<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lantik Pengurus Apeksindo, Moeldoko Ajak Kembalikan Kejayaan Maritim Indonesia</title><description>KSP Moeldoko mengatakan pemerintah Jokowi serius membangun kembali kejayaan maritim salah satunya lewat tol laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/23/340/2033835/lantik-pengurus-apeksindo-moeldoko-ajak-kembalikan-kejayaan-maritim-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/23/340/2033835/lantik-pengurus-apeksindo-moeldoko-ajak-kembalikan-kejayaan-maritim-indonesia"/><item><title>Lantik Pengurus Apeksindo, Moeldoko Ajak Kembalikan Kejayaan Maritim Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/23/340/2033835/lantik-pengurus-apeksindo-moeldoko-ajak-kembalikan-kejayaan-maritim-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/23/340/2033835/lantik-pengurus-apeksindo-moeldoko-ajak-kembalikan-kejayaan-maritim-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 23 Maret 2019 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Sarifudin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/23/340/2033835/lantik-pengurus-apeksindo-moeldoko-ajak-kembalikan-kejayaan-maritim-indonesia-IsK6JFaPqr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelantikan pengurus Aspekindo (Amir/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/23/340/2033835/lantik-pengurus-apeksindo-moeldoko-ajak-kembalikan-kejayaan-maritim-indonesia-IsK6JFaPqr.jpg</image><title>Pelantikan pengurus Aspekindo (Amir/Okezone)</title></images><description>BALIKPAPAN &amp;ndash; Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (purn) Moeldoko melantik dan mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Pemerintah Daerah  Pesisir dan Kepulauan Seluruh Indonesia (Aspeksindo) periode 2018-2021 di Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (22/3/2019).

Selain melantik Aspeksindo, mantan panglima TNI itu juga membuka Rakernas I dan Expo Maritim.

Mengusung tema &amp;ldquo;Satu Laut Sejuta Manfaat&amp;rdquo;, Aspeksindo berpendapat wilayah pesisir dan kepulauan yang memiliki potensi besar bagi negara, hendaknya ditangani secara khusus agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

Ketua Umum Aspeksindo, Abdul Gafur Mas&amp;rsquo;ud (AGM) mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke.

Luas total wilayah  Indonesia 7,81 juta Km2 yang terdiri dari 2,01 juta Km2 daratan, 3,25 juta  Km2 lautan, dan 2,55 juta Km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini merupakan anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada negeri ini, dengan sumber daya pesisir dan lautan yang kita miliki, mempunyai  potensi sumber daya alam yang sangat penting, baik hayati maupun non-hayati yang bernilai ekonomis dan ekologis tinggi,&amp;rdquo; tutur Abdul Gafur yang juga Bupati Penajam Paser Utara, Kaltim.

&amp;ldquo;Dengan potensi yang unik dan bernilai ekonomi tadi, maka wilayah pesisir  dihadapkan pada ancaman yang tinggi pula. Oleh sebab itu, hendaknya wilayah pesisir ditangani secara khusus agar wilayah ini dapat dikelola secara  berkelanjutan,&amp;rdquo; katanya.

Saat ini terdapat UU No. 1 Tahun 2014 tentang  Perubahan atas UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Namun Aspeksindao dalam implementasinya melihat masih terdapat permasalahan baik dari sisi  substansi hukum, kelembagaan dan aparatur hukum, pelayanan hukum maupun  budaya hukum masyarakat.

&amp;ldquo;Dalam pasal 27 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah  Daerah hanya mengatur pemberian kewenangan pengelolaan wilayah kepada  pemerintah daerah provinsi, sedangkan UU No. 1 tahun 2014 tentang  Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menyatakan bahwa  pengelolaan wilayah pesisir dapat dilakukan oleh gubernur maupun bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya,&amp;rdquo; tandasnya.

Sementara Moeldoko mengakui adanya keluhan-keluhan seperti itu. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah terbaik baik nelayan dan masyarakat pesisir.

&amp;ldquo;Itu memang ada keluhan-keluhan ya kemarin saya ke Buton saat festival nelayan tradisional saya memahami itu pemerintah akan mengambil langkah-langkah terbaik bagi nelayan tradisional kita,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia meyakini kebijakan pemerintah saat ini menjadikan laut sebagai potensi besar yang harus dikelola untuk kemakmuran rakyat tercermin dalam visi misi Presiden Jokowi.

