<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem Anti-Stall Boeing Max 8 Ethiopian Airlines Diaktifkan Sebelum Jatuh</title><description>Laporan di surat kabar terkemuka Amerika menyatakan sistem anti-stall diaktifkan sebelum pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines jatuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/30/18/2036978/sistem-anti-stall-boeing-max-8-ethiopian-airlines-diaktifkan-sebelum-jatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/30/18/2036978/sistem-anti-stall-boeing-max-8-ethiopian-airlines-diaktifkan-sebelum-jatuh"/><item><title>Sistem Anti-Stall Boeing Max 8 Ethiopian Airlines Diaktifkan Sebelum Jatuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/30/18/2036978/sistem-anti-stall-boeing-max-8-ethiopian-airlines-diaktifkan-sebelum-jatuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/30/18/2036978/sistem-anti-stall-boeing-max-8-ethiopian-airlines-diaktifkan-sebelum-jatuh</guid><pubDate>Sabtu 30 Maret 2019 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/30/18/2036978/sistem-anti-stall-boeing-max-8-ethiopian-airlines-diaktifkan-sebelum-jatuh-WMO3xWDuoF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Ethiopian Airlines di Bandara Internasional Bole, Addis Ababa, Ethiopia (foto: AP/VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/30/18/2036978/sistem-anti-stall-boeing-max-8-ethiopian-airlines-diaktifkan-sebelum-jatuh-WMO3xWDuoF.jpg</image><title>Pesawat Ethiopian Airlines di Bandara Internasional Bole, Addis Ababa, Ethiopia (foto: AP/VOA)</title></images><description>SEBUAH laporan di surat kabar terkemuka Amerika menyatakan sistem anti-stall diaktifkan sebelum pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines jatuh.

The Wall Street Journal menyatakan, Jumat 29 Maret 2019 sumber-sumber mereka terkait temuan awal dalam investigasi kecelakaan itu adalah orang-orang yang telah menerima briefing mengenai kesimpulan awal para penyelidik.

Baca Juga:&amp;nbsp;Penyelidik Prancis Periksa Kotak Hitam Pesawat Boeing-737 Max 8 Ethiopian Airlines&amp;nbsp;
Kecelakaan pada 10 Maret lalu menewaskan seluruh 157 orang dalam pesawat yang jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa.

Kecelakaan di Ethiopia itu mirip dengan kecelakaan lain yang melibatkan jet 737 Max 8 di Indonesia pada Oktober lalu yang menewaskan seluruh 189 orang di dalamnya, hanya beberapa menit setelah lepas landas.

Para investigator di Indonesia juga menarget penyelidikan mereka pada sistem anti-stall pesawat tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xMy8xLzExODg5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Boeing awal pekan ini menyatakan hampir menuntaskan pemutakhiran sistem anti-stall pada jet-jet 737 Max 8.

Sebuah gugatan hukum diajukan terhadap Boeing di pengadilan federal Amerika, terkait kecelakaan di Ethiopia, pada Kamis 28 Maret 2019.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dari Indonesia hingga AS, Ini 24 Negara yang Larang Pesawat Boeing 737 MAX&amp;nbsp;
Gugatan itu diajukan di Illinois atas nama keluarga Jackson Musoni, warga negara Rwanda yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Dalam gugatan itu disebutkan Boeing sembrono dalam desain 737 Max 8-nya.

Maskapai-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia menghentikan sementara pengoperasian Max 8 setelah kecelakaan baru-baru ini.</description><content:encoded>SEBUAH laporan di surat kabar terkemuka Amerika menyatakan sistem anti-stall diaktifkan sebelum pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines jatuh.

The Wall Street Journal menyatakan, Jumat 29 Maret 2019 sumber-sumber mereka terkait temuan awal dalam investigasi kecelakaan itu adalah orang-orang yang telah menerima briefing mengenai kesimpulan awal para penyelidik.

Baca Juga:&amp;nbsp;Penyelidik Prancis Periksa Kotak Hitam Pesawat Boeing-737 Max 8 Ethiopian Airlines&amp;nbsp;
Kecelakaan pada 10 Maret lalu menewaskan seluruh 157 orang dalam pesawat yang jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa.

Kecelakaan di Ethiopia itu mirip dengan kecelakaan lain yang melibatkan jet 737 Max 8 di Indonesia pada Oktober lalu yang menewaskan seluruh 189 orang di dalamnya, hanya beberapa menit setelah lepas landas.

Para investigator di Indonesia juga menarget penyelidikan mereka pada sistem anti-stall pesawat tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xMy8xLzExODg5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Boeing awal pekan ini menyatakan hampir menuntaskan pemutakhiran sistem anti-stall pada jet-jet 737 Max 8.

Sebuah gugatan hukum diajukan terhadap Boeing di pengadilan federal Amerika, terkait kecelakaan di Ethiopia, pada Kamis 28 Maret 2019.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dari Indonesia hingga AS, Ini 24 Negara yang Larang Pesawat Boeing 737 MAX&amp;nbsp;
Gugatan itu diajukan di Illinois atas nama keluarga Jackson Musoni, warga negara Rwanda yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Dalam gugatan itu disebutkan Boeing sembrono dalam desain 737 Max 8-nya.

Maskapai-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia menghentikan sementara pengoperasian Max 8 setelah kecelakaan baru-baru ini.</content:encoded></item></channel></rss>
