<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN Jelaskan Perbandingan Pembangunan Infrastruktur Indonesia dengan China</title><description>Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin merespon penilaian ekonom  senior Rizal Ramli soal pembangunan infrastruktur Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040377/tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040377/tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china"/><item><title>TKN Jelaskan Perbandingan Pembangunan Infrastruktur Indonesia dengan China</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040377/tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040377/tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china</guid><pubDate>Senin 08 April 2019 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/08/605/2040377/tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china-9NV0lG39HL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/08/605/2040377/tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china-9NV0lG39HL.jpg</image><title>Infrastruktur (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin merespon penilaian ekonom senior Rizal Ramli soal pembangunan infrastruktur Indonesia. Pasalnya, Rizal menyebutkan pembangunan Indonesia tidak sama dengan di China.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir merespon pernyataan Rizal. Inas mengatakan, Rizal Ramli tidak menyebutkan dari tahun berapa sampai dengan tahun berapa pertumbuhan sebesar 12% di China.
&amp;nbsp;Baca juga: TKN Kaget dengan Istilah yang Digunakan Prabowo saat Kampanye di GBK
&quot;Apa betul ngawur? Atau jangan-jangan kecerdasan Rizal Ramli hanya dijadikan alat untuk mengelabui rakyat semata. dia sengaja menutup-nutupi apakah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang 12% tersebut terjadi sebelum pembangunan infrastruktur yang masif di Tiongkok atau sesudahnya?&quot; ujarnya dalam keterangan, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Adapun sebelumnya, pada 4 April 2019 lalu, Inas sempat berdebat dengan Rizal Ramli. Salah satu argumennya yang dibantah oleh Rizal Ramli adalah tentang pembangunan infrastruktur distribusi/konektifiti seperti jalan pelabuhan di China.
&amp;nbsp;
&quot;Saya katakan bahwa Tiongkok membangun infrastruktur bukan karena sesuai kebutuhan suatu wilayah atau daerah, melainkan infrastruktur tersebut dibangun untuk konektivitas dan distribusi antar wilayah agar perekonomian berkembang dan tumbuh,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Fakta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Jadi Sorotan di SUGBK
Menurut Rizal, argumen Inas ngawur lantaran dirinya mengaitkan pembangunan infrastruktur di Tiongkok dengan pertumbuhan ekonominya selama 25 tahun, yakni 12%.

Dijelaskan Inas, pada periode 1980-1990, infrastruktur di Tiongkok sangat menyedihkan dan penyebab utama bottleneck (leher botol) pada perekonomian di sana, di mana pertumbuhannya hanya 3,9% pada tahun 1990. Kemudian, Tiongkok mulai menggenjot pembangunan infrastruktur dari tahun 1992 s/d 2013, seperti jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan dan lain-lain yang justru kemudian menjadikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi melesat.

&quot;Jika Jokowi memulai dan melakukan hal yang sama dengan Tiongkok di mana pertumbuhan kita malahan lebih baik daripada ketika Tiongkok memulai pembangunan infrastruktur maka diharapkan akan menumbuhkan sentra-sentra perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia,&quot; pungkasnya.
Baca juga: 5 Fakta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Jadi Sorotan di SUGBK
Sebelumnya, Rizal meragukan pernyataan anggota TKN Jokowi-Ma'ruf tidak cerdas. Apalagi keduanya menggunakan analogi bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan di China.

&quot;Itu retorika yang tidak cerdas, dia (kubu 01) membandingkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan China, itu ngawur berat. China itu pertumbuhan ekonominya 12% selama 25 tahun. Jadi kalau China membangun infrastruktur jor-joranan, enggak ada masalah karena pertumbuhan ekonominya 12%, pasti akhirnya investasinya balik,&quot; kata Rizal.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin merespon penilaian ekonom senior Rizal Ramli soal pembangunan infrastruktur Indonesia. Pasalnya, Rizal menyebutkan pembangunan Indonesia tidak sama dengan di China.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir merespon pernyataan Rizal. Inas mengatakan, Rizal Ramli tidak menyebutkan dari tahun berapa sampai dengan tahun berapa pertumbuhan sebesar 12% di China.
&amp;nbsp;Baca juga: TKN Kaget dengan Istilah yang Digunakan Prabowo saat Kampanye di GBK
&quot;Apa betul ngawur? Atau jangan-jangan kecerdasan Rizal Ramli hanya dijadikan alat untuk mengelabui rakyat semata. dia sengaja menutup-nutupi apakah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang 12% tersebut terjadi sebelum pembangunan infrastruktur yang masif di Tiongkok atau sesudahnya?&quot; ujarnya dalam keterangan, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Adapun sebelumnya, pada 4 April 2019 lalu, Inas sempat berdebat dengan Rizal Ramli. Salah satu argumennya yang dibantah oleh Rizal Ramli adalah tentang pembangunan infrastruktur distribusi/konektifiti seperti jalan pelabuhan di China.
&amp;nbsp;
&quot;Saya katakan bahwa Tiongkok membangun infrastruktur bukan karena sesuai kebutuhan suatu wilayah atau daerah, melainkan infrastruktur tersebut dibangun untuk konektivitas dan distribusi antar wilayah agar perekonomian berkembang dan tumbuh,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Fakta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Jadi Sorotan di SUGBK
Menurut Rizal, argumen Inas ngawur lantaran dirinya mengaitkan pembangunan infrastruktur di Tiongkok dengan pertumbuhan ekonominya selama 25 tahun, yakni 12%.

Dijelaskan Inas, pada periode 1980-1990, infrastruktur di Tiongkok sangat menyedihkan dan penyebab utama bottleneck (leher botol) pada perekonomian di sana, di mana pertumbuhannya hanya 3,9% pada tahun 1990. Kemudian, Tiongkok mulai menggenjot pembangunan infrastruktur dari tahun 1992 s/d 2013, seperti jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan dan lain-lain yang justru kemudian menjadikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi melesat.

&quot;Jika Jokowi memulai dan melakukan hal yang sama dengan Tiongkok di mana pertumbuhan kita malahan lebih baik daripada ketika Tiongkok memulai pembangunan infrastruktur maka diharapkan akan menumbuhkan sentra-sentra perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia,&quot; pungkasnya.
Baca juga: 5 Fakta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Jadi Sorotan di SUGBK
Sebelumnya, Rizal meragukan pernyataan anggota TKN Jokowi-Ma'ruf tidak cerdas. Apalagi keduanya menggunakan analogi bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan di China.

&quot;Itu retorika yang tidak cerdas, dia (kubu 01) membandingkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan China, itu ngawur berat. China itu pertumbuhan ekonominya 12% selama 25 tahun. Jadi kalau China membangun infrastruktur jor-joranan, enggak ada masalah karena pertumbuhan ekonominya 12%, pasti akhirnya investasinya balik,&quot; kata Rizal.
</content:encoded></item></channel></rss>
