<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN: Proyek MRT Dapat Dituntaskan karena Jokowi Terapkan Kepemimpinan yang Efektif</title><description>Resmi beroperasinya MRT di bawah kepemimpinan Jokowi jadi prestasi yang membanggakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/24/605/2034244/tkn-proyek-mrt-dapat-dituntaskan-karena-jokowi-terapkan-kepemimpinan-yang-efektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/24/605/2034244/tkn-proyek-mrt-dapat-dituntaskan-karena-jokowi-terapkan-kepemimpinan-yang-efektif"/><item><title>TKN: Proyek MRT Dapat Dituntaskan karena Jokowi Terapkan Kepemimpinan yang Efektif</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/24/605/2034244/tkn-proyek-mrt-dapat-dituntaskan-karena-jokowi-terapkan-kepemimpinan-yang-efektif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/24/605/2034244/tkn-proyek-mrt-dapat-dituntaskan-karena-jokowi-terapkan-kepemimpinan-yang-efektif</guid><pubDate>Minggu 24 Maret 2019 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/24/605/2034244/tkn-proyek-mrt-dapat-dituntaskan-karena-jokowi-terapkan-kepemimpinan-yang-efektif-DvdYdXvIVX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi, aktris Chelsea Islan, dan Iriana Jokowi naik MRT. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/24/605/2034244/tkn-proyek-mrt-dapat-dituntaskan-karena-jokowi-terapkan-kepemimpinan-yang-efektif-DvdYdXvIVX.jpg</image><title>Presiden Jokowi, aktris Chelsea Islan, dan Iriana Jokowi naik MRT. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Moda Raya Terpadu (MRT) fase I resmi beroperasi, per hari ini. Peresmian MRT oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dinilai jadi tonggak monumental bagi bangsa Indonesia dalam pembangunan transportasi massal berbasis rel di Jakarta.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, MRT telah dicanangkan sejak lama di era Soeharto di mana waktu itu Pak Habibie sebagai Menristeknya. Sekian banyak Gubernur DKI Jakarta telah merencanakan pembangunan MRT ini.
&amp;ldquo;Namun, di era kepemimpinan Gubernur Jokowi pembangunan MRT dimulai. Selama 6 tahun pembangunan MRT dilaksanakan di mana Presiden Jokowi memantau langsung proses pengerjaan pembangunan ini dengan detail dan saksama. Hari ini, Presiden Jokowi telah meresmikannya untuk fase I dari Lebak Bulus ke Bundaran HI,&amp;rdquo; kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2019).
Ia mengatakan, sesungguhnya pembangunan ini MRT di Indonesia sudah ketinggalan dibandingkan kota-kota besar di negara maju lainnya di dunia. Sekalipun begitu, tambah dia, Presiden Jokowi telah mampu mengejar ketertinggalan kota-kota besar dunia dengan pembangunan moda transportasi publik yang nyaman dan berbasis rel berteknologi tinggi ini.



Di ASEAN, MRT telah terlebih dahulu dibangun di Singapura tahun 1987, kemudian di Bangkok tahun 2004, serta di Kuala Lumpur, Malaysia, diresmikan pada 2017. Di Asia Jepang jadi negara yang pertama kali membangun MRT tepatnya di Tokyo pada 1927. Jauh sebelumnya, di Kota New York, Amerika Serikat, MRT ini telah digunakan sejak tahun 1904.
&amp;ldquo;Kini kita patut berbangga di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi pembangunan MRT telah diresmikan untuk fase I. Ini merupakan prestasi yang membanggakan, bukan saja untuk rakyat Jakarta, namun juga untuk Indonesia,&amp;rdquo; kata politkus Golkar tersebut.
Sebelumnya, pemerintahan Jakarta telah mencanangkan berbagai moda transportasi publik yang bermacam-macam. Di era Gubernur Sutiyoso ada busway, Gubernur Fauzi Bowo sempat mencanangkan program monorail, dan di era Jokowi-Ahok mencanangkan MRT yang telah selesai tahap 1 tahun 2019 dan LRT atau Kereta Layang Cepat yang hingga saat ini masih dikerjakan.


&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wNi80LzExNzEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia menilai, program infrastruktur ini dapat diselesaikan karena Pak Jokowi mampu menerapkan kepemimpinan yang efektif.

