<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KH Ma'ruf Amin: Jangan karena Beda Pilihan, Timbul Perpecahan di Masyarakat</title><description>Pemilu presiden, kata dia, adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/29/605/2036432/kh-ma-ruf-amin-jangan-karena-beda-pilihan-timbul-perpecahan-di-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/29/605/2036432/kh-ma-ruf-amin-jangan-karena-beda-pilihan-timbul-perpecahan-di-masyarakat"/><item><title>KH Ma'ruf Amin: Jangan karena Beda Pilihan, Timbul Perpecahan di Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/29/605/2036432/kh-ma-ruf-amin-jangan-karena-beda-pilihan-timbul-perpecahan-di-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/29/605/2036432/kh-ma-ruf-amin-jangan-karena-beda-pilihan-timbul-perpecahan-di-masyarakat</guid><pubDate>Jum'at 29 Maret 2019 02:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/29/605/2036432/kh-ma-ruf-amin-jangan-karena-beda-pilihan-timbul-perpecahan-di-masyarakat-PMAhUNuEzH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Cawapres Nomor Urut 01, KH Maruf Amin (Foto: TKN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/29/605/2036432/kh-ma-ruf-amin-jangan-karena-beda-pilihan-timbul-perpecahan-di-masyarakat-PMAhUNuEzH.JPG</image><title>Cawapres Nomor Urut 01, KH Maruf Amin (Foto: TKN)</title></images><description>YOGYAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor 01, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemilihan presiden merupakan kontestasi pemilihan pemimpin nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun. Ia menegaskan bahwa pertarungan Pilpres bukanlah perang Baratayuda.
&quot;Adanya perbedaan pilihan, sepatutnya disikapi secara dewasa dan bijaksana, bukan malah menjadi emosional dan melakukan intrik-intrik yang dapat memecah-belah masyarakat,&quot; kata dia, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan &quot;Yogya Nyawiji Nderek Kiai&quot; di Lapangan Tempel, Sleman, Yogyakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (29/3/2019).
Menurut Kiai Ma'ruf, pemilu presiden substansinya adalah memilih figur presiden dan wakil presiden terbaik yang memiliki visi-misi dan program yang jelas untuk membangun bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa menjelang pemilu presiden, banyak beredar informasi hoaks, yang dapat memunculkan ketegangan di tengah masyarakat, yang secara berkepanjangan dapat memicu perpecahan di masyarakat.

&quot;Masyarakat harus dapat menyikapi informasi hoaks secara bijak dan tidak mudah terpancing,&quot; tuturnya.
Pemilu presiden, kata dia, adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin nasional. &quot;Karena itu, jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan, menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,&quot; kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ma'ruf juga minta didoakan oleh massa yang hadir untuk dapat memenangkan pemilu presiden 2019 pada 17 April 2019 mendatang.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor 01, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemilihan presiden merupakan kontestasi pemilihan pemimpin nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun. Ia menegaskan bahwa pertarungan Pilpres bukanlah perang Baratayuda.
&quot;Adanya perbedaan pilihan, sepatutnya disikapi secara dewasa dan bijaksana, bukan malah menjadi emosional dan melakukan intrik-intrik yang dapat memecah-belah masyarakat,&quot; kata dia, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan &quot;Yogya Nyawiji Nderek Kiai&quot; di Lapangan Tempel, Sleman, Yogyakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (29/3/2019).
Menurut Kiai Ma'ruf, pemilu presiden substansinya adalah memilih figur presiden dan wakil presiden terbaik yang memiliki visi-misi dan program yang jelas untuk membangun bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa menjelang pemilu presiden, banyak beredar informasi hoaks, yang dapat memunculkan ketegangan di tengah masyarakat, yang secara berkepanjangan dapat memicu perpecahan di masyarakat.

&quot;Masyarakat harus dapat menyikapi informasi hoaks secara bijak dan tidak mudah terpancing,&quot; tuturnya.
Pemilu presiden, kata dia, adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin nasional. &quot;Karena itu, jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan, menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,&quot; kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ma'ruf juga minta didoakan oleh massa yang hadir untuk dapat memenangkan pemilu presiden 2019 pada 17 April 2019 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
