<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komentar Tokoh Antar-Agama dan Pegiat Masyarakat Sipil soal Teror di Selandia Baru</title><description>Tokoh Antar-agama/kepercayaan dan pegiat masyarakat sipil di Indonesia mengecam aksi teror di Chischurch, Selandia Baru</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032850/komentar-tokoh-antar-agama-dan-pegiat-masyarakat-sipil-soal-teror-di-selandia-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032850/komentar-tokoh-antar-agama-dan-pegiat-masyarakat-sipil-soal-teror-di-selandia-baru"/><item><title>Komentar Tokoh Antar-Agama dan Pegiat Masyarakat Sipil soal Teror di Selandia Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032850/komentar-tokoh-antar-agama-dan-pegiat-masyarakat-sipil-soal-teror-di-selandia-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032850/komentar-tokoh-antar-agama-dan-pegiat-masyarakat-sipil-soal-teror-di-selandia-baru</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2019 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/21/18/2032850/komentar-tokoh-antar-agama-dan-pegiat-masyarakat-sipil-soal-teror-di-selandia-baru-cNxIQLaml0.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/21/18/2032850/komentar-tokoh-antar-agama-dan-pegiat-masyarakat-sipil-soal-teror-di-selandia-baru-cNxIQLaml0.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Tokoh Antar-agama/kepercayaan dan pegiat masyarakat sipil di Indonesia mengecam aksi teror di Chischurch, Selandia Baru yang menewaskan 50 orang.

Pernyataan sikap yang dibacakan Profesor Komaruddin Hidayat di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas aksi teror penembakan di dua masjid di Selandia Baru itu.

&quot;Kami juga mengirim takziyah dan belasungkawa kepada keluarga seluruh korban dalam tragedi ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahi mereka ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi kehilangan orang-orang yang mereka cintai, yang sangat mereka sayangi. Kami semua bersama kalian dalam kesedihan ini,&quot; jelas Komarudin dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (20/3/2019).

Para tokoh agama dan pegiat masyarakat sipil juga mengecam sekeras-kerasnya tindak teror ini. Mereka percaya bahwa tindakan ini berlawanan dengan doktrin dan ajaran moral yang dititahkan dalam semua agama dan kepercayaan.

&quot;Bukan hanya itu. Kami juga percaya, tindakan ini adalah anti-manusia. Kami menyatakan kepada umat Islam yang saat ini menjadi sasaran teror di New Zealand itu: bahwa kami bersama kalian untuk menolak segala bentuk kekerasan. Kami tahu benar bahwa asas pokok ajaran semua agama adalah perdamaian, kasih-sayang sesama umat manusia, serta saling memahami dan mengenal antara semua golongan,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut Prof. Komarudin juga menjelaskan bahwa motivasi utama di balik terror ini adalah Islamofobia dan kebencian kepada imigran (senofobia). Karena itu, dengan kesadaran penuh, pihaknya menyatakan bahwa Islamofobia dan senofobia/kebencian pada orang asing adalah ideologi dan cara pikir yang sesat serta berbahaya bagi kemanusiaan.

&quot;Kami mengecam pikiran ini sekeras-kerasnya. Ajaran agama dan kepercayaan kami mendakwahkan cinta antar manusia dan hidup bersama secara damai,&quot; jelasnya.

&quot;Kami juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, yang sejak menit pertama, dan dengan sikap kenegarawanan kelas dunia mengulurkan tangan simpati dan dukungan kepada umat Islam di negerinya, sehingga mereka tak merasa sebagai orang asing,&quot; ucapnya lagi.

PM Ardern, menurut Prof Komarudin, juga dengan tegas menolak ideologi kebencian yang jelas-jelas menjadi motif di balik aksi teror ini. Tindakan PM Ardern untuk menyebut aksi ini tanpa ragu-ragu sebagai terorisme harus diapresiasi.