&amp;ldquo;Yakni Memandang laut sebagai masa depan, kedua laut menjadi sebagai moda transportasi  dengan tol laut, kemudian sebagai poros maritime dunia. Itu visi misi yang bisa diaktualisasikan dalam selama pemerintahan beliau,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Untuk mewujudkan itu semua pihak harus bekerja keras untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim karena samudera,  laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban bangsa Indonesia.

&amp;ldquo;Kita telah lama menunggangi laut, samudra, laut selat dan teluk kini  saatnya kita menggembalikan semuanya sehingga Jelesveva Jayamahe di laut justru kita jaya sebagai simbol nenek moyang kita di masa lalu bisa kembali  membahana,&amp;rdquo; tukasnya.

</description><content:encoded>BALIKPAPAN &amp;ndash; Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (purn) Moeldoko melantik dan mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Pemerintah Daerah  Pesisir dan Kepulauan Seluruh Indonesia (Aspeksindo) periode 2018-2021 di Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (22/3/2019).

Selain melantik Aspeksindo, mantan panglima TNI itu juga membuka Rakernas I dan Expo Maritim.

Mengusung tema &amp;ldquo;Satu Laut Sejuta Manfaat&amp;rdquo;, Aspeksindo berpendapat wilayah pesisir dan kepulauan yang memiliki potensi besar bagi negara, hendaknya ditangani secara khusus agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

Ketua Umum Aspeksindo, Abdul Gafur Mas&amp;rsquo;ud (AGM) mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke.

Luas total wilayah  Indonesia 7,81 juta Km2 yang terdiri dari 2,01 juta Km2 daratan, 3,25 juta  Km2 lautan, dan 2,55 juta Km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini merupakan anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada negeri ini, dengan sumber daya pesisir dan lautan yang kita miliki, mempunyai  potensi sumber daya alam yang sangat penting, baik hayati maupun non-hayati yang bernilai ekonomis dan ekologis tinggi,&amp;rdquo; tutur Abdul Gafur yang juga Bupati Penajam Paser Utara, Kaltim.

&amp;ldquo;Dengan potensi yang unik dan bernilai ekonomi tadi, maka wilayah pesisir  dihadapkan pada ancaman yang tinggi pula. Oleh sebab itu, hendaknya wilayah pesisir ditangani secara khusus agar wilayah ini dapat dikelola secara  berkelanjutan,&amp;rdquo; katanya.

Saat ini terdapat UU No. 1 Tahun 2014 tentang  Perubahan atas UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Namun Aspeksindao dalam implementasinya melihat masih terdapat permasalahan baik dari sisi  substansi hukum, kelembagaan dan aparatur hukum, pelayanan hukum maupun  budaya hukum masyarakat.

&amp;ldquo;Dalam pasal 27 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah  Daerah hanya mengatur pemberian kewenangan pengelolaan wilayah kepada  pemerintah daerah provinsi, sedangkan UU No. 1 tahun 2014 tentang  Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menyatakan bahwa  pengelolaan wilayah pesisir dapat dilakukan oleh gubernur maupun bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya,&amp;rdquo; tandasnya.

Sementara Moeldoko mengakui adanya keluhan-keluhan seperti itu. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah terbaik baik nelayan dan masyarakat pesisir.

&amp;ldquo;Itu memang ada keluhan-keluhan ya kemarin saya ke Buton saat festival nelayan tradisional saya memahami itu pemerintah akan mengambil langkah-langkah terbaik bagi nelayan tradisional kita,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia meyakini kebijakan pemerintah saat ini menjadikan laut sebagai potensi besar yang harus dikelola untuk kemakmuran rakyat tercermin dalam visi misi Presiden Jokowi.

&amp;ldquo;Yakni Memandang laut sebagai masa depan, kedua laut menjadi sebagai moda transportasi  dengan tol laut, kemudian sebagai poros maritime dunia. Itu visi misi yang bisa diaktualisasikan dalam selama pemerintahan beliau,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Untuk mewujudkan itu semua pihak harus bekerja keras untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim karena samudera,  laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban bangsa Indonesia.

&amp;ldquo;Kita telah lama menunggangi laut, samudra, laut selat dan teluk kini  saatnya kita menggembalikan semuanya sehingga Jelesveva Jayamahe di laut justru kita jaya sebagai simbol nenek moyang kita di masa lalu bisa kembali  membahana,&amp;rdquo; tukasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
