<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bendera NU Dipakai Kampanye, Gus Nabil: Sandi Tidak Paham AD/ART NU</title><description>Gus Nabil mengatakan cawapres 02 Sandiaga Uno harus mengaji AD/ART NU dahulu sebelum mengibarkan bendera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/06/605/2039997/bendera-nu-dipakai-kampanye-gus-nabil-sandi-tidak-paham-ad-art-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/06/605/2039997/bendera-nu-dipakai-kampanye-gus-nabil-sandi-tidak-paham-ad-art-nu"/><item><title>Bendera NU Dipakai Kampanye, Gus Nabil: Sandi Tidak Paham AD/ART NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/06/605/2039997/bendera-nu-dipakai-kampanye-gus-nabil-sandi-tidak-paham-ad-art-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/06/605/2039997/bendera-nu-dipakai-kampanye-gus-nabil-sandi-tidak-paham-ad-art-nu</guid><pubDate>Sabtu 06 April 2019 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/06/605/2039997/bendera-nu-dipakai-kampanye-gus-nabil-sandi-tidak-paham-ad-art-nu-ux4MI4BckJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengibarkan bendera NU saat kampanye di Lumajang. (Foto: BPN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/06/605/2039997/bendera-nu-dipakai-kampanye-gus-nabil-sandi-tidak-paham-ad-art-nu-ux4MI4BckJ.jpg</image><title>Cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengibarkan bendera NU saat kampanye di Lumajang. (Foto: BPN)</title></images><description>SURAKARTA &amp;ndash; Menanggapi pengibaran bendera Nahdlatul Ulama (NU) saat kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Lumajang pada Kamis 4 April 2019, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen menilai Sandi tidak memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.
Gus Nabil &amp;ndash;sapaan akrabnya&amp;ndash; mengatakan saat momentum pemilihan umum seperti saat ini, memperebutkan suara warga Nahdliyin menjadi sangat penting. Banyak calon, baik presiden maupun legislatif, yang berlomba-lomba mendapatkan simpati dan suara dari warga Nahdliyin dengan berbagai cara.
(Baca juga:   TKN Nilai Protes NU Lumajang ke Sandiaga Hal Wajar)
 
&quot;Sehingga wajar apabila ada salah satu calon wakil presiden yang ingin merebut simpati warga NU dengan mengibarkan bendera NU saat kampanye. Kini semakin jelas mana NU tulen dan NU agak tulen. Saya yakin ia tidak memahami betul AD/ART NU,&quot; ujar Gus Nabil yang diperintah para kiai untuk maju menjadi calon anggota legislatif dapil V Jateng melalui PDIP ini.

&quot;Namun perlu diketahui, warga NU adalah pemilih yang cerdas. Pemilih yang dapat menilai apakah wakil tersebut mewakili NU atau tidak. Tentu saja hal itu dapat dilihat dari track record masing-masing kandidat. Bagaimana seorang kandidat itu mengabdi dan berkhidmat kepada NU,&quot; tuturnya.
(Baca juga:   BPN: Sandiaga Spontan Kibarkan Bendera NU di Lumajang)
 
Kader NU tulen, tambah Gus Nabil, pasti akan tahu bahwa organisasi besar yang didirikan oleh ulama-ulama Nusantara ini digunakan untuk apa. &quot;Warga Nahdliyin tulen pasti dapat memilah antara politik untuk NU atau NU untuk politik,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>SURAKARTA &amp;ndash; Menanggapi pengibaran bendera Nahdlatul Ulama (NU) saat kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Lumajang pada Kamis 4 April 2019, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen menilai Sandi tidak memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.
Gus Nabil &amp;ndash;sapaan akrabnya&amp;ndash; mengatakan saat momentum pemilihan umum seperti saat ini, memperebutkan suara warga Nahdliyin menjadi sangat penting. Banyak calon, baik presiden maupun legislatif, yang berlomba-lomba mendapatkan simpati dan suara dari warga Nahdliyin dengan berbagai cara.
(Baca juga:   TKN Nilai Protes NU Lumajang ke Sandiaga Hal Wajar)
 
&quot;Sehingga wajar apabila ada salah satu calon wakil presiden yang ingin merebut simpati warga NU dengan mengibarkan bendera NU saat kampanye. Kini semakin jelas mana NU tulen dan NU agak tulen. Saya yakin ia tidak memahami betul AD/ART NU,&quot; ujar Gus Nabil yang diperintah para kiai untuk maju menjadi calon anggota legislatif dapil V Jateng melalui PDIP ini.

&quot;Namun perlu diketahui, warga NU adalah pemilih yang cerdas. Pemilih yang dapat menilai apakah wakil tersebut mewakili NU atau tidak. Tentu saja hal itu dapat dilihat dari track record masing-masing kandidat. Bagaimana seorang kandidat itu mengabdi dan berkhidmat kepada NU,&quot; tuturnya.
(Baca juga:   BPN: Sandiaga Spontan Kibarkan Bendera NU di Lumajang)
 
Kader NU tulen, tambah Gus Nabil, pasti akan tahu bahwa organisasi besar yang didirikan oleh ulama-ulama Nusantara ini digunakan untuk apa. &quot;Warga Nahdliyin tulen pasti dapat memilah antara politik untuk NU atau NU untuk politik,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
