<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPN: Silakan Tidak Pilih Prabowo!</title><description>Prabowo sudah menegaskan kalau dirinya menjunjung tinggi NKRI, serta ideologi bangsa Indonesia Pancasila merupakan harga mati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2039111/bpn-silakan-tidak-pilih-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2039111/bpn-silakan-tidak-pilih-prabowo"/><item><title>BPN: Silakan Tidak Pilih Prabowo!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2039111/bpn-silakan-tidak-pilih-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/04/605/2039111/bpn-silakan-tidak-pilih-prabowo</guid><pubDate>Kamis 04 April 2019 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/04/605/2039111/bpn-silakan-tidak-pilih-prabowo-Ms0B1BKwFg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Subianto (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/04/605/2039111/bpn-silakan-tidak-pilih-prabowo-Ms0B1BKwFg.jpeg</image><title>Prabowo Subianto (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Jansen Sitindaon sangat terganggu ketika isu mengenai pasangan calon nomor urut 02 tersebut pro dengan ideologi khilafah atau negara Islam.

Menurutnya dalam debat keempat, Prabowo sudah menegaskan kalau dirinya menjunjung tinggi NKRI, serta ideologi bangsa Indonesia Pancasila merupakan harga mati. Sehingga, tidak ada sangkutpaut atau hubungan dengan khilafah.

&amp;ldquo;Ada banyak hal di mana pemimpin itu bisa saja berbeda, misalnya seperti pembangunan gitu, konsep ekonomi. Tapi kalau persoalan ideologi ini saya kira sudah selesai lah,&amp;rdquo; ujar Jansen Sitindaon saat ditemui di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

&amp;ldquo;Malam debat keempat itu, mesra kemarin itu mesra sekali pernyatan mereka berdua itu. Pak Prabowo mengatakan, kalau saya jadi presiden sudah harga mati, NKRI, Pancasila, merah putih harga mati. Enggak ada namanya khilafah-khilafah,&amp;rdquo; imbuhnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Ma'ruf Amin Terharu Pendukungnya Tetap Bertahan di Bawah Guyuran Hujan)&amp;nbsp;

Dikarenakan isu khilafah yang menyerang paslon dukungannya tersebut, Jansen Sitindaon sempat mencurahkan isi hatinya karena dianggap telah melakukan keputusan yang salah dengan memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

Politikus Partai Demokrat ini pun menegaskan, tidak masalah jika masyarakat tidak mendukung Prabowo Subianto, namun jangan menyimpulkan bahwa calon presiden nomor urut 02 tersebut akan membangun negara dengan ideologi khilafah.

&amp;ldquo;Saya ini Kristen. Saya dianggap enggak salah pilih, masa dukung Prabowo? Salah pilihnya katanya karena dianggap akan membuat negara ini negara Islam kalau terpilih jadi presiden,&amp;rdquo; ujar Jansen.

&amp;ldquo;Makanya, saya katakan silakan untuk tidak milih Prabowo, tapi jangan karena kalian tidak pilih Prabowo itu, berpikir Prabowo ini kalau terpilih akan membangun negara berbau khilafah, gereja dilarang, silakan tidak memilih, jangan karena alasan itu,&amp;rdquo; imbuhnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Charta Politika: Perindo, Partai Baru yang Berpeluang Lolos ke Parlemen)</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Jansen Sitindaon sangat terganggu ketika isu mengenai pasangan calon nomor urut 02 tersebut pro dengan ideologi khilafah atau negara Islam.

Menurutnya dalam debat keempat, Prabowo sudah menegaskan kalau dirinya menjunjung tinggi NKRI, serta ideologi bangsa Indonesia Pancasila merupakan harga mati. Sehingga, tidak ada sangkutpaut atau hubungan dengan khilafah.

&amp;ldquo;Ada banyak hal di mana pemimpin itu bisa saja berbeda, misalnya seperti pembangunan gitu, konsep ekonomi. Tapi kalau persoalan ideologi ini saya kira sudah selesai lah,&amp;rdquo; ujar Jansen Sitindaon saat ditemui di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

&amp;ldquo;Malam debat keempat itu, mesra kemarin itu mesra sekali pernyatan mereka berdua itu. Pak Prabowo mengatakan, kalau saya jadi presiden sudah harga mati, NKRI, Pancasila, merah putih harga mati. Enggak ada namanya khilafah-khilafah,&amp;rdquo; imbuhnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Ma'ruf Amin Terharu Pendukungnya Tetap Bertahan di Bawah Guyuran Hujan)&amp;nbsp;

Dikarenakan isu khilafah yang menyerang paslon dukungannya tersebut, Jansen Sitindaon sempat mencurahkan isi hatinya karena dianggap telah melakukan keputusan yang salah dengan memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

Politikus Partai Demokrat ini pun menegaskan, tidak masalah jika masyarakat tidak mendukung Prabowo Subianto, namun jangan menyimpulkan bahwa calon presiden nomor urut 02 tersebut akan membangun negara dengan ideologi khilafah.

&amp;ldquo;Saya ini Kristen. Saya dianggap enggak salah pilih, masa dukung Prabowo? Salah pilihnya katanya karena dianggap akan membuat negara ini negara Islam kalau terpilih jadi presiden,&amp;rdquo; ujar Jansen.

&amp;ldquo;Makanya, saya katakan silakan untuk tidak milih Prabowo, tapi jangan karena kalian tidak pilih Prabowo itu, berpikir Prabowo ini kalau terpilih akan membangun negara berbau khilafah, gereja dilarang, silakan tidak memilih, jangan karena alasan itu,&amp;rdquo; imbuhnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Charta Politika: Perindo, Partai Baru yang Berpeluang Lolos ke Parlemen)</content:encoded></item></channel></rss>
