<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN Sebut Massa Kampanye Prabowo-Sandiaga Alami Stagnasi</title><description>Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo KH Maruf Amin menilai tidak ada penambahan berarti dalam massa kampanye Prabowo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040393/tkn-sebut-massa-kampanye-prabowo-sandiaga-alami-stagnasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040393/tkn-sebut-massa-kampanye-prabowo-sandiaga-alami-stagnasi"/><item><title>TKN Sebut Massa Kampanye Prabowo-Sandiaga Alami Stagnasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040393/tkn-sebut-massa-kampanye-prabowo-sandiaga-alami-stagnasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/08/605/2040393/tkn-sebut-massa-kampanye-prabowo-sandiaga-alami-stagnasi</guid><pubDate>Senin 08 April 2019 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/08/605/2040393/tkn-sebut-massa-kampanye-prabowo-sandiaga-alami-stagnasi-ipdklLVjQ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Abdul Kadir Karding (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/08/605/2040393/tkn-sebut-massa-kampanye-prabowo-sandiaga-alami-stagnasi-ipdklLVjQ4.jpg</image><title>Abdul Kadir Karding (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo KH Maruf Amin menilai tidak ada penambahan berarti dalam massa kampanye Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno (GBK) kemarin.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa massa Prabowo Sandiaga tidak berkembang hanya mengandalkan pada massa yang digerakkan fitur Rizieg Shihab. Bisa dikatakan bahwa massa Prabowo Sandiaga itu-itu saja.
&amp;nbsp;Baca juga: Surat SBY soal Politik Identitas, Kritik Prabowo atau demi Elektabilitas Demokrat?
&quot;Kami melihat, massa yang digerakkan Prabowo-Sandiaga hingga kampanye akbar ini mengalami stagnasi. Demografi yang selama ini hadir kampanye hanya dari kalangan ormas muslim, yang dulu memberikan tekanan dalam Pilkada DKI. Hal ini menjadi stagnasi, karena tidak berkembang,&quot; kata Karding dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (9/4/2019).
&amp;nbsp;
Padahal pertarungan dalam pilpres yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang adalah memperebutkan suara bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi peningkatan elektoral bagi kubu paslon 02 yang mengandalkan model kampanye itu-itu saja.
&amp;nbsp;Baca juga: SBY Kirim Surat dari Singapura Sebut Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga Tak Lazim
Hal senada juga dikemukakan Direktur Lembaga Survei Politik Indonesia, Budiyana Saifullah. Ia mengatakan, dampak elektoral ada namun tidak besar. Yang menarik, kegiatan paslon 02 menunjukkan transformasi dari gerakan agama menjadi gerakan politik yang konkret.

Lebih lanjut Karding mengatakan bahwa dengan model kampanye paslon 02, TKN makin optimistis makin me rebut hati pemilih galau yang belum menentukan pilihan. Apalagi program paslon 01 Jokowi Maruf lebih menarik dan telah terbukti ketimbang kubu Prabowo Sandiaga.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo KH Maruf Amin menilai tidak ada penambahan berarti dalam massa kampanye Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno (GBK) kemarin.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa massa Prabowo Sandiaga tidak berkembang hanya mengandalkan pada massa yang digerakkan fitur Rizieg Shihab. Bisa dikatakan bahwa massa Prabowo Sandiaga itu-itu saja.
&amp;nbsp;Baca juga: Surat SBY soal Politik Identitas, Kritik Prabowo atau demi Elektabilitas Demokrat?
&quot;Kami melihat, massa yang digerakkan Prabowo-Sandiaga hingga kampanye akbar ini mengalami stagnasi. Demografi yang selama ini hadir kampanye hanya dari kalangan ormas muslim, yang dulu memberikan tekanan dalam Pilkada DKI. Hal ini menjadi stagnasi, karena tidak berkembang,&quot; kata Karding dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (9/4/2019).
&amp;nbsp;
Padahal pertarungan dalam pilpres yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang adalah memperebutkan suara bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi peningkatan elektoral bagi kubu paslon 02 yang mengandalkan model kampanye itu-itu saja.
&amp;nbsp;Baca juga: SBY Kirim Surat dari Singapura Sebut Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga Tak Lazim
Hal senada juga dikemukakan Direktur Lembaga Survei Politik Indonesia, Budiyana Saifullah. Ia mengatakan, dampak elektoral ada namun tidak besar. Yang menarik, kegiatan paslon 02 menunjukkan transformasi dari gerakan agama menjadi gerakan politik yang konkret.

Lebih lanjut Karding mengatakan bahwa dengan model kampanye paslon 02, TKN makin optimistis makin me rebut hati pemilih galau yang belum menentukan pilihan. Apalagi program paslon 01 Jokowi Maruf lebih menarik dan telah terbukti ketimbang kubu Prabowo Sandiaga.</content:encoded></item></channel></rss>
