<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hentikan Hoaks, Elite Politik Diminta Jadi Pemersatu Bangsa</title><description>Kita harus mewariskan nilai-nilai budaya yang luhur, bukan kebencian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/27/337/2035833/hentikan-hoaks-elite-politik-diminta-jadi-pemersatu-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/27/337/2035833/hentikan-hoaks-elite-politik-diminta-jadi-pemersatu-bangsa"/><item><title>Hentikan Hoaks, Elite Politik Diminta Jadi Pemersatu Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/27/337/2035833/hentikan-hoaks-elite-politik-diminta-jadi-pemersatu-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/27/337/2035833/hentikan-hoaks-elite-politik-diminta-jadi-pemersatu-bangsa</guid><pubDate>Rabu 27 Maret 2019 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/27/337/2035833/hentikan-hoaks-elite-politik-diminta-jadi-pemersatu-bangsa-FJIb5VdWlG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/27/337/2035833/hentikan-hoaks-elite-politik-diminta-jadi-pemersatu-bangsa-FJIb5VdWlG.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Maraknya hoaks, fitnah dan provokasi pada tahun politik disebut akan menciptakan permusuhan antara satu kelompok terhadap kelompok lain dalam masyarakat yang kemudian melahirkan kedengkian dan kebencian.

&quot;Kegelisahan ini perlu disampaikan agar ada pemahaman bersama mengenai ancaman ini. Ini warning. Kita harus mewariskan nilai-nilai budaya yang luhur, bukan kebencian,&quot; kata Ketua DPP Partai NasDem bidang Agama dan Masyarakat Adat, Hasan Aminudin melalui siaran pers tertulisnya, Rabu (27/3/19).

Hasan mengatakan, semua komponen bangsa terutama para elite politik, harus semakin menyadari bahwa penyebaran hoaks, fitnah, provokasi dan caci maki, dalam jangka panjang akan menciptakan budaya kebencian dan kedengkian di dalam masyarakat.

Mantan Bupati Probolinggo itu merasa aneh bahwa bangsa yang sudah puluhan tahun merdeka, kini terjebak pada hoaks, fitnah, provokasi, hanya karena ingin berkuasa. Padahal, menurut dia demokrasi semestinya menciptakan kecerdasan dan saling menghargai.


(Baca Juga: Media Massa Punya Peran Penting Menangkal Hoaks dan Mencegah Golput di Pemilu)

Menurut Hasan, jika fitnah, hoaks, provokasi terus menerus dilakukan terhadap kelompok tertentu, maka lama-kelamaan bibit kedengkian dan kebencian akan bertunas dan masyarakat akan terbelah.

&quot;Kita sudah terlambat berkembang dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ini, jadi untuk apa terjerembab lagi. Alangkah lebih baik segala energi dan waktu serta dana digunakan untuk memajukan kesejahteraan bersama daripada untuk memperbaiki kerusakan sosial dan ekonomi yang timbul akibat munculnya budaya kebencian itu,&quot; katanya.

Hasan berharap, elite politik tidak menjadi bagian dari pemicu dan pemacu berkembangnya budaya kebencian dan kedengkian, tetapi menjadi bagian untuk mencegah dan menghentikannya, kecuali ada yang memang sengaja mendesain berkembangnya budaya kebencian tersebut.

Menurut dia, elite politik dan kaum cendekiawan haruslah menjadi elemen yang mempersatukan, menjaga, merawat dan merekatkan simpul-simpul bangsa, bukan malah menjadi provokator yang bisa mencabik-cabik bangsa ini.

&quot;Elite politik juga jangan menciptakan situasi seolah pemilu ini seperti perang sehingga masyarakat merasa tertekan. Dalam perang selalu ada musuh yang harus ditumpas. Musuh harus dibenci. Ini yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Elite politik harus menjadi negarawan,&quot; ujar Hasan.</description><content:encoded>JAKARTA - Maraknya hoaks, fitnah dan provokasi pada tahun politik disebut akan menciptakan permusuhan antara satu kelompok terhadap kelompok lain dalam masyarakat yang kemudian melahirkan kedengkian dan kebencian.

&quot;Kegelisahan ini perlu disampaikan agar ada pemahaman bersama mengenai ancaman ini. Ini warning. Kita harus mewariskan nilai-nilai budaya yang luhur, bukan kebencian,&quot; kata Ketua DPP Partai NasDem bidang Agama dan Masyarakat Adat, Hasan Aminudin melalui siaran pers tertulisnya, Rabu (27/3/19).

Hasan mengatakan, semua komponen bangsa terutama para elite politik, harus semakin menyadari bahwa penyebaran hoaks, fitnah, provokasi dan caci maki, dalam jangka panjang akan menciptakan budaya kebencian dan kedengkian di dalam masyarakat.

Mantan Bupati Probolinggo itu merasa aneh bahwa bangsa yang sudah puluhan tahun merdeka, kini terjebak pada hoaks, fitnah, provokasi, hanya karena ingin berkuasa. Padahal, menurut dia demokrasi semestinya menciptakan kecerdasan dan saling menghargai.


(Baca Juga: Media Massa Punya Peran Penting Menangkal Hoaks dan Mencegah Golput di Pemilu)

Menurut Hasan, jika fitnah, hoaks, provokasi terus menerus dilakukan terhadap kelompok tertentu, maka lama-kelamaan bibit kedengkian dan kebencian akan bertunas dan masyarakat akan terbelah.

&quot;Kita sudah terlambat berkembang dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ini, jadi untuk apa terjerembab lagi. Alangkah lebih baik segala energi dan waktu serta dana digunakan untuk memajukan kesejahteraan bersama daripada untuk memperbaiki kerusakan sosial dan ekonomi yang timbul akibat munculnya budaya kebencian itu,&quot; katanya.

Hasan berharap, elite politik tidak menjadi bagian dari pemicu dan pemacu berkembangnya budaya kebencian dan kedengkian, tetapi menjadi bagian untuk mencegah dan menghentikannya, kecuali ada yang memang sengaja mendesain berkembangnya budaya kebencian tersebut.

Menurut dia, elite politik dan kaum cendekiawan haruslah menjadi elemen yang mempersatukan, menjaga, merawat dan merekatkan simpul-simpul bangsa, bukan malah menjadi provokator yang bisa mencabik-cabik bangsa ini.

&quot;Elite politik juga jangan menciptakan situasi seolah pemilu ini seperti perang sehingga masyarakat merasa tertekan. Dalam perang selalu ada musuh yang harus ditumpas. Musuh harus dibenci. Ini yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Elite politik harus menjadi negarawan,&quot; ujar Hasan.</content:encoded></item></channel></rss>
