<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ma'ruf Amin yang Pernah Sewa Sepeda untuk Nonton Kampanye</title><description>Akhirnya saya ke kota naik sepeda nonton orang kampanye di lapangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/22/605/2033700/kisah-ma-ruf-amin-yang-pernah-sewa-sepeda-untuk-nonton-kampanye</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/22/605/2033700/kisah-ma-ruf-amin-yang-pernah-sewa-sepeda-untuk-nonton-kampanye"/><item><title>Kisah Ma'ruf Amin yang Pernah Sewa Sepeda untuk Nonton Kampanye</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/22/605/2033700/kisah-ma-ruf-amin-yang-pernah-sewa-sepeda-untuk-nonton-kampanye</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/22/605/2033700/kisah-ma-ruf-amin-yang-pernah-sewa-sepeda-untuk-nonton-kampanye</guid><pubDate>Jum'at 22 Maret 2019 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/22/605/2033700/kisah-ma-ruf-amin-yang-pernah-sewa-sepeda-untuk-nonton-kampanye-MJ5MFTPp6F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Ma'ruf Amin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/22/605/2033700/kisah-ma-ruf-amin-yang-pernah-sewa-sepeda-untuk-nonton-kampanye-MJ5MFTPp6F.jpg</image><title>KH Ma'ruf Amin</title></images><description>SAMARINDA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin menuturkan pengalaman hidup dan perjuangannya saat menjadi santri di Pondok Pesantren. Kisah pengalaman Kiai Ma'ruf saat 'Nyantri' diungkapkan kepada awak media di sela-sela safari politik di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3/2019).

Menurut Kiai Ma'ruf, kehidupan sebagai seorang santri waktu itu sama seperti yang dirasakan para santri saat ini yakni makan seadanya dan kerjanya hanya mengaji dan mengkaji ilmu agama kepada Ustaz dan para Kiai.

&quot;Tapi saya dulu sukanya main bola dan badminton,&quot; tutur Ma'ruf.

Bicara pengamalannya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, pada 1955 yang bertepatan dengan pemilihan umum yang diikuti oleh banyak partai politik, mustasyar PBNU itu mengaku sudah senang melihat aktivitas kampanye umum pemilu yang berlangsung saat itu.


(Baca Juga: Cerita Ma'ruf Amin yang Sempat Nyaris Jadi Polisi)

Sebenarnya, kata Ma'ruf, saat itu dirinya ingin ikut rombongan untuk menonton kampanye umum. Karena dianggap belum cukup umur, mantan Rais Aam PBNU itu pun ditolak rombongan. Kiai Ma'ruf tak habis akal, ia pun memutuskan untuk menyewa sepeda kayuh hanya untuk menonton aktivitas kampanye.

&quot;Akhirnya saya ke kota naik sepeda nonton orang kampanye di lapangan. Waktu nyoblos, saya ngintip saja,&quot; tutur Ma'ruf.

Saat ditanya awak media apa tujuan dirinya sampai menyewa sepeda untuk menonton kampanye, Ketua Umum MUI itu menegaskan dirinya hanya senang saja melihat aktivitas dan kegiatan kampanye.

&quot;Jadi ingin lihat seperti apa sih orang kampanye. Dulu kan kalau pidato kan galak-galak,&quot; ucapnya.

Pria yang akrab disapa Abah itu pun menyampaikan awal mula dirinya tertarik di dunia politik. Abah menyebutkan, sebenarnya sejak 1965 dirinya sudah tertarik dengan kehidupan politik, tetapi tepatnya pada 70-an, Kiai Ma'ruf sudah terjun ke organisasi politik dengan memimpin sebuah organisasi Front Pemuda.

&quot;Mulai ke politik, tahun 71 pemilu, saya ikut menjadi anggota DPRD DKI termuda saya, 27 tahun. Tapi walau saya masih pemuda tapi saya jadi ketua fraksi golongan islam, masi 28 jadi ketua fraksi. Gubernurnya waktu itu Ali Sadikin, letjen lagi, saya masih anak muda,&quot; kata Kiai Ma'ruf.</description><content:encoded>SAMARINDA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin menuturkan pengalaman hidup dan perjuangannya saat menjadi santri di Pondok Pesantren. Kisah pengalaman Kiai Ma'ruf saat 'Nyantri' diungkapkan kepada awak media di sela-sela safari politik di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3/2019).

Menurut Kiai Ma'ruf, kehidupan sebagai seorang santri waktu itu sama seperti yang dirasakan para santri saat ini yakni makan seadanya dan kerjanya hanya mengaji dan mengkaji ilmu agama kepada Ustaz dan para Kiai.

&quot;Tapi saya dulu sukanya main bola dan badminton,&quot; tutur Ma'ruf.

Bicara pengamalannya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, pada 1955 yang bertepatan dengan pemilihan umum yang diikuti oleh banyak partai politik, mustasyar PBNU itu mengaku sudah senang melihat aktivitas kampanye umum pemilu yang berlangsung saat itu.


(Baca Juga: Cerita Ma'ruf Amin yang Sempat Nyaris Jadi Polisi)

Sebenarnya, kata Ma'ruf, saat itu dirinya ingin ikut rombongan untuk menonton kampanye umum. Karena dianggap belum cukup umur, mantan Rais Aam PBNU itu pun ditolak rombongan. Kiai Ma'ruf tak habis akal, ia pun memutuskan untuk menyewa sepeda kayuh hanya untuk menonton aktivitas kampanye.

&quot;Akhirnya saya ke kota naik sepeda nonton orang kampanye di lapangan. Waktu nyoblos, saya ngintip saja,&quot; tutur Ma'ruf.

Saat ditanya awak media apa tujuan dirinya sampai menyewa sepeda untuk menonton kampanye, Ketua Umum MUI itu menegaskan dirinya hanya senang saja melihat aktivitas dan kegiatan kampanye.

&quot;Jadi ingin lihat seperti apa sih orang kampanye. Dulu kan kalau pidato kan galak-galak,&quot; ucapnya.

Pria yang akrab disapa Abah itu pun menyampaikan awal mula dirinya tertarik di dunia politik. Abah menyebutkan, sebenarnya sejak 1965 dirinya sudah tertarik dengan kehidupan politik, tetapi tepatnya pada 70-an, Kiai Ma'ruf sudah terjun ke organisasi politik dengan memimpin sebuah organisasi Front Pemuda.

&quot;Mulai ke politik, tahun 71 pemilu, saya ikut menjadi anggota DPRD DKI termuda saya, 27 tahun. Tapi walau saya masih pemuda tapi saya jadi ketua fraksi golongan islam, masi 28 jadi ketua fraksi. Gubernurnya waktu itu Ali Sadikin, letjen lagi, saya masih anak muda,&quot; kata Kiai Ma'ruf.</content:encoded></item></channel></rss>
