<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Selandia Baru : Pelaku Teror Belajar Ideologinya di Tempat Lain</title><description>Jacinda Ardern menyerukan perjuangan global untuk membasmi ideologi rasis sayap kanan menyusul serangan mematikan di Kota Christchurch.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032926/pm-selandia-baru-pelaku-teror-belajar-ideologinya-di-tempat-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032926/pm-selandia-baru-pelaku-teror-belajar-ideologinya-di-tempat-lain"/><item><title>PM Selandia Baru : Pelaku Teror Belajar Ideologinya di Tempat Lain</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032926/pm-selandia-baru-pelaku-teror-belajar-ideologinya-di-tempat-lain</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/21/18/2032926/pm-selandia-baru-pelaku-teror-belajar-ideologinya-di-tempat-lain</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2019 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/21/18/2032926/pm-selandia-baru-pelaku-teror-belajar-ideologinya-di-tempat-lain-tNyvfYaF9v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Selandia Baru Jacinda Ardern. (Kai Schwoerer/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/21/18/2032926/pm-selandia-baru-pelaku-teror-belajar-ideologinya-di-tempat-lain-tNyvfYaF9v.jpg</image><title>PM Selandia Baru Jacinda Ardern. (Kai Schwoerer/Getty Images)</title></images><description>PERDANA Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyerukan perjuangan global untuk membasmi ideologi rasis sayap kanan menyusul serangan mematikan pekan lalu di dua masjid di Kota Christchurch.
Dalam salah-satu wawancara pertamanya sejak tragedi itu, dia mengatakan kepada BBC, dia menolak gagasan yang menyebut kehadiran migran telah memicu rasisme.
Serangan bersenjata di dua masjid di Kota Christchurch telah menewaskan 50 orang dan melukai lusinan lainnya.
Pemakaman pertama, yaitu seorang ayah dan putranya, berlangsung pada Rabu. Mereka adalah pendatang asal Suriah.



Ratusan pelayat berkumpul di komplek pemakaman di dekat Linwood Islamic Centre di Christchurch, salah satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran serangan.
Warga Australia, Brenton Tarrant (28), telah didakwa melakukan pembunuhan. Lima puluh orang tewas dalam serangan tersebut.
Apa yang dikatakan Ardern?
Ditanya tentang kebangkitan nasionalisme sayap kanan, dia berkata: &quot;Ini adalah (perbuatan) warga Australia, tapi bukan berarti kami tidak punya ideologi di Selandia Baru yang bakal menyinggung mayoritas warga selandia Baru.&quot;
Dia menegaskan ada tanggung jawab untuk &quot;mencabut keberadaannya dan memastikan kami tidak menciptakan lingkungan yang membuatnya berkembang.&quot;



&quot;Tapi saya akan menyerukan perjuangan global,&quot; tambahnya.
&quot;Apa yang terjadi di Selandia Baru adalah kekerasan yang dibawa oleh seseorang yang tumbuh dan belajar ideologinya di tempat lain.
&quot;Jika kita ingin memastikan secara global bahwa kita adalah dunia yang aman dan toleran serta inklusif kita tidak dapat memikirkan hal ini dalam konteks perbatasan.&quot;
Dia membela kebijakan negaranya yang menerima pengungsi, dengan mengatakan: &quot;Kami adalah negara yang ramah.&quot;
Dia menolak pemikiran bahwa dengan menerapkan sistem yang mengurus mereka yang memilih menyebut Selandia Baru sebagai kampung halaman, Selandia Baru telah melanggengkan lingkungan yang membuat ideologi semacam ini ada.



