<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu: Iran Tak Pernah Menaruh Harapan pada Eropa</title><description>Eropa tidak memiliki cukup kemampuan untuk bangkit menentang sanksi AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/04/18/2038892/menlu-iran-tak-pernah-menaruh-harapan-pada-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/04/18/2038892/menlu-iran-tak-pernah-menaruh-harapan-pada-eropa"/><item><title>Menlu: Iran Tak Pernah Menaruh Harapan pada Eropa</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/04/18/2038892/menlu-iran-tak-pernah-menaruh-harapan-pada-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/04/18/2038892/menlu-iran-tak-pernah-menaruh-harapan-pada-eropa</guid><pubDate>Kamis 04 April 2019 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/04/18/2038892/menlu-iran-tak-pernah-menaruh-harapan-pada-eropa-GWWVgj8vrQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Foto/Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/04/18/2038892/menlu-iran-tak-pernah-menaruh-harapan-pada-eropa-GWWVgj8vrQ.jpg</image><title>Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Foto/Reuters</title></images><description>
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Iran tak pernah menaruh harapan pada Eropa.

Zarif mengeluarkan pernyataan tersebut di sela-sela pertemuan Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Sayyid Ali Khamenei dengan sekelompok pejabat pemerintah dan duta besar negara Islam untuk Teheran pada Rabu (3/4.2019).

Saat menjawab pertanyaan mengenai pernyataan Pemimpin Spiritual Iran mengenai kesepakatan nuklir, yang mengatakan, &quot;Eropa praktis telah meninggalkan JCPOA&quot;, Zarif mengatakan Eropa menganggap JCPOA sebagai prestasi dari sejak awal tapi mereka barangkali tidak cukup kuat untuk mempertahankannya dan menghadapi sanksi.

&quot;Tentu saja, Eropa tidak memiliki cukup kemampuan untuk bangkit menentang sanksi AS,&quot; tambah Zarif.

Mereka melakukan upaya tapi, sebagaimana dikatakan Pemimpin Spiritual Iran, itu tidak cukup dan bahkan dalam beberapa kasus upaya tersebut menunjukkan ketidaksiapan mereka untuk membayar apa yang mereka klaim bahwa kesepakatan itu memuat kepentingan strategis buat mereka, kata menteri luar negeri Iran tersebut.

Sejak awal  pemerintah Iran saat ini dan terutama setelah penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran, makin banyak perhatian telah diberikan pada negara-negara itu yang mendukung Iran pada masa sulit.

Presiden AS Donald Trump pada 8 Mei 2018 mengumumkan Amerika keluar dari JCPOA, tindakan yang dikutuk oleh pihak-pihak lain dalam kesepakatan 2015 itu dan merusak misi mereka untuk mempertahankan kesepakatan internasional bersejarah tersebut.
</description><content:encoded>
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Iran tak pernah menaruh harapan pada Eropa.

Zarif mengeluarkan pernyataan tersebut di sela-sela pertemuan Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Sayyid Ali Khamenei dengan sekelompok pejabat pemerintah dan duta besar negara Islam untuk Teheran pada Rabu (3/4.2019).

Saat menjawab pertanyaan mengenai pernyataan Pemimpin Spiritual Iran mengenai kesepakatan nuklir, yang mengatakan, &quot;Eropa praktis telah meninggalkan JCPOA&quot;, Zarif mengatakan Eropa menganggap JCPOA sebagai prestasi dari sejak awal tapi mereka barangkali tidak cukup kuat untuk mempertahankannya dan menghadapi sanksi.

&quot;Tentu saja, Eropa tidak memiliki cukup kemampuan untuk bangkit menentang sanksi AS,&quot; tambah Zarif.

Mereka melakukan upaya tapi, sebagaimana dikatakan Pemimpin Spiritual Iran, itu tidak cukup dan bahkan dalam beberapa kasus upaya tersebut menunjukkan ketidaksiapan mereka untuk membayar apa yang mereka klaim bahwa kesepakatan itu memuat kepentingan strategis buat mereka, kata menteri luar negeri Iran tersebut.

Sejak awal  pemerintah Iran saat ini dan terutama setelah penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran, makin banyak perhatian telah diberikan pada negara-negara itu yang mendukung Iran pada masa sulit.

Presiden AS Donald Trump pada 8 Mei 2018 mengumumkan Amerika keluar dari JCPOA, tindakan yang dikutuk oleh pihak-pihak lain dalam kesepakatan 2015 itu dan merusak misi mereka untuk mempertahankan kesepakatan internasional bersejarah tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
