<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buta Huruf Jadi Persoalan Suku Anak Dalam untuk Mencoblos di Pemilu</title><description>Banyaknya warga Suku Anak Dalam yang masih buta huruf akan menjadi persoalan tersendiri saat menyalurkan hak pilih di Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/29/606/2036774/buta-huruf-jadi-persoalan-suku-anak-dalam-untuk-mencoblos-di-pemilu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/29/606/2036774/buta-huruf-jadi-persoalan-suku-anak-dalam-untuk-mencoblos-di-pemilu"/><item><title>Buta Huruf Jadi Persoalan Suku Anak Dalam untuk Mencoblos di Pemilu</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/29/606/2036774/buta-huruf-jadi-persoalan-suku-anak-dalam-untuk-mencoblos-di-pemilu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/29/606/2036774/buta-huruf-jadi-persoalan-suku-anak-dalam-untuk-mencoblos-di-pemilu</guid><pubDate>Jum'at 29 Maret 2019 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Abimayu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/29/606/2036774/buta-huruf-jadi-persoalan-suku-anak-dalam-untuk-mencoblos-di-pemilu-smyWFrwKKC.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/29/606/2036774/buta-huruf-jadi-persoalan-suku-anak-dalam-untuk-mencoblos-di-pemilu-smyWFrwKKC.jpg</image><title></title></images><description>TEBO - Ketua Suku Anak Dalam Tumenggung Apung di Sungai Bungin Dusun Wana Rejo, Desa Muara Kilis Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi mengkhawatirkan banyaknya warga Suku Anak Dalam yang masih buta huruf sehingga akan menjadi persoalan tersendiri saat menyalurkan hak pilih di Pemilu 2019.
&quot;Makanya kami minta ke KPU, Agar diberikan pendampingan warga-warga yang buta hutuf agar menyalurkan hak pilih dengan benar,&quot; ujarnya.
Saat dikonfirmasi, masalah buta huruf warga Suku Anak Dalam bukan jadi satu-satunya persoalan. Anggota KPU Kabupaten Tebo, Rinaldi Zainun menjelaskan, masih ada beberapa dusun atau wilayah Suku Anak Dalam yang mengalami kendala dalam pendataan pemilih dan belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Di wilayah Senambu misalnya, bahkan warga di sana belum teregistrasi secara kependudukan sipil.
&quot;Masih ada 39 orang yang tidak punya NIK dan KK. Kita usahakan untuk segera dapat nomor kependudukan agar bisa dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus,&quot; jelasnya.
Meski begitu, Anggota Bawaslu Kabupaten Tebo, Masri mengingatkan masyarakat Suku Anak Dalam untuk tidak menerima uang sogokan atau suap dari caleg. Ia mengimbau apabila warga setempat menemukan adanya praktek negatif ini, maka segera melaporkan ke pihak Bawaslu.
Senada, Kasubdit Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Dikdik Sadaka menyampaikan pentingnya mencoblos surat suara pada pemilu mendatang.
Hal tersebut diutarakan dalam acara pembinaan warga Suku Anak Dalam untuk mencoblos, kegiatan tersebut berlangsung di tengah hutan untuk mengajak warga yang tinggal di pedalaman agar ikut merasakan pesta rakyat lima tahun sekali.
&amp;ldquo;Kita masuk hutan, menghampiri Suku Anak Dalam, agar mereka ikut berpartisi aktif di pemilu nanti. KPU selaku penyelenggara, Bawaslu selaku pengawas, kami ajak juga. Agar nanti masyarakat di sini (Suku Anak Dalam) memberikan suara dengan benar dan tidak ada kecurangan,&amp;rdquo; terang Dikdik.
Menurutnya, informasi mengenai pemilu memang harus dilakukan dengan cara jemput bola dan tatap muka seperti yang tengah dilakukan seperti ini. Apalagi pemilu sekarang lebih kompleks karena pemilih akan menghadapi lima surat suara sekaligus di TPS. (kha)</description><content:encoded>TEBO - Ketua Suku Anak Dalam Tumenggung Apung di Sungai Bungin Dusun Wana Rejo, Desa Muara Kilis Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi mengkhawatirkan banyaknya warga Suku Anak Dalam yang masih buta huruf sehingga akan menjadi persoalan tersendiri saat menyalurkan hak pilih di Pemilu 2019.
&quot;Makanya kami minta ke KPU, Agar diberikan pendampingan warga-warga yang buta hutuf agar menyalurkan hak pilih dengan benar,&quot; ujarnya.
Saat dikonfirmasi, masalah buta huruf warga Suku Anak Dalam bukan jadi satu-satunya persoalan. Anggota KPU Kabupaten Tebo, Rinaldi Zainun menjelaskan, masih ada beberapa dusun atau wilayah Suku Anak Dalam yang mengalami kendala dalam pendataan pemilih dan belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Di wilayah Senambu misalnya, bahkan warga di sana belum teregistrasi secara kependudukan sipil.
&quot;Masih ada 39 orang yang tidak punya NIK dan KK. Kita usahakan untuk segera dapat nomor kependudukan agar bisa dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus,&quot; jelasnya.
Meski begitu, Anggota Bawaslu Kabupaten Tebo, Masri mengingatkan masyarakat Suku Anak Dalam untuk tidak menerima uang sogokan atau suap dari caleg. Ia mengimbau apabila warga setempat menemukan adanya praktek negatif ini, maka segera melaporkan ke pihak Bawaslu.
Senada, Kasubdit Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Dikdik Sadaka menyampaikan pentingnya mencoblos surat suara pada pemilu mendatang.
Hal tersebut diutarakan dalam acara pembinaan warga Suku Anak Dalam untuk mencoblos, kegiatan tersebut berlangsung di tengah hutan untuk mengajak warga yang tinggal di pedalaman agar ikut merasakan pesta rakyat lima tahun sekali.
&amp;ldquo;Kita masuk hutan, menghampiri Suku Anak Dalam, agar mereka ikut berpartisi aktif di pemilu nanti. KPU selaku penyelenggara, Bawaslu selaku pengawas, kami ajak juga. Agar nanti masyarakat di sini (Suku Anak Dalam) memberikan suara dengan benar dan tidak ada kecurangan,&amp;rdquo; terang Dikdik.
Menurutnya, informasi mengenai pemilu memang harus dilakukan dengan cara jemput bola dan tatap muka seperti yang tengah dilakukan seperti ini. Apalagi pemilu sekarang lebih kompleks karena pemilih akan menghadapi lima surat suara sekaligus di TPS. (kha)</content:encoded></item></channel></rss>