&quot;Penghargaan serupa juga kami tujukan kepada PM Australia, Scott Morrison, yang dengan cepat merespon pernyataan salah seorang senator di negerinya yang jelas-jelas memberikan simpati kepada tindakan teror itu. Tabik yang tinggi kepada PM Morrison untuk ketegasan moral seperti ini. Sikap tegas seperti ini akan mengirim sinyal baik kepada dunia bahwa dunia Barat tidak memusuhi umat Islam,&quot; imbuhnya lagi.

&quot;Terakhir yang tidak kalah pentingnya, kami juga memberian penghargan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang dengan tegas mengutuk tindakan teror ini,&quot; demikian ucapnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Tokoh Antar-agama/kepercayaan dan pegiat masyarakat sipil di Indonesia mengecam aksi teror di Chischurch, Selandia Baru yang menewaskan 50 orang.

Pernyataan sikap yang dibacakan Profesor Komaruddin Hidayat di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas aksi teror penembakan di dua masjid di Selandia Baru itu.

&quot;Kami juga mengirim takziyah dan belasungkawa kepada keluarga seluruh korban dalam tragedi ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahi mereka ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi kehilangan orang-orang yang mereka cintai, yang sangat mereka sayangi. Kami semua bersama kalian dalam kesedihan ini,&quot; jelas Komarudin dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (20/3/2019).

Para tokoh agama dan pegiat masyarakat sipil juga mengecam sekeras-kerasnya tindak teror ini. Mereka percaya bahwa tindakan ini berlawanan dengan doktrin dan ajaran moral yang dititahkan dalam semua agama dan kepercayaan.

&quot;Bukan hanya itu. Kami juga percaya, tindakan ini adalah anti-manusia. Kami menyatakan kepada umat Islam yang saat ini menjadi sasaran teror di New Zealand itu: bahwa kami bersama kalian untuk menolak segala bentuk kekerasan. Kami tahu benar bahwa asas pokok ajaran semua agama adalah perdamaian, kasih-sayang sesama umat manusia, serta saling memahami dan mengenal antara semua golongan,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut Prof. Komarudin juga menjelaskan bahwa motivasi utama di balik terror ini adalah Islamofobia dan kebencian kepada imigran (senofobia). Karena itu, dengan kesadaran penuh, pihaknya menyatakan bahwa Islamofobia dan senofobia/kebencian pada orang asing adalah ideologi dan cara pikir yang sesat serta berbahaya bagi kemanusiaan.

&quot;Kami mengecam pikiran ini sekeras-kerasnya. Ajaran agama dan kepercayaan kami mendakwahkan cinta antar manusia dan hidup bersama secara damai,&quot; jelasnya.

&quot;Kami juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, yang sejak menit pertama, dan dengan sikap kenegarawanan kelas dunia mengulurkan tangan simpati dan dukungan kepada umat Islam di negerinya, sehingga mereka tak merasa sebagai orang asing,&quot; ucapnya lagi.

PM Ardern, menurut Prof Komarudin, juga dengan tegas menolak ideologi kebencian yang jelas-jelas menjadi motif di balik aksi teror ini. Tindakan PM Ardern untuk menyebut aksi ini tanpa ragu-ragu sebagai terorisme harus diapresiasi.

&quot;Penghargaan serupa juga kami tujukan kepada PM Australia, Scott Morrison, yang dengan cepat merespon pernyataan salah seorang senator di negerinya yang jelas-jelas memberikan simpati kepada tindakan teror itu. Tabik yang tinggi kepada PM Morrison untuk ketegasan moral seperti ini. Sikap tegas seperti ini akan mengirim sinyal baik kepada dunia bahwa dunia Barat tidak memusuhi umat Islam,&quot; imbuhnya lagi.

&quot;Terakhir yang tidak kalah pentingnya, kami juga memberian penghargan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang dengan tegas mengutuk tindakan teror ini,&quot; demikian ucapnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
