<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Perempuan Melahirkan di Tengah Terjangan Banjir Bikin Miris</title><description>Keluarga itu diselamatkan dua hari kemudian oleh tetangga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/08/18/2040470/aksi-perempuan-melahirkan-di-tengah-terjangan-banjir-bikin-miris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/08/18/2040470/aksi-perempuan-melahirkan-di-tengah-terjangan-banjir-bikin-miris"/><item><title>Aksi Perempuan Melahirkan di Tengah Terjangan Banjir Bikin Miris</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/08/18/2040470/aksi-perempuan-melahirkan-di-tengah-terjangan-banjir-bikin-miris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/08/18/2040470/aksi-perempuan-melahirkan-di-tengah-terjangan-banjir-bikin-miris</guid><pubDate>Senin 08 April 2019 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/08/18/2040470/perempuan-ini-melahirkan-di-pohon-mangga-karena-rumahnya-diterjang-banjir-mCBLBEBZ5i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Amelia menggendong Sara, putrinya yang lahir di pohon mangga. Foto/BBC</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/08/18/2040470/perempuan-ini-melahirkan-di-pohon-mangga-karena-rumahnya-diterjang-banjir-mCBLBEBZ5i.jpg</image><title>Amelia menggendong Sara, putrinya yang lahir di pohon mangga. Foto/BBC</title></images><description>MAPUTO - Seorang perempuan melahirkan di pohon mangga saat banjir menerjang rumahnya yang diakibatkan Topan Idai di Mozambik.
Ibu bernama Am&amp;eacute;lia itu melahrikan putrinya yang kemudian diberi nama, Sara, sambil berpegangan erat pada cabang bersama putranya yang berusia dua tahun.
Keluarga itu diselamatkan dua hari kemudian oleh tetangga, setelah Topan Idai yang menewaskan lebih dari 700 orang.
&quot;Saya di rumah bersama putra saya yang berusia dua tahun ketika tiba-tiba tanpa peringatan, air mulai masuk ke rumah,&quot; kata Amelia kepada badan anak-anak PBB, Unicef mengutip BBC, Senin (8/4/2019).
Am&amp;eacute;lia dan keluarga besarnya sekarang tinggal di penampungan sementara dan dilaporkan dalam keadaan sehat.
Berbicara dengan surat kabar lokal Mail and Guardian, Sofia mengatakan kelahiran itu sangat menyakitkan.
&quot;Aku menangis, menjerit. Terkadang aku mengira bayinya akan datang, tetapi di lain waktu aku mengira itu karena kelaparan.&quot;
&quot;Banyak orang kehilangan segalanya karena banjir, tetapi saya mendapatkan sesuatu,&quot; kata Amelia.
Hampir 20 tahun sebelumnya bayi ajaib lainnya, Rosita Mabuiango juga lahir di pohon saat banjir menerjang Mozambik selatan.
Rosita Mabuiango yang sekarang berusia 19 tahun, menjadi berita utama internasional setelah dia dan ibunya, Sofia diselamatkan dengan helikopter dari pohon yang dikelilingi banjir.
Namun dalam sebuah wawancara dengan BBC, Rosita mengatakan bahwa janji-janji beasiswa pemerintah, dan perjalanan berbayar ke Amerika dengan izin pemerintah AS, semuanya tidak terpenuhi.
&quot;Studi saya selalu dibiayai oleh ibu saya, saya belum menerima apa pun dari pemerintah,&quot; kata Rosita.
&quot;Oke, pemerintah membangun rumah untuk kita tetapi kondisinya tidak lagi baik. Ketika hujan, ada kebocoran di rumah. Mereka harus membantu merenovasinya,&quot; lanjut dia. (fzy)</description><content:encoded>MAPUTO - Seorang perempuan melahirkan di pohon mangga saat banjir menerjang rumahnya yang diakibatkan Topan Idai di Mozambik.
Ibu bernama Am&amp;eacute;lia itu melahrikan putrinya yang kemudian diberi nama, Sara, sambil berpegangan erat pada cabang bersama putranya yang berusia dua tahun.
Keluarga itu diselamatkan dua hari kemudian oleh tetangga, setelah Topan Idai yang menewaskan lebih dari 700 orang.
&quot;Saya di rumah bersama putra saya yang berusia dua tahun ketika tiba-tiba tanpa peringatan, air mulai masuk ke rumah,&quot; kata Amelia kepada badan anak-anak PBB, Unicef mengutip BBC, Senin (8/4/2019).
Am&amp;eacute;lia dan keluarga besarnya sekarang tinggal di penampungan sementara dan dilaporkan dalam keadaan sehat.
Berbicara dengan surat kabar lokal Mail and Guardian, Sofia mengatakan kelahiran itu sangat menyakitkan.
&quot;Aku menangis, menjerit. Terkadang aku mengira bayinya akan datang, tetapi di lain waktu aku mengira itu karena kelaparan.&quot;
&quot;Banyak orang kehilangan segalanya karena banjir, tetapi saya mendapatkan sesuatu,&quot; kata Amelia.
Hampir 20 tahun sebelumnya bayi ajaib lainnya, Rosita Mabuiango juga lahir di pohon saat banjir menerjang Mozambik selatan.
Rosita Mabuiango yang sekarang berusia 19 tahun, menjadi berita utama internasional setelah dia dan ibunya, Sofia diselamatkan dengan helikopter dari pohon yang dikelilingi banjir.
Namun dalam sebuah wawancara dengan BBC, Rosita mengatakan bahwa janji-janji beasiswa pemerintah, dan perjalanan berbayar ke Amerika dengan izin pemerintah AS, semuanya tidak terpenuhi.
&quot;Studi saya selalu dibiayai oleh ibu saya, saya belum menerima apa pun dari pemerintah,&quot; kata Rosita.
&quot;Oke, pemerintah membangun rumah untuk kita tetapi kondisinya tidak lagi baik. Ketika hujan, ada kebocoran di rumah. Mereka harus membantu merenovasinya,&quot; lanjut dia. (fzy)</content:encoded></item></channel></rss>
