<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warganet Bikin Petisi Justice for Audrey, Sudah Ditandatangani 1,2 Juta Kali</title><description>Petisi tersebut pada intinya menuntut keadilan kepada korban penganiayaan di Pontianak yang diketahui dari media sosial bernama Audrey.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/09/337/2041287/warganet-bikin-petisi-justice-for-audrey-sudah-ditandatangani-1-2-juta-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/09/337/2041287/warganet-bikin-petisi-justice-for-audrey-sudah-ditandatangani-1-2-juta-kali"/><item><title>Warganet Bikin Petisi Justice for Audrey, Sudah Ditandatangani 1,2 Juta Kali</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/09/337/2041287/warganet-bikin-petisi-justice-for-audrey-sudah-ditandatangani-1-2-juta-kali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/09/337/2041287/warganet-bikin-petisi-justice-for-audrey-sudah-ditandatangani-1-2-juta-kali</guid><pubDate>Selasa 09 April 2019 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/09/337/2041287/warganet-bikin-petisi-justice-for-audrey-sudah-ditandatangani-1-2-juta-kali-qzy7pp4Mgo.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/09/337/2041287/warganet-bikin-petisi-justice-for-audrey-sudah-ditandatangani-1-2-juta-kali-qzy7pp4Mgo.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Setelah ramainya kasus Audrey yang jadi korban penganiayaan di media sosial. Warganet atas nama Fachira Anindy membuat petisi di Change.org yang ditujukan untuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Petisi tersebut pada intinya menuntut keadilan kepada korban penganiayaan di Pontianak yang diketahui dari media sosial bernama Audrey. Korban yang masih duduk di bangku SMP tersebut dikeroyok oleh 12 pelaku, bahkan kemaluan ABG itu sengaja dirusak oleh pelaku dengan maksud agar dikira tak perawan lagi.

Petisi tersebut kini sudah ditandatangani oleh 1.239.834 kali oleh warganet hingga Selasa (9/4/2019) pukul 21.50 WIB, dan diprediksi masih terus bertambah seiring dengan makin viralnya berita tentang Audrey.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;id&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Melin&amp;#127827; (@syarifahmelinda) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/syarifahmelinda/status/1115141861927084037?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;8 April 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;


Kasus penganiayaan Audrey sendiri terjadi pada 29 Maret 2019 silam, saat itu Audrey dijemput oleh satu dari siswi SMA tersebut. AU dijemput di kediaman kakeknya. Oknum siswi SMA ini meminta AU mempertemukan dengan kakak sepupunya, PO. Dengan alasan, ada yang ingin dibicarakan mereka.

Setelah bertemu, PO terlibat baku hantam dengan siswi SMA yang berinisial DE. Tiga teman DE turut melakukan kekerasan terhadap Audrey. Mulai dari pem-bully-an, penjambakan rambut, penyiraman air, hingga membenturkan kepala AU ke aspal. Bahkan menginjak perut AU. &amp;ldquo;Saat anak saya bangun, mukanya ditendang dengan sendal gunung (oleh EC, red),&amp;rdquo; kisah ibunda Audrey LK kepada sejumlah media.

Setelah terbaring, dalam kondisi tidak berdaya, pelaku lain berinisial TI dan LA, terus melakukan pemukulan. Parahnya, alat vital AU juga menjadi sasaran. &quot;Yang saya tidak terima, ada siswi yang SMA, mau merusak kelamin anak saya,&amp;rdquo; lirih LK, sambil menangis.



</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah ramainya kasus Audrey yang jadi korban penganiayaan di media sosial. Warganet atas nama Fachira Anindy membuat petisi di Change.org yang ditujukan untuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Petisi tersebut pada intinya menuntut keadilan kepada korban penganiayaan di Pontianak yang diketahui dari media sosial bernama Audrey. Korban yang masih duduk di bangku SMP tersebut dikeroyok oleh 12 pelaku, bahkan kemaluan ABG itu sengaja dirusak oleh pelaku dengan maksud agar dikira tak perawan lagi.

Petisi tersebut kini sudah ditandatangani oleh 1.239.834 kali oleh warganet hingga Selasa (9/4/2019) pukul 21.50 WIB, dan diprediksi masih terus bertambah seiring dengan makin viralnya berita tentang Audrey.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;id&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Melin&amp;#127827; (@syarifahmelinda) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/syarifahmelinda/status/1115141861927084037?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;8 April 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;


Kasus penganiayaan Audrey sendiri terjadi pada 29 Maret 2019 silam, saat itu Audrey dijemput oleh satu dari siswi SMA tersebut. AU dijemput di kediaman kakeknya. Oknum siswi SMA ini meminta AU mempertemukan dengan kakak sepupunya, PO. Dengan alasan, ada yang ingin dibicarakan mereka.

Setelah bertemu, PO terlibat baku hantam dengan siswi SMA yang berinisial DE. Tiga teman DE turut melakukan kekerasan terhadap Audrey. Mulai dari pem-bully-an, penjambakan rambut, penyiraman air, hingga membenturkan kepala AU ke aspal. Bahkan menginjak perut AU. &amp;ldquo;Saat anak saya bangun, mukanya ditendang dengan sendal gunung (oleh EC, red),&amp;rdquo; kisah ibunda Audrey LK kepada sejumlah media.

Setelah terbaring, dalam kondisi tidak berdaya, pelaku lain berinisial TI dan LA, terus melakukan pemukulan. Parahnya, alat vital AU juga menjadi sasaran. &quot;Yang saya tidak terima, ada siswi yang SMA, mau merusak kelamin anak saya,&amp;rdquo; lirih LK, sambil menangis.



</content:encoded></item></channel></rss>
