<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesenian Nusantara Kental Unsur Mistis, Budayawan: Itu Hanya untuk Hiburan!</title><description>Kesenian tradisional nusantara kerap dikaitkan dengan hal-hal berunsur mistis. Seperti misalnya, penari yang tiba-tiba kesurupan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/23/338/2033748/kesenian-nusantara-kental-unsur-mistis-budayawan-itu-hanya-untuk-hiburan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/23/338/2033748/kesenian-nusantara-kental-unsur-mistis-budayawan-itu-hanya-untuk-hiburan"/><item><title>Kesenian Nusantara Kental Unsur Mistis, Budayawan: Itu Hanya untuk Hiburan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/23/338/2033748/kesenian-nusantara-kental-unsur-mistis-budayawan-itu-hanya-untuk-hiburan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/23/338/2033748/kesenian-nusantara-kental-unsur-mistis-budayawan-itu-hanya-untuk-hiburan</guid><pubDate>Sabtu 23 Maret 2019 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/22/338/2033748/kesenian-nusantara-kental-unsur-mistis-budayawan-itu-hanya-untuk-hiburan-ilARbZyMDC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Budayawan Betawi, Ridwan Saidi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/22/338/2033748/kesenian-nusantara-kental-unsur-mistis-budayawan-itu-hanya-untuk-hiburan-ilARbZyMDC.jpg</image><title>Budayawan Betawi, Ridwan Saidi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kesenian tradisional nusantara kerap dikaitkan dengan hal-hal berunsur mistis. Seperti misalnya, penari yang tiba-tiba kesurupan atau kerasukan roh halus saat beraksi. Namun, budayawan Betawi, Ridwan Saidi punya pandangan lain soal itu.
Ia sama sekali tidak setuju jika kesenian khususnya tarian di Indonesia disebut kental nuansa mistisnya. Menurutnya, ritual berbau mistis dalam sebuah tarian hanya 'settingan' belaka.
&quot;Enggak ada kok. Ini sebetulnya hanya komersial alias untuk hiburan aja,&quot; kata Ridwan saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Padahal, seringkali dijumpai beberapa tarian asli Indonesia yang sering kali membuat para penarinya kesurupan atau kerasukan. Sebut saja atraksi kuda lumping (jaran kepang) di Jawa Timur maupun sintren, tari tradisional asli Cirebon.

Konon, sebagian masyarakat masih mempercayai, ada ritual khusus memanggil roh yang kemudian dimasukkan ke tubuh si penari, sehingga bisa mengeluarkan gerakan memikat.
Menurut Ridwan pandangan itu sudah salah kaprah. Adapun gerakan tari yang seolah dipertontonkan tanpa sadar itu, sebenarnya adalah murni kemampuan dari si penari yang diharapkan dapat membuat penonton takjub.
&quot;Itu hanya cari kesenangan aja. Enggak ada kok itu (unsur mistis) apalagi (untuk) menolak bala,&quot; tutur Ridwan sembari mengaitkannya dengan kesenian tari Topeng Betawi.

Meski begitu, pria berusia 76 tahun itu meminta agar masyarakat tetap mencintai seni dan budaya warisan nusantara. Dia juga mendorong agar pemerintah lebih serius memperhatikan program-program yang berkaitan dengan kebudayaan nusantara.
&quot;Artinya, memang kebudayaan harus dibantu agar program-program lebih jelas . Misalnya, ada semacam kongres-kongres kebudayaan. Itu (program-program lain) yang menghasilkan biaya besar sebaiknya dihapus aja. Enggak guna,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kesenian tradisional nusantara kerap dikaitkan dengan hal-hal berunsur mistis. Seperti misalnya, penari yang tiba-tiba kesurupan atau kerasukan roh halus saat beraksi. Namun, budayawan Betawi, Ridwan Saidi punya pandangan lain soal itu.
Ia sama sekali tidak setuju jika kesenian khususnya tarian di Indonesia disebut kental nuansa mistisnya. Menurutnya, ritual berbau mistis dalam sebuah tarian hanya 'settingan' belaka.
&quot;Enggak ada kok. Ini sebetulnya hanya komersial alias untuk hiburan aja,&quot; kata Ridwan saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Padahal, seringkali dijumpai beberapa tarian asli Indonesia yang sering kali membuat para penarinya kesurupan atau kerasukan. Sebut saja atraksi kuda lumping (jaran kepang) di Jawa Timur maupun sintren, tari tradisional asli Cirebon.

Konon, sebagian masyarakat masih mempercayai, ada ritual khusus memanggil roh yang kemudian dimasukkan ke tubuh si penari, sehingga bisa mengeluarkan gerakan memikat.
Menurut Ridwan pandangan itu sudah salah kaprah. Adapun gerakan tari yang seolah dipertontonkan tanpa sadar itu, sebenarnya adalah murni kemampuan dari si penari yang diharapkan dapat membuat penonton takjub.
&quot;Itu hanya cari kesenangan aja. Enggak ada kok itu (unsur mistis) apalagi (untuk) menolak bala,&quot; tutur Ridwan sembari mengaitkannya dengan kesenian tari Topeng Betawi.

Meski begitu, pria berusia 76 tahun itu meminta agar masyarakat tetap mencintai seni dan budaya warisan nusantara. Dia juga mendorong agar pemerintah lebih serius memperhatikan program-program yang berkaitan dengan kebudayaan nusantara.
&quot;Artinya, memang kebudayaan harus dibantu agar program-program lebih jelas . Misalnya, ada semacam kongres-kongres kebudayaan. Itu (program-program lain) yang menghasilkan biaya besar sebaiknya dihapus aja. Enggak guna,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