&amp;ldquo;Hal itu bisa kita lihat dari lima hal. Pertama, seorang pemimpin seperti Pak Jokowi memiliki kepemimpinan yang inovatif. Pak Jokowi bekerja dengan pendekatan yang out of the box dan tidak terpaku pada pendekatan yang konvensional. Pak Jokowi tidak hanya menerima laporan begitu saja dari para pembantunya, tapi terjun sendiri ke lapangan memantau pekerjaan tersebut. Walaupun ada pihak-pihak yang menyebutnya sebagai pekerjaan &amp;lsquo;mandor&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tuturnya,


Kedua, kata Ace, Jokowi mampu menginspirasi dan memotivasi semua para  pembantunya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama. Dengan  terjun langsung ke lapangan, bukan sekadar memantau dan melihat  pekerjaan. &amp;ldquo;Tapi, di situlah seorang pemimpin menginspirasi dan  memotivasi anak buahnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh untuk  mencapai target yang telah dicanangkan,&amp;rdquo; katanya.

Ketiga, lanjut Ace, Jokowi menjadi teladan yang baik bagi para  pembantunya. Keteladanan itu sangat penting. Bukan hanya banyak bicara,  tapi bekerja langsung. Hal ini memotivasi mereka untuk ingin terus  meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/22/56416/286537_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momen Chelsea Islan Memotret Presiden Jokowi di Dalam Kereta MRT&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&amp;ldquo;Keempat, Pak Jokowi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang  tinggi. Sekalipun beliau mengalami hujatan atas kebijakan yang  diterapkannya, selagi beliau memiliki keyakinan yang teguh, beliau  konsisten menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Pak Jokowi difitnah  dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak relevan dengan apa yang  dikerjakannya. Namun, Pak Jokowi tangguh dan tetap tegak berdiri bekerja  untuk rakyat,&amp;rdquo; katanya.

Poin kelima, menurutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang memberdayakan  kepada para pembantunya sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang  dimilikinya. Memberdayakan itu artinya memberikan kepercayaan kepada  anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan skema yang disepakati.

Dengan kepemimpinan yang efektif, kata Ace, Jokowi mampu bekerja  dengan baik. Torehan berbagai hasil pembangunan, tidak hanya MRT, namun  juga infrastruktur lainnya seperti jalan tol, bendungan, irigasi,  aktivasi kereta api yang mangkrak, waduk, tanggul, jalan desa, dan  lain-lain menunjukan Jokowi merupakan pemimpin yang bekerja secara  efektif.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/13/56274/285679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ujicoba MRT, Warga Manfaatkan untuk Keliling Ibukota&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&amp;ldquo;Tak cukup hanya beretorika, mengkritik, datang ke pasar-pasar  menanyakan harga lalu bicara ke media dan menebarkan pesimisme untuk  membangun bangsa ini. Pak Jokowi bekerja dengan hati dengan menawarkan  solusi untuk kebaikan bangsa,&amp;rdquo; ucapnya.

Ace menjelaskan, pembangunan MRT merupakan satu dari sekian banyak  prestasi Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejajar  dengan bangsa-bangsa lain di dunia. &amp;ldquo;Kita membutuhkan kepemimpinan yang  tak hanya pandai bicara menebar janji tapi tanpa bukti. Kita membutuhkan  pemimpin yang efektif bekerja untuk rakyat dan melayani dengan hati  bukan dengan tangan besi,&amp;rdquo; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Moda Raya Terpadu (MRT) fase I resmi beroperasi, per hari ini. Peresmian MRT oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dinilai jadi tonggak monumental bagi bangsa Indonesia dalam pembangunan transportasi massal berbasis rel di Jakarta.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, MRT telah dicanangkan sejak lama di era Soeharto di mana waktu itu Pak Habibie sebagai Menristeknya. Sekian banyak Gubernur DKI Jakarta telah merencanakan pembangunan MRT ini.
&amp;ldquo;Namun, di era kepemimpinan Gubernur Jokowi pembangunan MRT dimulai. Selama 6 tahun pembangunan MRT dilaksanakan di mana Presiden Jokowi memantau langsung proses pengerjaan pembangunan ini dengan detail dan saksama. Hari ini, Presiden Jokowi telah meresmikannya untuk fase I dari Lebak Bulus ke Bundaran HI,&amp;rdquo; kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2019).
Ia mengatakan, sesungguhnya pembangunan ini MRT di Indonesia sudah ketinggalan dibandingkan kota-kota besar di negara maju lainnya di dunia. Sekalipun begitu, tambah dia, Presiden Jokowi telah mampu mengejar ketertinggalan kota-kota besar dunia dengan pembangunan moda transportasi publik yang nyaman dan berbasis rel berteknologi tinggi ini.