Dalam wawancara, Ardern juga menegaskan kembali pernyataannya bahwa dia tidak akan pernah menyebut nama pria bersenjata yang melakukan serangan di Christchurch.
&quot;Dia mencari banyak hal dari tindakan terornya, termasuk agar menjadi terkenal - itulah sebabnya Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebutkan namanya.&quot;


'Dia welas asih dan tenang'
 
Hywel Griffith, BBC News, Christchurch
Tidak ada pemimpin yang memiliki kesiapan untuk momen seperti ini.  Menakodai sebuah bangsa saat menghadapi sebuah tragedi serangan di  Christchurch, reaksi Jacinda Ardern melahirkan decak kagum, mungkin  karena dia jujur dan tulus.
Bersikap welas asih kasih tetapi tenang, di awal-awal kejadian, dia  berusaha menempatkan dirinya di sisi para korban dan keluarga mereka.
Mengenakan jilbab sebagai tanda penghormatan barangkali terlihat  sebagai isyarat sederhana, tetapi dampaknya sungguh dirasakan kerabat  dan rekan-rekan korban yang masih dilanda kesedihan.
Demikian juga frasa yang sengaja dia ulangi semenjak serangan itu.  Saya telah mendengar kata-katanya - &quot;kami adalah satu, mereka adalah  kami&quot; - diucapkan kembali kepada saya oleh keluarga korban di  Christchurch, dan melihatnya ditulis pada kartu yang tak terhitung  jumlahnya dan poster di samping semua karangan bunga.
Tentu saja, mempertahankan perasaan persatuan nasional ini merupakan  tantangan yang berbeda - tetapi dia telah menciptakan landasan  kepercayaan, sehingga kehadiran sosoknya bisa memberikan perubahan yang  berarti.
Apa perkembangan terbaru?
Kepolisian Selandia Baru pada Rabu menyebutkan identitas enam korban penembakan di masjid Al Noor.
Pimpinan kepolisian sermpat, Komisaris Mike Bush mengatakan 21 mayat  telah selesai diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga.  Pemeriksaan post-mortem terhadap 50 jenazah sudah selesai, kata polisi.



Tetapi beberapa keluarga menyatakan frustrasi dengan proses  identifikasi yang beberapa kali tertunda. Mohamed Safi, 23 tahun, yang  ayahnya Matiullah Safi meninggal akibat serangan di Masjid Al Noor,  mengeluhkan kurangnya informasi.
Dia mengatakan kepada kantor berita AFP: &quot;Mereka hanya mengatakan  bahwa mereka sedang melakukan prosedur mereka ... Mengapa saya tidak  tahu apa yang dilakukan mereka dalam mengidentifikasi jenazah?&quot;

(Baca Juga : Teror Masjid Christchurch, PM Selandia Baru: Pelaku Seorang Teroris, Dia Ekstremis)

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, polisi mengatakan: &quot;[Kami]  sangat menyadari frustrasi oleh keluarga dengan lamanya waktu yang  diperlukan untuk proses identifikasi setelah serangan teror Jumat.
&quot;Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan, dan secepat mungkin  kami akan menyerahkan jenazah korban kepada orang-orang yang  mencintainya.&quot;

(Baca Juga : Pemakaman Korban Serangan Teroris Christchurch Mulai Digelar)</description><content:encoded>PERDANA Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyerukan perjuangan global untuk membasmi ideologi rasis sayap kanan menyusul serangan mematikan pekan lalu di dua masjid di Kota Christchurch.
Dalam salah-satu wawancara pertamanya sejak tragedi itu, dia mengatakan kepada BBC, dia menolak gagasan yang menyebut kehadiran migran telah memicu rasisme.
Serangan bersenjata di dua masjid di Kota Christchurch telah menewaskan 50 orang dan melukai lusinan lainnya.
Pemakaman pertama, yaitu seorang ayah dan putranya, berlangsung pada Rabu. Mereka adalah pendatang asal Suriah.



Ratusan pelayat berkumpul di komplek pemakaman di dekat Linwood Islamic Centre di Christchurch, salah satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran serangan.
Warga Australia, Brenton Tarrant (28), telah didakwa melakukan pembunuhan. Lima puluh orang tewas dalam serangan tersebut.
Apa yang dikatakan Ardern?
Ditanya tentang kebangkitan nasionalisme sayap kanan, dia berkata: &quot;Ini adalah (perbuatan) warga Australia, tapi bukan berarti kami tidak punya ideologi di Selandia Baru yang bakal menyinggung mayoritas warga selandia Baru.&quot;
Dia menegaskan ada tanggung jawab untuk &quot;mencabut keberadaannya dan memastikan kami tidak menciptakan lingkungan yang membuatnya berkembang.&quot;



