<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPU Minta Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Hasil Pilpres Luar Negeri </title><description>Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman meminta aparat kepolisian segera menelusuri dan menangkap oknum penyebar hoaks.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/10/605/2041685/kpu-minta-polisi-tangkap-penyebar-hoaks-hasil-pilpres-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/10/605/2041685/kpu-minta-polisi-tangkap-penyebar-hoaks-hasil-pilpres-luar-negeri"/><item><title>KPU Minta Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Hasil Pilpres Luar Negeri </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/10/605/2041685/kpu-minta-polisi-tangkap-penyebar-hoaks-hasil-pilpres-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/10/605/2041685/kpu-minta-polisi-tangkap-penyebar-hoaks-hasil-pilpres-luar-negeri</guid><pubDate>Rabu 10 April 2019 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/10/605/2041685/kpu-minta-polisi-tangkap-penyebar-hoaks-hasil-pilpres-luar-negeri-DhmzqqdBAo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/10/605/2041685/kpu-minta-polisi-tangkap-penyebar-hoaks-hasil-pilpres-luar-negeri-DhmzqqdBAo.jpg</image><title>Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman meminta aparat kepolisian segera menelusuri dan menangkap oknum penyebar hoaks terkait hasil Pilpres 2019 di luar negeri.

&quot;Karena kalau harus pakai laporan, terus terang saja prosesnya kan panjang. Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak, karena sudah tercurahkan tenaganya dengan persiapan-persiapan pelaksanaan pemilu ini,&quot; kata Arief di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;TKN: BPN Bikin Survei 'Asal Bapak Senang')&amp;nbsp;

Arief memastikan kabar itu adalah hoaks atau palsu. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan penghitungan suara di TPS luar negeri yang tersebar di 130 kota dan 5 benua pada Rabu, 17 April 2019 mendatang.

&quot;Saya ingin katakan kalau hasil sebagiamana beredar, ada hasil pemilu di luar negeri itu tidak benar. Karena penghitungannya baru akan dimulai tanggal 17 (April 2019),&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Milenial di Bekasi Diyakini Akan Labuhkan Suara ke Jokowi-Ma'ruf Amin)&amp;nbsp;
Sebelumnya, beredar kabar mengenai hasil pemilu Pilpres di luar negeri yang tersebar digrup pesan singkat Whatsapp dan media sosial lainnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman meminta aparat kepolisian segera menelusuri dan menangkap oknum penyebar hoaks terkait hasil Pilpres 2019 di luar negeri.

&quot;Karena kalau harus pakai laporan, terus terang saja prosesnya kan panjang. Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak, karena sudah tercurahkan tenaganya dengan persiapan-persiapan pelaksanaan pemilu ini,&quot; kata Arief di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;TKN: BPN Bikin Survei 'Asal Bapak Senang')&amp;nbsp;

Arief memastikan kabar itu adalah hoaks atau palsu. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan penghitungan suara di TPS luar negeri yang tersebar di 130 kota dan 5 benua pada Rabu, 17 April 2019 mendatang.

&quot;Saya ingin katakan kalau hasil sebagiamana beredar, ada hasil pemilu di luar negeri itu tidak benar. Karena penghitungannya baru akan dimulai tanggal 17 (April 2019),&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Milenial di Bekasi Diyakini Akan Labuhkan Suara ke Jokowi-Ma'ruf Amin)&amp;nbsp;
Sebelumnya, beredar kabar mengenai hasil pemilu Pilpres di luar negeri yang tersebar digrup pesan singkat Whatsapp dan media sosial lainnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
