<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Diguncang Gempa Selama 3 Hari, Warga Alor NTT Waspada   </title><description>Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis 21 Maret 2019.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/21/340/2032981/diguncang-gempa-selama-3-hari-warga-alor-ntt-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/21/340/2032981/diguncang-gempa-selama-3-hari-warga-alor-ntt-waspada"/><item><title> Diguncang Gempa Selama 3 Hari, Warga Alor NTT Waspada   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/21/340/2032981/diguncang-gempa-selama-3-hari-warga-alor-ntt-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/21/340/2032981/diguncang-gempa-selama-3-hari-warga-alor-ntt-waspada</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2019 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/21/340/2032981/diguncang-gempa-selama-3-hari-warga-alor-ntt-waspada-F6yGfjtgFs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/21/340/2032981/diguncang-gempa-selama-3-hari-warga-alor-ntt-waspada-F6yGfjtgFs.jpg</image><title>Foto Ilustrasi shutterstock</title></images><description>
KUPANG - Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis 21 Maret 2019. Meskipun tak berpotensi tsunami, gempa bermagnitudo 4.2 itu telah mengguncang rasa takut warga.

Seorang warga Alor, Bekak mengaku sangat takut dan mulai waspada. Pasalnya sejak tiga hari ini pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Kenari itu berturut-turut diguncang gempa.

&quot;Kami mulai waspada karena sudah tiga hari ini terus diguncang gempa,&quot; katanya kepada Okezone.

Dia mengaku sangat trauma dengan gempa bumi. Hal ini sangat beralasan karena 2004 silam, pulau yang berbatasan laut dengan Negara Timor Leste itu sempat porak poranda dihantam gempa berkekuatan magnitudo 6,4. Dampak gempa itu telah membuat sebagian besar penduduk Alor yang berjumlah delapan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

&quot;Kami sangat trauma dengan guncangan gempa ini,&quot; katanya lagi.

Dari pantauan hasil analisis BMKG terhadap gempa hari Kamis 21 Maret 2019 ini menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada pukul 09:53:44 WITA dengan kekuatan M=4.2 SR.

Pusat gempabumi terletak pada koordinat 8.35 LS-125.12 BT, tepatnya di Laut pada 63 Km Tenggara Alor dengan kedalaman 10 Km dan akibatnya penjalaran getaran gempa dirasakan. Dari laporan masyarakat, dampak gempabumi berupa guncangan yang dirasakan dalam skala II-III MMI di Maritaing, Alor.

Jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Belu Utara. Gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Hingga pukul 11.10 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan &quot;aftershock&quot;.</description><content:encoded>
KUPANG - Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis 21 Maret 2019. Meskipun tak berpotensi tsunami, gempa bermagnitudo 4.2 itu telah mengguncang rasa takut warga.

Seorang warga Alor, Bekak mengaku sangat takut dan mulai waspada. Pasalnya sejak tiga hari ini pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Kenari itu berturut-turut diguncang gempa.

&quot;Kami mulai waspada karena sudah tiga hari ini terus diguncang gempa,&quot; katanya kepada Okezone.

Dia mengaku sangat trauma dengan gempa bumi. Hal ini sangat beralasan karena 2004 silam, pulau yang berbatasan laut dengan Negara Timor Leste itu sempat porak poranda dihantam gempa berkekuatan magnitudo 6,4. Dampak gempa itu telah membuat sebagian besar penduduk Alor yang berjumlah delapan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

&quot;Kami sangat trauma dengan guncangan gempa ini,&quot; katanya lagi.

Dari pantauan hasil analisis BMKG terhadap gempa hari Kamis 21 Maret 2019 ini menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada pukul 09:53:44 WITA dengan kekuatan M=4.2 SR.

Pusat gempabumi terletak pada koordinat 8.35 LS-125.12 BT, tepatnya di Laut pada 63 Km Tenggara Alor dengan kedalaman 10 Km dan akibatnya penjalaran getaran gempa dirasakan. Dari laporan masyarakat, dampak gempabumi berupa guncangan yang dirasakan dalam skala II-III MMI di Maritaing, Alor.

Jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Belu Utara. Gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Hingga pukul 11.10 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan &quot;aftershock&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