&quot;Tapi saya akan menyerukan perjuangan global,&quot; tambahnya.
&quot;Apa yang terjadi di Selandia Baru adalah kekerasan yang dibawa oleh seseorang yang tumbuh dan belajar ideologinya di tempat lain.
&quot;Jika kita ingin memastikan secara global bahwa kita adalah dunia yang aman dan toleran serta inklusif kita tidak dapat memikirkan hal ini dalam konteks perbatasan.&quot;
Dia membela kebijakan negaranya yang menerima pengungsi, dengan mengatakan: &quot;Kami adalah negara yang ramah.&quot;
Dia menolak pemikiran bahwa dengan menerapkan sistem yang mengurus mereka yang memilih menyebut Selandia Baru sebagai kampung halaman, Selandia Baru telah melanggengkan lingkungan yang membuat ideologi semacam ini ada.



Dalam wawancara, Ardern juga menegaskan kembali pernyataannya bahwa dia tidak akan pernah menyebut nama pria bersenjata yang melakukan serangan di Christchurch.
&quot;Dia mencari banyak hal dari tindakan terornya, termasuk agar menjadi terkenal - itulah sebabnya Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebutkan namanya.&quot;


'Dia welas asih dan tenang'
 
Hywel Griffith, BBC News, Christchurch
Tidak ada pemimpin yang memiliki kesiapan untuk momen seperti ini.  Menakodai sebuah bangsa saat menghadapi sebuah tragedi serangan di  Christchurch, reaksi Jacinda Ardern melahirkan decak kagum, mungkin  karena dia jujur dan tulus.
Bersikap welas asih kasih tetapi tenang, di awal-awal kejadian, dia  berusaha menempatkan dirinya di sisi para korban dan keluarga mereka.
Mengenakan jilbab sebagai tanda penghormatan barangkali terlihat  sebagai isyarat sederhana, tetapi dampaknya sungguh dirasakan kerabat  dan rekan-rekan korban yang masih dilanda kesedihan.
Demikian juga frasa yang sengaja dia ulangi semenjak serangan itu.  Saya telah mendengar kata-katanya - &quot;kami adalah satu, mereka adalah  kami&quot; - diucapkan kembali kepada saya oleh keluarga korban di  Christchurch, dan melihatnya ditulis pada kartu yang tak terhitung  jumlahnya dan poster di samping semua karangan bunga.
Tentu saja, mempertahankan perasaan persatuan nasional ini merupakan  tantangan yang berbeda - tetapi dia telah menciptakan landasan  kepercayaan, sehingga kehadiran sosoknya bisa memberikan perubahan yang  berarti.
Apa perkembangan terbaru?
Kepolisian Selandia Baru pada Rabu menyebutkan identitas enam korban penembakan di masjid Al Noor.
Pimpinan kepolisian sermpat, Komisaris Mike Bush mengatakan 21 mayat  telah selesai diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga.  Pemeriksaan post-mortem terhadap 50 jenazah sudah selesai, kata polisi.



Tetapi beberapa keluarga menyatakan frustrasi dengan proses  identifikasi yang beberapa kali tertunda. Mohamed Safi, 23 tahun, yang  ayahnya Matiullah Safi meninggal akibat serangan di Masjid Al Noor,  mengeluhkan kurangnya informasi.
Dia mengatakan kepada kantor berita AFP: &quot;Mereka hanya mengatakan  bahwa mereka sedang melakukan prosedur mereka ... Mengapa saya tidak  tahu apa yang dilakukan mereka dalam mengidentifikasi jenazah?&quot;

(Baca Juga : Teror Masjid Christchurch, PM Selandia Baru: Pelaku Seorang Teroris, Dia Ekstremis)

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, polisi mengatakan: &quot;[Kami]  sangat menyadari frustrasi oleh keluarga dengan lamanya waktu yang  diperlukan untuk proses identifikasi setelah serangan teror Jumat.
&quot;Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan, dan secepat mungkin  kami akan menyerahkan jenazah korban kepada orang-orang yang  mencintainya.&quot;

(Baca Juga : Pemakaman Korban Serangan Teroris Christchurch Mulai Digelar)</content:encoded></item></channel></rss>
