<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> TKN Sebut Kasus Pengeroyokan Warga di Purworejo seperti Orde Baru   </title><description>Aksi pengeroyokan terhadap salah seorang warga yang mengenakan kaus Joko Widodo di Purworejo, Jawa Tengah sama seperti orde baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2038800/tkn-sebut-kasus-pengeroyokan-warga-di-purworejo-seperti-orde-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2038800/tkn-sebut-kasus-pengeroyokan-warga-di-purworejo-seperti-orde-baru"/><item><title> TKN Sebut Kasus Pengeroyokan Warga di Purworejo seperti Orde Baru   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2038800/tkn-sebut-kasus-pengeroyokan-warga-di-purworejo-seperti-orde-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2038800/tkn-sebut-kasus-pengeroyokan-warga-di-purworejo-seperti-orde-baru</guid><pubDate>Kamis 04 April 2019 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/04/605/2038800/tkn-sebut-kasus-pengeroyokan-warga-di-purworejo-seperti-orde-baru-ZYNgbsFkGq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/04/605/2038800/tkn-sebut-kasus-pengeroyokan-warga-di-purworejo-seperti-orde-baru-ZYNgbsFkGq.jpg</image><title>Foto Ilustrasi shutterstock</title></images><description>

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, menilai aksi pengeroyokan terhadap salah seorang warga yang mengenakan kaus Joko Widodo di Purworejo, Jawa Tengah sama seperti orde baru.

&quot;Ini makin memperlihatkan bahwa hukum rimba dan kesewenang wenangan akan terjadi jika mereka yang ngeroyok itu menang,&quot; kata Irma saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (4/2/2019).

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebagai cerminan apabila terpilih sebagai pemimpin di Indonesia.

&quot;Lihat saja prilaku mereka, mulai dari SARA, fitnah, sampai dengan black campaign, sekarang main hakim sendiri, nanti rakyat yang beda pilihan akan mereka gencet persis di zaman orde Baru,&quot; ucapnya.

Irma juga menanggapi BPN yang menyebut ada provokasi sebelum peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya hal tersebut sebagai pembenaran. &quot;Selalu alasan pembenaran menafikan penegakan hukum,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong menerangkan, peristiwa bermula saat rombongan massa pendukung Prabowo-Sandi kembali dari acara kampanye terbuka kubu 02 di Lapangan Kemiri, Kecamatan Kemiri, Purworejo. Mereka dalam perjalanan menuju ke arah Yogyakarta.

&quot;Tadi kita dapat laporan dari masyarakat, terjadinya pemukulan oleh sekelompok orang,&quot; kata Indra Kurniawan, kepada awak media, Selasa (2/4/2019).

Indra mengatakan, peristiwa bermula saat korban mengatur keluar masuk kendaraan proyek. Tak disangka, rombongan massa yang melintas mendadak melakukan pengeroyokan terhadap korban yang mengenakan kaus bergambar capres Joko Widodo.

&quot;Memang korban ini enggak lagi ngapa-ngapain. Iya (pakai kaos Jokowi). Masih penyelidikan (penyebab pengeroyokan), sementara itu dulu,&quot; sambung dia.

Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan pemicu pengeroyokan tersebut. Atas kejadian ini, korban harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Tjitro Wardojo Purworejo karena menderita sejumlah luka. &quot;Ada jahitan lima jahitan di kepala,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, menilai aksi pengeroyokan terhadap salah seorang warga yang mengenakan kaus Joko Widodo di Purworejo, Jawa Tengah sama seperti orde baru.

&quot;Ini makin memperlihatkan bahwa hukum rimba dan kesewenang wenangan akan terjadi jika mereka yang ngeroyok itu menang,&quot; kata Irma saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (4/2/2019).

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebagai cerminan apabila terpilih sebagai pemimpin di Indonesia.

&quot;Lihat saja prilaku mereka, mulai dari SARA, fitnah, sampai dengan black campaign, sekarang main hakim sendiri, nanti rakyat yang beda pilihan akan mereka gencet persis di zaman orde Baru,&quot; ucapnya.

Irma juga menanggapi BPN yang menyebut ada provokasi sebelum peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya hal tersebut sebagai pembenaran. &quot;Selalu alasan pembenaran menafikan penegakan hukum,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong menerangkan, peristiwa bermula saat rombongan massa pendukung Prabowo-Sandi kembali dari acara kampanye terbuka kubu 02 di Lapangan Kemiri, Kecamatan Kemiri, Purworejo. Mereka dalam perjalanan menuju ke arah Yogyakarta.

&quot;Tadi kita dapat laporan dari masyarakat, terjadinya pemukulan oleh sekelompok orang,&quot; kata Indra Kurniawan, kepada awak media, Selasa (2/4/2019).

Indra mengatakan, peristiwa bermula saat korban mengatur keluar masuk kendaraan proyek. Tak disangka, rombongan massa yang melintas mendadak melakukan pengeroyokan terhadap korban yang mengenakan kaus bergambar capres Joko Widodo.

&quot;Memang korban ini enggak lagi ngapa-ngapain. Iya (pakai kaos Jokowi). Masih penyelidikan (penyebab pengeroyokan), sementara itu dulu,&quot; sambung dia.

Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan pemicu pengeroyokan tersebut. Atas kejadian ini, korban harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Tjitro Wardojo Purworejo karena menderita sejumlah luka. &quot;Ada jahitan lima jahitan di kepala,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