Di ASEAN, MRT telah terlebih dahulu dibangun di Singapura tahun 1987, kemudian di Bangkok tahun 2004, serta di Kuala Lumpur, Malaysia, diresmikan pada 2017. Di Asia Jepang jadi negara yang pertama kali membangun MRT tepatnya di Tokyo pada 1927. Jauh sebelumnya, di Kota New York, Amerika Serikat, MRT ini telah digunakan sejak tahun 1904.
&amp;ldquo;Kini kita patut berbangga di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi pembangunan MRT telah diresmikan untuk fase I. Ini merupakan prestasi yang membanggakan, bukan saja untuk rakyat Jakarta, namun juga untuk Indonesia,&amp;rdquo; kata politkus Golkar tersebut.
Sebelumnya, pemerintahan Jakarta telah mencanangkan berbagai moda transportasi publik yang bermacam-macam. Di era Gubernur Sutiyoso ada busway, Gubernur Fauzi Bowo sempat mencanangkan program monorail, dan di era Jokowi-Ahok mencanangkan MRT yang telah selesai tahap 1 tahun 2019 dan LRT atau Kereta Layang Cepat yang hingga saat ini masih dikerjakan.


&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wNi80LzExNzEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia menilai, program infrastruktur ini dapat diselesaikan karena Pak Jokowi mampu menerapkan kepemimpinan yang efektif.

&amp;ldquo;Hal itu bisa kita lihat dari lima hal. Pertama, seorang pemimpin seperti Pak Jokowi memiliki kepemimpinan yang inovatif. Pak Jokowi bekerja dengan pendekatan yang out of the box dan tidak terpaku pada pendekatan yang konvensional. Pak Jokowi tidak hanya menerima laporan begitu saja dari para pembantunya, tapi terjun sendiri ke lapangan memantau pekerjaan tersebut. Walaupun ada pihak-pihak yang menyebutnya sebagai pekerjaan &amp;lsquo;mandor&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tuturnya,


Kedua, kata Ace, Jokowi mampu menginspirasi dan memotivasi semua para  pembantunya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama. Dengan  terjun langsung ke lapangan, bukan sekadar memantau dan melihat  pekerjaan. &amp;ldquo;Tapi, di situlah seorang pemimpin menginspirasi dan  memotivasi anak buahnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh untuk  mencapai target yang telah dicanangkan,&amp;rdquo; katanya.

Ketiga, lanjut Ace, Jokowi menjadi teladan yang baik bagi para  pembantunya. Keteladanan itu sangat penting. Bukan hanya banyak bicara,  tapi bekerja langsung. Hal ini memotivasi mereka untuk ingin terus  meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/22/56416/286537_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momen Chelsea Islan Memotret Presiden Jokowi di Dalam Kereta MRT&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&amp;ldquo;Keempat, Pak Jokowi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang  tinggi. Sekalipun beliau mengalami hujatan atas kebijakan yang  diterapkannya, selagi beliau memiliki keyakinan yang teguh, beliau  konsisten menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Pak Jokowi difitnah  dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak relevan dengan apa yang  dikerjakannya. Namun, Pak Jokowi tangguh dan tetap tegak berdiri bekerja  untuk rakyat,&amp;rdquo; katanya.

Poin kelima, menurutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang memberdayakan  kepada para pembantunya sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang  dimilikinya. Memberdayakan itu artinya memberikan kepercayaan kepada  anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan skema yang disepakati.

Dengan kepemimpinan yang efektif, kata Ace, Jokowi mampu bekerja  dengan baik. Torehan berbagai hasil pembangunan, tidak hanya MRT, namun  juga infrastruktur lainnya seperti jalan tol, bendungan, irigasi,  aktivasi kereta api yang mangkrak, waduk, tanggul, jalan desa, dan  lain-lain menunjukan Jokowi merupakan pemimpin yang bekerja secara  efektif.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/03/13/56274/285679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ujicoba MRT, Warga Manfaatkan untuk Keliling Ibukota&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&amp;ldquo;Tak cukup hanya beretorika, mengkritik, datang ke pasar-pasar  menanyakan harga lalu bicara ke media dan menebarkan pesimisme untuk  membangun bangsa ini. Pak Jokowi bekerja dengan hati dengan menawarkan  solusi untuk kebaikan bangsa,&amp;rdquo; ucapnya.

Ace menjelaskan, pembangunan MRT merupakan satu dari sekian banyak  prestasi Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejajar  dengan bangsa-bangsa lain di dunia. &amp;ldquo;Kita membutuhkan kepemimpinan yang  tak hanya pandai bicara menebar janji tapi tanpa bukti. Kita membutuhkan  pemimpin yang efektif bekerja untuk rakyat dan melayani dengan hati  bukan dengan tangan besi,&amp;rdquo; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
