<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Buruh di Bandung, Jokowi Janji Revisi PP 78/2015 dan Janjikan Rumah Murah</title><description>Calon presiden nomor urut 01, Jokowi menyambangi para pendukungnya di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/09/605/2041168/bertemu-buruh-di-bandung-jokowi-janji-revisi-pp-78-2015-dan-janjikan-rumah-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/09/605/2041168/bertemu-buruh-di-bandung-jokowi-janji-revisi-pp-78-2015-dan-janjikan-rumah-murah"/><item><title>Bertemu Buruh di Bandung, Jokowi Janji Revisi PP 78/2015 dan Janjikan Rumah Murah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/09/605/2041168/bertemu-buruh-di-bandung-jokowi-janji-revisi-pp-78-2015-dan-janjikan-rumah-murah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/09/605/2041168/bertemu-buruh-di-bandung-jokowi-janji-revisi-pp-78-2015-dan-janjikan-rumah-murah</guid><pubDate>Selasa 09 April 2019 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/09/605/2041168/bertemu-buruh-di-bandung-jokowi-janji-revisi-pp-78-2015-dan-janjikan-rumah-murah-Z3AsP2DqY5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi) Kampanye di Karawang (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/09/605/2041168/bertemu-buruh-di-bandung-jokowi-janji-revisi-pp-78-2015-dan-janjikan-rumah-murah-Z3AsP2DqY5.jpg</image><title>Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi) Kampanye di Karawang (foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyambangi para pendukungnya di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (9/4/2019).

Calon petahana itu bertemu dengan ribuan buruh dan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Tampak hadir pula relawan dan warga setempat.

Baca Juga:&amp;nbsp;Sebar Sejuta Atribut, Relawan Jokowi-Ma'ruf Bakal Kampanye Door to Door&amp;nbsp;
Pada kesempatan ini, Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan bagi buruh dan pekerja.

&quot;Pertama, nanti kita akan bentuk tim bersama dengan KSPSI dan seluruh federasi yang ada merevisi PP 78,&quot; kata Jokowi.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan ditandatangani Jokowi pada 23 Oktober 2015.

Sejak awal diterbitkan, peraturan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan buruh, salah satunya karena menghilangkan hak berunding. Untuk menyelesaikan perselisihan ini, Jokowi berencana mengajak para buruh untuk berdialog lebih lanjut. &amp;ldquo;Kita bicara bareng-bareng, duduk satu meja. Setuju? Yang setuju angkat jari!&amp;rdquo; kata Jokowi.

Jokowi juga menyingung hal lainnya, diantaranya soal pembangunan rumah murah.&amp;ldquo;Yang kedua, pembangunan rumah murah untuk pekerja, rumah murah untuk buruh,&amp;rdquo; kata Jokowi. Dia menerangkan bahwa program ini sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

&amp;ldquo;Saya sudah meninjau beberapa lokasi dan sudah penuh dihuni oleh para pekerja. Ini akan terus kita lanjutkan dalam jumlah yang lebih besar lagi. Ini penting sekali!,&amp;rdquo; imbuh Jokowi.

Yang ketiga, Jokowi memperkenalkan Kartu Pra Kerja. &amp;ldquo;Lulusan SMA, SMK, akademi, perguruan tinggi, dan korban PHK akan diberikan traning dengan kartu ini. Diharapkan setelah training langsung bisa mendaptkan pekerjaan,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Kalau belum dapat kerja, akan diberi insentif honor hingga mereka sampai pada dunia kerja. Siapa yg setuju tunjuk jari? Yang ngga setuju, maju ke depan, saya beri sepeda. Awas kalo ada!&amp;rdquo; kata Jokowi.

Berikutnya, Jokowi menjelaskan tentang Kartu Sembako Murah. &amp;ldquo;Ibu-ibu yang pegang kartu ini akan bisa membeli beras, gula, telor, minyak, dan lain-lainnya dengan harga yang sudah didiskon besar. Anak-anak bisa kita berikan makanan yang bergizi, sehingga bisa sehat dan pintar untuk masa-masa yang akan datang,&amp;rdquo; ujarnya.

