar : 43 orang;
13. Permata Hijau : 120 orang;
14. Panti Jompo: 23 orang:
15. Rindam : 220 orang.



Dapur umum, pos pelayanan kesehatan dan posko sudah didirikan. Namun, masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, permakanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, psikososial, dan sebagainya.

Ia menjelaskan, data dampak kerugian dan kerusakan juga terus bertambah seiring masuknya data laporan ke posko. Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 rumah rusak berat , 3 jembatan rusak berat, 8 drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 gereja rusak berat, 1 masjid rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat, dan 1 pasar rusak berat.

&amp;ldquo;Untuk data korban terdampak adalah 11.725 KK yang terdapat di tiga distrik (kecamatan), yaitu Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo memimpin langsung rapat  kordinasi sekaligus evaluasi penanganan bencana banjir bandang Sentani  di Jayapura. Didampingi Kepala Basarnas dan Wakil Gubernur Papua, Kepala  BNPB menyampaikan langsung evaluasi tinjauan lapangannya hari ini.  Kepala BNPB mengatakan hal yang terpenting saat ini adalah mengelola  pengungsi dan jangan sampai ada yang mengeluh.

&quot;Kita akan memenuhi antara lain air bersih, MCK, selimut, dan matras,&quot; ucapnya.



Logistik, makan dan bantuan-bantuan lainnya akan terus ditambah dari  bantuan berbagai pihak. Unsur relawan, TNI dan Polri akan disiagakan  disetiap titik pengungsian. &quot;Anak-anak yang paling terpenting, jangan  sampai ada yang sakit di pengungsian,&quot; tuturnya.

Kepala Basarnas Bagus Puruhito menjelaskan akan terus membantu dalam  pencarian orang hilang dan akan mengecek dan meningkatkan pencarian  korban. &quot;Kami juga membutuhkan peralatan berat (eksavator) untuk  evakuasi dan pencarian korban&quot; ujarnya.

Selama masa tanggap darurat selama 14 hari, setiap hari akan ada  rapat koordinasi untuk mempermudah evakuasi dan penanganan yang efektif.  &quot;Setiap hari, pukul 20.00 WIT akan ada rapat kordinasi di kantor Bupati  Jayapura yang dipimpin Kalaksa BPBD Pemprov Papua,&quot; ucap Kepala BNPB.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 1.613 personel tim gabungan dari 23 instansi dan lembaga melakukan penanganan darurat bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan hingga Selasa (19/3/2019) pagi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang. Rinciannya, 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.


&amp;ldquo;Tim SAR gabungan pada Senin (18/3/2019) berhasil menemukan 13 jenazah yaitu 4 jenasah di Kampung Sereh Tua, 2 jenasah di Danau Sentani, 3 jenasah di BTN, 2 jenasah di BTN Nauli 2, 1 jenasah di BTN Citra Buana, dan 1 jenasah di Kampung Hobong. Tim SAR gabungan akan terus mencari korban karena diperkirakan masih ada korban yang belum ditemukan,&amp;rdquo; kata Sutopo dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat 74 orang. Rinciannya, 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba, dan 3 orang dari Taruna Sosial.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xNy8xLzExODkzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sutopo mengatakan, sebanyak 159 orang luka-luka dengan 84 luka berat dan 75 lainnya luka ringan. Ia menambahkan, jumlah pengungsi terus bertambah.

&amp;ldquo;Banyak masyarakat yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan. Akibatnya di beberapa titik pengungsian berjubel pengungsi,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia mengatakan, tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian. Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar. Sebaran dari 6.831 pengungsi adalah:

1. BTN Bintang Timur 600 orang;
2. BTN Gajah Mada: 1.450 orang;
3. Doyo Baru: 203 orang;
4. Panti jompo: 23 orang;
5. HIS Agus Karitji) : 600 orang;
6. Siil: 1.000 orang;
7. Gunung Merah (Posko Induk) : 1.391 orang;
8. Asrama himles : 50 orang;
9. Kompi D: 108 orang;
10. Puspenka Hawai : 123 orang;
11. Yayasan Abdi Nusantara : 900 orang;
12. Kampung Netar : 43 orang;
13. Permata Hijau : 120 orang;
14. Panti Jompo: 23 orang:
15. Rindam : 220 orang.



Dapur umum, pos pelayanan kesehatan dan posko sudah didirikan. Namun, masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, permakanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, psikososial, dan sebagainya.

Ia menjelaskan, data dampak kerugian dan kerusakan juga terus bertambah seiring masuknya data laporan ke posko. Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 rumah rusak berat , 3 jembatan rusak berat, 8 drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 gereja rusak berat, 1 masjid rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat, dan 1 pasar rusak berat.

&amp;ldquo;Untuk data korban terdampak adalah 11.725 KK yang terdapat di tiga distrik (kecamatan), yaitu Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo memimpin langsung rapat  kordinasi sekaligus evaluasi penanganan bencana banjir bandang Sentani  di Jayapura. Didampingi Kepala Basarnas dan Wakil Gubernur Papua, Kepala  BNPB menyampaikan langsung evaluasi tinjauan lapangannya hari ini.  Kepala BNPB mengatakan hal yang terpenting saat ini adalah mengelola  pengungsi dan jangan sampai ada yang mengeluh.

&quot;Kita akan memenuhi antara lain air bersih, MCK, selimut, dan matras,&quot; ucapnya.



Logistik, makan dan bantuan-bantuan lainnya akan terus ditambah dari  bantuan berbagai pihak. Unsur relawan, TNI dan Polri akan disiagakan  disetiap titik pengungsian. &quot;Anak-anak yang paling terpenting, jangan  sampai ada yang sakit di pengungsian,&quot; tuturnya.

Kepala Basarnas Bagus Puruhito menjelaskan akan terus membantu dalam  pencarian orang hilang dan akan mengecek dan meningkatkan pencarian  korban. &quot;Kami juga membutuhkan peralatan berat (eksavator) untuk  evakuasi dan pencarian korban&quot; ujarnya.

Selama masa tanggap darurat selama 14 hari, setiap hari akan ada  rapat koordinasi untuk mempermudah evakuasi dan penanganan yang efektif.  &quot;Setiap hari, pukul 20.00 WIT akan ada rapat kordinasi di kantor Bupati  Jayapura yang dipimpin Kalaksa BPBD Pemprov Papua,&quot; ucap Kepala BNPB.
</content:encoded></item></channel></rss>
