<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hary Tanoe: Indonesia Perlu Diperjuangkan, Mengkritik Saja Tak Produktif</title><description>Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyatakan Indonesia harus diperjuangkan menuju kesejahteraan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/12/606/2042446/hary-tanoe-indonesia-perlu-diperjuangkan-mengkritik-saja-tak-produktif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/12/606/2042446/hary-tanoe-indonesia-perlu-diperjuangkan-mengkritik-saja-tak-produktif"/><item><title>Hary Tanoe: Indonesia Perlu Diperjuangkan, Mengkritik Saja Tak Produktif</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/12/606/2042446/hary-tanoe-indonesia-perlu-diperjuangkan-mengkritik-saja-tak-produktif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/12/606/2042446/hary-tanoe-indonesia-perlu-diperjuangkan-mengkritik-saja-tak-produktif</guid><pubDate>Jum'at 12 April 2019 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/12/606/2042446/hary-tanoe-indonesia-perlu-diperjuangkan-mengkritik-saja-tak-produktif-izhMF9pkgv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hary Tanoesoedibjo bersama warga di bazar murah Perindo di Manggarai, Jakarta (Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/12/606/2042446/hary-tanoe-indonesia-perlu-diperjuangkan-mengkritik-saja-tak-produktif-izhMF9pkgv.jpeg</image><title>Hary Tanoesoedibjo bersama warga di bazar murah Perindo di Manggarai, Jakarta (Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyatakan Indonesia harus diperjuangkan menuju kesejahteraan. Mengkritik saja tidak cukup untuk mendorong kesejahteraan bangsa karena harus dibarengi dengan aksi nyata yang produktif.
Hal itu disampaikan Hary Tanoe saat menghadiri Bazar Murah Nasional di Jalan Gelatik, Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).
&amp;ldquo;Saya sudah keliling Indonesia, memang Indonesia perlu diperjuangkan dengan baik, makanya saya katakan mengkritik saja tidak produktif,&amp;rdquo; kata Hary Tanoe.
Di dampingi istrinya Liliana Tanaja Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Kartini Perindo, Hary Tanoe menceritakan masa kecilnya yang pernah di drop out (DO) dan putus sekolah. Ia harus menempuh paket C untuk dapat ijazah.
&amp;ldquo;Dulu tahun 1983, saya pernah DO putus sekolah, kemudian setelah berapa bulan saya sekolah lagi ikut paket C,&amp;rdquo; ujar Hary Tanoe.
Dia kemudian memanfaatkan kesempatan belajar itu hingga lulus S2 dan mendapat gelar master lalu pindah dari Surabaya ke Jakarta.
&amp;ldquo;Akhirnya saya manfaatkan sebaik baiknya S2 lulus master, pindah ke Jakarta,&amp;rdquo; ceritanya.
Hary Tanoe membangun usaha dari nol hingga sukses menjadi perusahaan besar bernama MNC.
&amp;ldquo;Dari nol saya, dulu karyawan satu, sekarang karyawan saya 35 ribu, banyak. Saya tidak mau menonjolkan,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Hary Tanoe itu semua berkat kerja keras, pantang menyerah disertai perjuangan dan doa .
Kalau enggak saya enggak sekolah, enggak ada namanya MNC Group, enggak ada Hary Tanoesoedibjo. Makanya Partai Perindo berjuang untuk adik-adik.&amp;rdquo;
Hary Tanoe menegaskan Perindo hadir untuk memperjuangan kesejahteraan Indonesia. Dia meminta masyarakat mendukung perjuangannya.
&amp;ldquo;Saya janji dukunglah kami, coblos partai kami nomor sembilan, saya bisa pastikan caleg yang nantinya duduk di DPR RI bisa memperjuangkan masyarakat.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyatakan Indonesia harus diperjuangkan menuju kesejahteraan. Mengkritik saja tidak cukup untuk mendorong kesejahteraan bangsa karena harus dibarengi dengan aksi nyata yang produktif.
Hal itu disampaikan Hary Tanoe saat menghadiri Bazar Murah Nasional di Jalan Gelatik, Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).
&amp;ldquo;Saya sudah keliling Indonesia, memang Indonesia perlu diperjuangkan dengan baik, makanya saya katakan mengkritik saja tidak produktif,&amp;rdquo; kata Hary Tanoe.
Di dampingi istrinya Liliana Tanaja Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Kartini Perindo, Hary Tanoe menceritakan masa kecilnya yang pernah di drop out (DO) dan putus sekolah. Ia harus menempuh paket C untuk dapat ijazah.
&amp;ldquo;Dulu tahun 1983, saya pernah DO putus sekolah, kemudian setelah berapa bulan saya sekolah lagi ikut paket C,&amp;rdquo; ujar Hary Tanoe.
Dia kemudian memanfaatkan kesempatan belajar itu hingga lulus S2 dan mendapat gelar master lalu pindah dari Surabaya ke Jakarta.
&amp;ldquo;Akhirnya saya manfaatkan sebaik baiknya S2 lulus master, pindah ke Jakarta,&amp;rdquo; ceritanya.
Hary Tanoe membangun usaha dari nol hingga sukses menjadi perusahaan besar bernama MNC.
&amp;ldquo;Dari nol saya, dulu karyawan satu, sekarang karyawan saya 35 ribu, banyak. Saya tidak mau menonjolkan,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Hary Tanoe itu semua berkat kerja keras, pantang menyerah disertai perjuangan dan doa .
Kalau enggak saya enggak sekolah, enggak ada namanya MNC Group, enggak ada Hary Tanoesoedibjo. Makanya Partai Perindo berjuang untuk adik-adik.&amp;rdquo;
Hary Tanoe menegaskan Perindo hadir untuk memperjuangan kesejahteraan Indonesia. Dia meminta masyarakat mendukung perjuangannya.
&amp;ldquo;Saya janji dukunglah kami, coblos partai kami nomor sembilan, saya bisa pastikan caleg yang nantinya duduk di DPR RI bisa memperjuangkan masyarakat.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
