<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perubahan Cuaca Ekstrem Bisa Terjadi karena Ulah Manusia</title><description>Itu bisa terjadi jika manusia belum merubah pola hidup dengan mengabaikan lingkungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/20/340/2032425/perubahan-cuaca-ekstrem-bisa-terjadi-karena-ulah-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/20/340/2032425/perubahan-cuaca-ekstrem-bisa-terjadi-karena-ulah-manusia"/><item><title>Perubahan Cuaca Ekstrem Bisa Terjadi karena Ulah Manusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/20/340/2032425/perubahan-cuaca-ekstrem-bisa-terjadi-karena-ulah-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/20/340/2032425/perubahan-cuaca-ekstrem-bisa-terjadi-karena-ulah-manusia</guid><pubDate>Rabu 20 Maret 2019 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/20/340/2032425/perubahan-cuaca-ekstrem-bisa-terjadi-karena-ulah-manusia-q5Uh3qhmrc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Sentani (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/20/340/2032425/perubahan-cuaca-ekstrem-bisa-terjadi-karena-ulah-manusia-q5Uh3qhmrc.jpg</image><title>Banjir di Sentani (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua menyebut bahwa saat ini perubahan iklim global sedang melanda dan mengancam keberlanjutan kehidupan manusia dan spesies di mana pun yang ada di dunia.

Direktur Walhi, Papua Aiesh Rumbekwan mengatakan bahwa berdasarkan laporan panel perubahan iklim pada 8 Oktober 2018 menyebut bahwa tahun 2017 perubahan iklim telah mencapai 1 derajat celsius dan akan terus melaju melebihi target ambang batas di angka 1,5 derajat celsius.

&quot;(Itu bisa terjadi) jika manusia belum merubah pola hidup dengan mengabaikan lingkungan,&quot; Kata Aiesh saat dikonfirmasi Okezone, Rabu, (20/3/2019).

Salah alah satu penyebab terjadinya perubahan iklim adalah deforestasi. Kerusakan alam dan hilangnya tutupan hutan, sambungnya, dikarenakan perubahan alih fungsi hutan dan eskploitasi sumberdaya alam, seperti usaha perkebunan, pembalakan kayu, pertambangan dan penggunaan energi kotor.


(Baca Juga: Banjir Bandang di Sentani, 206 Orang Masih Hilang)

&quot;Aktivitas yang membahayakan manusia dan spesies ini ditimbulkan dari kebijakan negara dan kepentingan kelompok orang tertentu, untuk memanfaatkan kekayaan alam secara tidak bijaksana dan tidak adil,&quot; paparnya.

Menurut Aiesh, hal yang paling buruk daripada oebuhan iklim adalah kelangkaan air, kekeringan ekstrim, maupun sebaliknya terjadi curah hujan tinggi sehingga terjadi banjir besar.

Selain itu perubahan iklim juga menyebabkan meningkatnya konflik antara masyarakat dengan perusahaan dan pemerintah, pelanggaran HAM, meningkatnya konflik antara masyarakat dan satwa.

&quot;Hari ini Papua terdampak dari adanya perubahan iklim dengan peristiwa banjir dibeberapa daerah di Jayapura, Nabire dan Merauke,&quot; kata dia.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xNy8xLzExODkzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua menyebut bahwa saat ini perubahan iklim global sedang melanda dan mengancam keberlanjutan kehidupan manusia dan spesies di mana pun yang ada di dunia.

Direktur Walhi, Papua Aiesh Rumbekwan mengatakan bahwa berdasarkan laporan panel perubahan iklim pada 8 Oktober 2018 menyebut bahwa tahun 2017 perubahan iklim telah mencapai 1 derajat celsius dan akan terus melaju melebihi target ambang batas di angka 1,5 derajat celsius.

&quot;(Itu bisa terjadi) jika manusia belum merubah pola hidup dengan mengabaikan lingkungan,&quot; Kata Aiesh saat dikonfirmasi Okezone, Rabu, (20/3/2019).

Salah alah satu penyebab terjadinya perubahan iklim adalah deforestasi. Kerusakan alam dan hilangnya tutupan hutan, sambungnya, dikarenakan perubahan alih fungsi hutan dan eskploitasi sumberdaya alam, seperti usaha perkebunan, pembalakan kayu, pertambangan dan penggunaan energi kotor.


(Baca Juga: Banjir Bandang di Sentani, 206 Orang Masih Hilang)

&quot;Aktivitas yang membahayakan manusia dan spesies ini ditimbulkan dari kebijakan negara dan kepentingan kelompok orang tertentu, untuk memanfaatkan kekayaan alam secara tidak bijaksana dan tidak adil,&quot; paparnya.

Menurut Aiesh, hal yang paling buruk daripada oebuhan iklim adalah kelangkaan air, kekeringan ekstrim, maupun sebaliknya terjadi curah hujan tinggi sehingga terjadi banjir besar.

Selain itu perubahan iklim juga menyebabkan meningkatnya konflik antara masyarakat dengan perusahaan dan pemerintah, pelanggaran HAM, meningkatnya konflik antara masyarakat dan satwa.

&quot;Hari ini Papua terdampak dari adanya perubahan iklim dengan peristiwa banjir dibeberapa daerah di Jayapura, Nabire dan Merauke,&quot; kata dia.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xNy8xLzExODkzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
