<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YLKI: PT MRT Harus Gencar Sosialisasi ke Masyarakat</title><description>PT MRT Jakarta diminta untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat saat sedang menggunakannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/30/337/2037055/ylki-pt-mrt-harus-gencar-sosialisasi-ke-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/03/30/337/2037055/ylki-pt-mrt-harus-gencar-sosialisasi-ke-masyarakat"/><item><title>YLKI: PT MRT Harus Gencar Sosialisasi ke Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/03/30/337/2037055/ylki-pt-mrt-harus-gencar-sosialisasi-ke-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/03/30/337/2037055/ylki-pt-mrt-harus-gencar-sosialisasi-ke-masyarakat</guid><pubDate>Sabtu 30 Maret 2019 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/30/337/2037055/ylki-pt-mrt-harus-gencar-sosialisasi-ke-masyarakat-OopQeYZHRE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpang yang sempat viral karena bergelantungan di MRT (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/30/337/2037055/ylki-pt-mrt-harus-gencar-sosialisasi-ke-masyarakat-OopQeYZHRE.jpg</image><title>Penumpang yang sempat viral karena bergelantungan di MRT (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - PT MRT Jakarta diminta untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat saat sedang menggunakannya. Hal itu untuk menghindari perilaku norak yang ditunjukkan warga ketika menggunakan moda transportasi massal tersebut.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, peristiwa memalukan seperti makan di area stasiun dan bergelantungan di dalam kereta tak akan terjadi jikalau ada petugas di sana. Menurut dia, sikap budaya tak tertib seperti itu tak bisa sepenuhnya disalahkan kepada penumpang.



&quot;Secara normatif perilaku konsumen itu tidak salah. Karena tidak ada peringatan dan penandaan yang melarangnya,&quot; kata Tulus kepada Okezone, belum lama ini.

Menurut dia, PT MRT seharusnya memberikan tanda peringatan kalau di sana itu dilarang makan dan minum di ruang tunggu kedatangan kereta.

&quot;Managemen MRT itulah yang teledor karena tidak ada sosialisasi, tidak ada penandaan di stasiun dan kabin kereta,&quot; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yNi8xLzExOTA0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tulus menyarankan agar kinerja MRT Jakarta benar-benar optimal, maka perlu didukung beberapa langkah strategis lainnya khususnya dalam hal rekayasa lalu lintas. Di antaranya, upaya pengendalian atau pembatasan kendaraan pribadi di koridor yang dilewati MRT Jakarta.

&quot;Tanpa upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi, maka kepeminatan pengguna ranmor pribadi untuk migrasi ke MRT akan minim,&quot; ujarnya.



Tak hanya itu, dirinya pun juga mendesak adanya transportasi pengumpan yang mengintegrasikan dengan stasiun MRT. Dan adanya tiket MRT yang terintegrasi dengan tiket transportasi pengumpan.

&quot;Terutama terintegrasi dengan tiket Transjakarta,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT MRT Jakarta diminta untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat saat sedang menggunakannya. Hal itu untuk menghindari perilaku norak yang ditunjukkan warga ketika menggunakan moda transportasi massal tersebut.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, peristiwa memalukan seperti makan di area stasiun dan bergelantungan di dalam kereta tak akan terjadi jikalau ada petugas di sana. Menurut dia, sikap budaya tak tertib seperti itu tak bisa sepenuhnya disalahkan kepada penumpang.



&quot;Secara normatif perilaku konsumen itu tidak salah. Karena tidak ada peringatan dan penandaan yang melarangnya,&quot; kata Tulus kepada Okezone, belum lama ini.

Menurut dia, PT MRT seharusnya memberikan tanda peringatan kalau di sana itu dilarang makan dan minum di ruang tunggu kedatangan kereta.

&quot;Managemen MRT itulah yang teledor karena tidak ada sosialisasi, tidak ada penandaan di stasiun dan kabin kereta,&quot; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yNi8xLzExOTA0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tulus menyarankan agar kinerja MRT Jakarta benar-benar optimal, maka perlu didukung beberapa langkah strategis lainnya khususnya dalam hal rekayasa lalu lintas. Di antaranya, upaya pengendalian atau pembatasan kendaraan pribadi di koridor yang dilewati MRT Jakarta.

&quot;Tanpa upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi, maka kepeminatan pengguna ranmor pribadi untuk migrasi ke MRT akan minim,&quot; ujarnya.



Tak hanya itu, dirinya pun juga mendesak adanya transportasi pengumpan yang mengintegrasikan dengan stasiun MRT. Dan adanya tiket MRT yang terintegrasi dengan tiket transportasi pengumpan.

&quot;Terutama terintegrasi dengan tiket Transjakarta,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