Terakhir, Jokowi menyoroti tentang perlindungan buruh migran di luar negeri. Jokowi menyadari bahwa masih banyak masalah mendera para tenaga kerja di luar negeri. &amp;ldquo;Tapi yakinlah bahwa negara akan memberikan perlindungan kepada warga negara kita, baik yang ada di Hongkong, Taiwan, Malaysia, Saudi, dan di tempat-tempat lainnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Kampanye Bareng KH Ma'ruf Amin, Jokowi Targetkan Menang 60% di Karawang&amp;nbsp;
Jokowi kemudian memberikan satu contoh. &amp;ldquo;Kemarin ada buruh migran kita lolos dari hukuman mati, yaitu Siti Aisyah. Ini adalah tanggung jawab negara untuk terus mendampingi. Seperti Siti Asiyah, begitu ada masalah besar langsung didampingi kedutaan kita diberikan pengacara,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sekitar 1 bulan yang lalu, Jaksa penuntut Malaysia mencabut tuntutan terhadap Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Kasus ini mendapat perhatian cukpup besar karena Kim Jong-nam yang merupakan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Seusai di Karawang dan Bandung, Jokowi dijadwalkan akan menutup rangkaian kampanye hari ini di kota kelahirannya di Solo.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyambangi para pendukungnya di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (9/4/2019).

Calon petahana itu bertemu dengan ribuan buruh dan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Tampak hadir pula relawan dan warga setempat.

Baca Juga:&amp;nbsp;Sebar Sejuta Atribut, Relawan Jokowi-Ma'ruf Bakal Kampanye Door to Door&amp;nbsp;
Pada kesempatan ini, Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan bagi buruh dan pekerja.

&quot;Pertama, nanti kita akan bentuk tim bersama dengan KSPSI dan seluruh federasi yang ada merevisi PP 78,&quot; kata Jokowi.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan ditandatangani Jokowi pada 23 Oktober 2015.

Sejak awal diterbitkan, peraturan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan buruh, salah satunya karena menghilangkan hak berunding. Untuk menyelesaikan perselisihan ini, Jokowi berencana mengajak para buruh untuk berdialog lebih lanjut. &amp;ldquo;Kita bicara bareng-bareng, duduk satu meja. Setuju? Yang setuju angkat jari!&amp;rdquo; kata Jokowi.

Jokowi juga menyingung hal lainnya, diantaranya soal pembangunan rumah murah.&amp;ldquo;Yang kedua, pembangunan rumah murah untuk pekerja, rumah murah untuk buruh,&amp;rdquo; kata Jokowi. Dia menerangkan bahwa program ini sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

&amp;ldquo;Saya sudah meninjau beberapa lokasi dan sudah penuh dihuni oleh para pekerja. Ini akan terus kita lanjutkan dalam jumlah yang lebih besar lagi. Ini penting sekali!,&amp;rdquo; imbuh Jokowi.

Yang ketiga, Jokowi memperkenalkan Kartu Pra Kerja. &amp;ldquo;Lulusan SMA, SMK, akademi, perguruan tinggi, dan korban PHK akan diberikan traning dengan kartu ini. Diharapkan setelah training langsung bisa mendaptkan pekerjaan,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Kalau belum dapat kerja, akan diberi insentif honor hingga mereka sampai pada dunia kerja. Siapa yg setuju tunjuk jari? Yang ngga setuju, maju ke depan, saya beri sepeda. Awas kalo ada!&amp;rdquo; kata Jokowi.

Berikutnya, Jokowi menjelaskan tentang Kartu Sembako Murah. &amp;ldquo;Ibu-ibu yang pegang kartu ini akan bisa membeli beras, gula, telor, minyak, dan lain-lainnya dengan harga yang sudah didiskon besar. Anak-anak bisa kita berikan makanan yang bergizi, sehingga bisa sehat dan pintar untuk masa-masa yang akan datang,&amp;rdquo; ujarnya.

Terakhir, Jokowi menyoroti tentang perlindungan buruh migran di luar negeri. Jokowi menyadari bahwa masih banyak masalah mendera para tenaga kerja di luar negeri. &amp;ldquo;Tapi yakinlah bahwa negara akan memberikan perlindungan kepada warga negara kita, baik yang ada di Hongkong, Taiwan, Malaysia, Saudi, dan di tempat-tempat lainnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Kampanye Bareng KH Ma'ruf Amin, Jokowi Targetkan Menang 60% di Karawang&amp;nbsp;
Jokowi kemudian memberikan satu contoh. &amp;ldquo;Kemarin ada buruh migran kita lolos dari hukuman mati, yaitu Siti Aisyah. Ini adalah tanggung jawab negara untuk terus mendampingi. Seperti Siti Asiyah, begitu ada masalah besar langsung didampingi kedutaan kita diberikan pengacara,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sekitar 1 bulan yang lalu, Jaksa penuntut Malaysia mencabut tuntutan terhadap Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Kasus ini mendapat perhatian cukpup besar karena Kim Jong-nam yang merupakan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Seusai di Karawang dan Bandung, Jokowi dijadwalkan akan menutup rangkaian kampanye hari ini di kota kelahirannya di Solo.</content:encoded></item></channel></rss>
