<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makna di Balik Baju Putih Jokowi-Ma'ruf Amin</title><description>Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Hasto Kristiyanto, putih adalah cerminan dari kebersihan nurani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/26/605/2035383/makna-di-balik-baju-putih-jokowi-ma-ruf-amin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/26/605/2035383/makna-di-balik-baju-putih-jokowi-ma-ruf-amin"/><item><title>Makna di Balik Baju Putih Jokowi-Ma'ruf Amin</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/26/605/2035383/makna-di-balik-baju-putih-jokowi-ma-ruf-amin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/26/605/2035383/makna-di-balik-baju-putih-jokowi-ma-ruf-amin</guid><pubDate>Selasa 26 Maret 2019 23:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/26/605/2035383/makna-di-balik-baju-putih-jokowi-ma-ruf-amin-sBrpy9U7dB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/26/605/2035383/makna-di-balik-baju-putih-jokowi-ma-ruf-amin-sBrpy9U7dB.jpg</image><title>Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Gambar pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di surat suara Pilpres 2019 kompak mengenakan baju berwarna putih. Pemilihan warna baju itu ternyata memiliki makna tersendiri.
Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Hasto Kristiyanto, putih adalah cerminan dari kebersihan nurani. Baju warna putih yang dikenakan Jokowi-Ma'ruf menandakan komitmennya untuk selalu mengedepankan politik kebenaran.
&quot;Desain foto berseragam putih sebagaimana terdapat dalam gambar Jokowi-KH Ma'ruf Amin di kertas suara, yang secara kontras berhadapan dengan jas hitam Prabowo-Sandi, bukanlah kebetulan. Putih adalah cermin kebersihan nurani yang menyebabkan alam pikir berkreasi dan berdaya cipta dengan segala sesuatu hal yang baik,&quot; ujar Hasto dalam keterangannya, Selasa (26/3/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;KPU Pastikan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Dilakukan di Kantornya)&amp;nbsp;
Sebaliknya, kata Hasto, hitam adalah simbol politik hoaks dan politik fitnah yang selama ini selalu menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin. Tidak heran bila dalam berbagai kesempatan kampanye Jokowi kerap melontarkan 'putih adalah kita' kepada semua pendukungnya.
&amp;nbsp;
Hasto menjelaskan, tagline 'putih adalah kita' adalah jawaban Jokowi yang berupa kekuatan moral untuk melawan politik hitam  yang disuarakan kubu Prabowo &amp;ndash; Sandi. &quot;Putih adalah cermin politik berkeadaban, antitesa politik hoax dan fitnah yang berwarna hitam,&quot; katanya.
Untuk itu, Regu Penggerak Pemilih (Guraklih), saksi, dan seluruh simpatisan dan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin diserukan agar bergerak dengan mengenakan baju putih ala Jokowi dan putih ulama seperti Ma'ruf Amin.
&quot;Putih tidak bisa digunakan oleh orang yang berkelakuan hitam. Apa itu kelakuan hitam? Fitnah, bicara tanpa budi pekerti, hoax dan berbagai bentuk racun peradaban yang anti kemanusiaan,&quot; ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Dulu Dukung Prabowo, Kiai Sepuh Banten Kini Mantab Pilih Jokowi)&amp;nbsp;
Hasto meyakini gerakan 'putih adalah kita' merupakan adalah jalan politik yang akan meyakinkan masyarakat Indonesia, bahwa Jokowi layak dan pantas memimpin Indonesia untuk 5 tahun berikutnya. Hal itu juga sudah terlihat dari berbagai survei.
&amp;ldquo;Satyam Eva Jayate, Putih adalah kita,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gambar pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di surat suara Pilpres 2019 kompak mengenakan baju berwarna putih. Pemilihan warna baju itu ternyata memiliki makna tersendiri.
Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Hasto Kristiyanto, putih adalah cerminan dari kebersihan nurani. Baju warna putih yang dikenakan Jokowi-Ma'ruf menandakan komitmennya untuk selalu mengedepankan politik kebenaran.
&quot;Desain foto berseragam putih sebagaimana terdapat dalam gambar Jokowi-KH Ma'ruf Amin di kertas suara, yang secara kontras berhadapan dengan jas hitam Prabowo-Sandi, bukanlah kebetulan. Putih adalah cermin kebersihan nurani yang menyebabkan alam pikir berkreasi dan berdaya cipta dengan segala sesuatu hal yang baik,&quot; ujar Hasto dalam keterangannya, Selasa (26/3/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;KPU Pastikan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Dilakukan di Kantornya)&amp;nbsp;
Sebaliknya, kata Hasto, hitam adalah simbol politik hoaks dan politik fitnah yang selama ini selalu menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin. Tidak heran bila dalam berbagai kesempatan kampanye Jokowi kerap melontarkan 'putih adalah kita' kepada semua pendukungnya.
&amp;nbsp;
Hasto menjelaskan, tagline 'putih adalah kita' adalah jawaban Jokowi yang berupa kekuatan moral untuk melawan politik hitam  yang disuarakan kubu Prabowo &amp;ndash; Sandi. &quot;Putih adalah cermin politik berkeadaban, antitesa politik hoax dan fitnah yang berwarna hitam,&quot; katanya.
Untuk itu, Regu Penggerak Pemilih (Guraklih), saksi, dan seluruh simpatisan dan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin diserukan agar bergerak dengan mengenakan baju putih ala Jokowi dan putih ulama seperti Ma'ruf Amin.
&quot;Putih tidak bisa digunakan oleh orang yang berkelakuan hitam. Apa itu kelakuan hitam? Fitnah, bicara tanpa budi pekerti, hoax dan berbagai bentuk racun peradaban yang anti kemanusiaan,&quot; ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Dulu Dukung Prabowo, Kiai Sepuh Banten Kini Mantab Pilih Jokowi)&amp;nbsp;
Hasto meyakini gerakan 'putih adalah kita' merupakan adalah jalan politik yang akan meyakinkan masyarakat Indonesia, bahwa Jokowi layak dan pantas memimpin Indonesia untuk 5 tahun berikutnya. Hal itu juga sudah terlihat dari berbagai survei.
&amp;ldquo;Satyam Eva Jayate, Putih adalah kita,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
