<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembunuh Remaja Muslim di AS Dihukum Penjara Seumur Hidup</title><description>Korban dibunuh saat pulang dari masjid.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/29/18/2036611/pembunuh-remaja-muslim-di-as-dihukum-penjara-seumur-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/29/18/2036611/pembunuh-remaja-muslim-di-as-dihukum-penjara-seumur-hidup"/><item><title>Pembunuh Remaja Muslim di AS Dihukum Penjara Seumur Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/29/18/2036611/pembunuh-remaja-muslim-di-as-dihukum-penjara-seumur-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/29/18/2036611/pembunuh-remaja-muslim-di-as-dihukum-penjara-seumur-hidup</guid><pubDate>Jum'at 29 Maret 2019 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/29/18/2036611/pembunuh-remaja-muslim-di-as-dihukum-penjara-seumur-hidup-WkWvpeRoFB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karangan bunga untuk Nabra Hassanen. Foto/NY Times</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/29/18/2036611/pembunuh-remaja-muslim-di-as-dihukum-penjara-seumur-hidup-WkWvpeRoFB.jpg</image><title>Karangan bunga untuk Nabra Hassanen. Foto/NY Times</title></images><description>
VIRGINIA - Pengadilan di Fairfax, Virginia, Kamis (28/3), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Darwin Martinez-Torres karena telah menyerang, memperkosa dan membunuh Nabra Hassanen, gadis berusia 17 tahun yang tinggal di Reston.
Kasus pembunuhan itu terjadi saat Nabra Hassanen baru pulang dari masjid pada 2016, dan kasusnya mendapat perhatian luas.
Hukuman tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat itu dijatuhkan setelah Martinez-Torres menyampaikan pengakuan bersalah atas pembunuhan yang dilakukannya pada 18 Juni 2017 lalu. Pengakuan itu mencabut potensi hukuman mati terhadapnya.

Kematian Nabra Hassanen mendapat perhatian luas di tengah kekhawatiran bahwa pembunuhannya bermotif sentimen anti-Muslim.
Namun jaksa penuntut umum mengatakan Martinez-Torres mengejar dan menyerang gadis itu setelah terlibat perang mulut dengan kelompok teman-teman Nabra yang beranggotakan sekitar 15 orang, yang baru saja membeli makan sahur dan berjalan kembali ke masjid.
Kelompok itu lari ke arah masjid dan Nabra tertinggal di belakang. Ia memukul gadis itu, memperkosanya dan membuang mayatnya di sebuah kolam di dekat lokasi itu.
Martinez-Torres adalah warga El Salvador. Otorita imigrasi mengatakan ia berada di Amerika secara ilegal.</description><content:encoded>
VIRGINIA - Pengadilan di Fairfax, Virginia, Kamis (28/3), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Darwin Martinez-Torres karena telah menyerang, memperkosa dan membunuh Nabra Hassanen, gadis berusia 17 tahun yang tinggal di Reston.
Kasus pembunuhan itu terjadi saat Nabra Hassanen baru pulang dari masjid pada 2016, dan kasusnya mendapat perhatian luas.
Hukuman tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat itu dijatuhkan setelah Martinez-Torres menyampaikan pengakuan bersalah atas pembunuhan yang dilakukannya pada 18 Juni 2017 lalu. Pengakuan itu mencabut potensi hukuman mati terhadapnya.

Kematian Nabra Hassanen mendapat perhatian luas di tengah kekhawatiran bahwa pembunuhannya bermotif sentimen anti-Muslim.
Namun jaksa penuntut umum mengatakan Martinez-Torres mengejar dan menyerang gadis itu setelah terlibat perang mulut dengan kelompok teman-teman Nabra yang beranggotakan sekitar 15 orang, yang baru saja membeli makan sahur dan berjalan kembali ke masjid.
Kelompok itu lari ke arah masjid dan Nabra tertinggal di belakang. Ia memukul gadis itu, memperkosanya dan membuang mayatnya di sebuah kolam di dekat lokasi itu.
Martinez-Torres adalah warga El Salvador. Otorita imigrasi mengatakan ia berada di Amerika secara ilegal.</content:encoded></item></channel></rss>
